Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PKS Usul Ambang Batas Parlemen 4 Persen, Cukup Ideal Tak Perlu Naik

PKS Usul Ambang Batas Parlemen 4 Persen, Cukup Ideal Tak Perlu Naik
Anggota komisi XI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. (Dokumentasi PKS)
Intinya Sih
  • PKS melalui Sekjen M Kholid menilai ambang batas parlemen 4 persen sudah ideal dan tidak perlu dinaikkan untuk menjaga keseimbangan representasi politik di DPR.
  • Kholid menyarankan adanya simulasi khusus dalam menentukan angka ideal ambang batas, dengan mempertimbangkan jumlah komisi serta alat kelengkapan dewan di DPR RI.
  • Ketua Umum NasDem Surya Paloh mendorong kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen demi penyederhanaan sistem multipartai agar lebih efektif bagi demokrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PartaI Keadilan Sejahtera (PKS) M Kholid menilai ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) sebesar 4 persen sudah ideal. Ia berpandangan sebaiknya angka tersebut tak perlu naik lagi.

"Angka PT (parliamentary threshold) 4 persen sebagaimana di tahun tahun sebelumnya sudah cukup baik dipertahankan dan sepertinya tidak perlu dinaikan," ucap Kholid saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

1. Semakin tinggi ambang batas parlemen, semakin banyak suara terbuang

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS Muhammad Kholid. (Dok. Fraksi PKS)
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS Muhammad Kholid. (Dok. Fraksi PKS)

Kholid berpandangan, semakin tinggi ambang batas parlemen, tentu semakin besar suara yang tidak terkonversi sesuai dengan aspirasi pemilihnya. Kendati demikian, ia menyebut ambang batas parlemen masih tetap dibutuhkan sebagai mekanisme kontrol stabilitas politik di parlemen.

"Agar tidak terlalu banyak fragmentasi dengan semakin banyaknya jumlah parpol di parlemen jika ambang batas ditiadakan," ujar dia.

2. PKS usul ada simulasi khusus tentukan ambang batas parlemen

Juru bicara muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. (Dokumentasi PKS)
Juru bicara muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. (Dokumentasi PKS)

Kholid juga menyarankan agar ada simulasi khusus untuk menentukan angka ideal penentuan ambang batas parlemen. Misalnya, dengan menyesuaikan jumlah komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR RI.

"Sekarang kan ada 13 komisi dan 6 AKD di DPR RI, jadi PT nya dikonversikan setara dengan jumlah komisi dan AKD tersebut. Nah dari sana kita bisa hitung PT nya. Itu bisa jadi salah satu opsi juga," kata Anggota Komisi XII DPR RI itu.

3. Surya Paloh dorong ambang batas parlemen 7 persen

IMG-20260221-WA0288.jpg
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (IDN Times/Aryodamar)

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berharap sistem multipartai di parlemen dapat diubah menjadi lebih sederhana. Menurutnya, hal itu lebih efektif untuk demokrasi.

"Nasdem berpikir sejujurnya dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki," ujar Surya saat ditemui usai peluncuran Safari Ramadan NasDem di DPP NasDem Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).

Surya menyebut fraksi NasDem di DPR masih menggodok pembahasan ambang batas parlemen. Namun, ia mengisyaratkan partainya tetap konsisten dengan sikap sebelumnya, yakni usul ambang batas 7 persen.

"Saya pikir biasanya Nasdem itu harusnya tetap konsisten aja di situ, kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More