Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Sampaikan Duka Cita Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Prabowo Sampaikan Duka Cita Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon dan memberikan penghormatan atas dedikasi mereka bagi negara.
  • Pemerintah Indonesia menuntut penyelidikan cepat, transparan, dan menyeluruh terhadap serangan yang menewaskan personel TNI, serta menegaskan pentingnya akuntabilitas penuh atas insiden tersebut.
  • Tiga prajurit TNI gugur dalam dua serangan terpisah di Lebanon Selatan di tengah meningkatnya eskalasi konflik, sementara UNIFIL dan TNI masih melakukan investigasi penyebab kejadian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times — Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menjalankan tugas misi perdamaian di Lebanon.

Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit serta memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas negara.

Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Prabowo melalui story di akun resmi instagram @prabowo, Selasa (31/3/2026).

Prabowo menegaskan pengabdian para prajurit merupakan bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan para prajurit yang telah menjalankan tugas mulia demi perdamaian.

1. Menuntut penyelidikan menyeluruh

Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menuntut penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan di Lebanon yang mengakibatkan gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut.

Indonesia meminta penyelidikan dilakukan secara cepat, transparan, dan menyeluruh guna mengungkap fakta serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui akun X, dikutip Selasa (31/3/2026).

2. Cermin buruknya situasi keamanan di Lebanon

IMG-20260331-WA0008.jpg
Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL (dok. UNIFIL)

Pemerintah juga menyatakan terulangnya serangan keji terhadap personel Indonesia dalam waktu yang singkat adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.

Kedua insiden ini mencerminkan buruknya situasi keamanan yang terjadi di Lebanon.

3. Kronologi 3 prajurit TNI gugur saat bertugas misi UNIFIL di Lebanon

Lebanon, TNI, UNIFIL
Tampak depan markas UNIFIL di area Lebanon. (Dokumentasi Puspen TNI)

Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas untuk misi UNIFIL. Seorang prajurit bernama Praka Farizal Rhomadhon meninggal dalam serangan pada Minggu (30/3/2026). Sementara, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur pada Senin (31/3/2026). Kedua insiden fatal tersebut terjadi dalam 24 jam terakhir.

Adapun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya ketiga prajurit TNI tersebut.

Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden gugurnya Praka Farizal Rhomadhon terjadi di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di Lebanon Selatan. Praka Farizal tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Dalam kejadian tersebut, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Dua prajurit dengan luka ringan dirawat di fasilitas kesehatan Level I UNIFIL, sedangkan prajurit dengan luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St George untuk penanganan lanjutan.

“Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ujar Aulia kepada IDN Times, Senin (30/3/2026).

Aulia menjelaskan, insiden terjadi di tengah situasi saling serang artileri yang meningkatkan tensi keamanan di wilayah tersebut. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut.

Situasi keamanan di Lebanon Selatan memang dilaporkan memanas dalam beberapa waktu terakhir, sehingga meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah tersebut.

“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata dia.

Dalam keterangan terpisah, Aulia menjelaskan kronologi mengenai meninggalnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St George Beirut, Lebanon," ujarnya, hari ini.

Merespons insiden ini, TNI mengimbau agar prajurit yang bertugas mengutamakan keselamatan dan tetap meningkatkan kewaspadaan, sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP).

Selain itu, TNI juga terus memantau perkembangan situasi di Lebanon serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan.

“TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon," imbuh dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More