Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia Gelar Pertemuan Bahas Narkotika

Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia Gelar Pertemuan Bahas Narkotika
Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia menggelar pertemuan di Malaysia pada 6 hingga 8 April 2026. (Dok. Polda Riau)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia menggelar pertemuan di Malaysia untuk memperkuat kolaborasi penanganan kejahatan lintas negara, terutama narkotika, melalui sistem kerja sama cepat dan real time.
  • Kedua pihak membahas pertukaran informasi intelijen, analisa nomor telepon lintas negara, serta isu strategis seperti terorisme, penyelundupan manusia, dan pelaksanaan hot pursuit lintas batas.
  • Pertemuan juga menyoroti pencegahan radikalisasi anak muda, penanganan karhutla lintas negara, serta memperkuat hubungan historis Riau–Melaka sebagai dasar kolaborasi keamanan regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia menggelar pertemuan di Malaysia pada 6 hingga 8 April 2026. Pertemuan ini dalam rangka memperkuat kolaborasi penanganan kejahatan lintas negara, khususnya narkotika.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, beserta jajaran bertemu langsung dengan sejumlah satuan elite Polis Diraja Malaysia, mulai dari Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN), Special Branch E3, unit counter terrorism E8, hingga Ketua Polis Melaka.

“Kunjungan ini kami lakukan untuk memperkuat kolaborasi konkret, terutama dalam menghadapi peredaran narkotika yang bersifat lintas batas. Kami ingin membangun sistem kerja sama yang lebih cepat, presisi, dan real time antara Indonesia dan Malaysia,” ujar Herry dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2026).

1. Pertukaran informasi intelijen dan analisa nomor telepon lintas negara

Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia Gelar Pertemuan Bahas Narkotika
Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia menggelar pertemuan di Malaysia pada 6 hingga 8 April 2026. (Dok. Polda Riau)

Pertemuan pertama dilakukan dengan JSJN Malaysia yang dipimpin DCP Mat Zani Mohd Salahuddin Che Ali bersama jajaran. Dihadiri SAC Jasmirol Jamaluddin, SAC Mohd Afzanizam Yahaya, ACP Hairy Ramlan, Supt Saravanan, serta ASP Suresh Elumalai.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama dalam penanganan tindak pidana narkotika, termasuk pertukaran informasi intelijen dan analisa nomor telepon lintas negara.

“Kami membutuhkan dukungan informasi dari pihak Malaysia karena karakter kejahatan ini lintas negara. Tanpa kerja sama yang kuat, penanganannya tidak akan optimal,” ujarnya.

2. Terorisme dan penyelundupan manusia juga dibahas

Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia Gelar Pertemuan Bahas Narkotika
Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia menggelar pertemuan di Malaysia pada 6 hingga 8 April 2026. (Dok. Polda Riau)

Selain itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan pelaksanaan hot pursuit terhadap pelaku kejahatan yang melarikan diri melintasi batas negara, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih efektif.

Pada hari yang sama, Kapolda Riau juga melakukan pertemuan dengan Special Branch E3 Malaysia. Pertemuan itu juga membahas isu strategis lintas negara, mulai dari narkotika, terorisme, hingga penyelundupan manusia (people smuggling).

“Jalur masuk ilegal, termasuk wilayah perairan Dumai, menjadi perhatian bersama kedua negara,” kata Herry.

3. Membahas penanaganan terorisme

Polda Riau dan Polis Diraja Malaysia Gelar Pertemuan Bahas Narkotika
ilustrasi Densus 88 (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

Rangkaian kunjungan juga diisi dengan silaturahmi bersama Tan Sri Abdul Hamid Bador dan Datuk Ing, yang membahas refleksi kerja sama penanganan terorisme serta penguatan program deradikalisasi.

Selanjutnya, Kapolda Riau bertemu dengan Unit Counter Terrorism E8 Malaysia, yang mengungkap adanya fenomena baru radikalisasi di kalangan anak muda, termasuk melalui media sosial dan game online.

Kedua pihak sepakat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pertukaran informasi intelijen untuk mendeteksi dini potensi ancaman tersebut.

“Radikalisasi saat ini berkembang dengan pola baru yang menyasar generasi muda. Oleh karena itu, kerja sama intelijen menjadi sangat penting untuk mencegahnya sejak dini,” katanya.

Selain isu kriminalitas, pembahasan juga mencakup isu lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi berdampak lintas negara.

Polda Riau sendiri telah melakukan langkah preventif melalui program Desa Bebas Api serta penegakan hukum terhadap puluhan pelaku pembakaran hutan.

Kapolda bahkan mengundang pihak Malaysia untuk melakukan patroli udara bersama, guna melihat langsung kondisi wilayah serta mengantisipasi dampak kabut asap di kawasan regional.

Puncak kunjungan ditutup dengan pertemuan bersama Ketua Polis Melaka DCP Dzulkhairi Mukhtar. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama keamanan, termasuk dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terorisme, dan kejahatan lintas negara lainnya.

Lulusan Akpol 1996 ini juga menekankan kedekatan historis dan budaya antara Riau dan Melaka sebagai modal sosial dalam membangun kolaborasi yang lebih erat.

“Kita ini satu rumpun Melayu. Silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi jalan untuk menyatukan tujuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More