Prajurit TNI AD Raih Juara 1 MHQ Internasional Militer di Libya

- Prada Nawawi Latifullah dari TNI AD meraih Juara 1 MHQ Internasional ke-2 di Libya pada kategori hafalan 30 juz, mengharumkan nama Indonesia di ajang militer dunia.
- Kompetisi berlangsung 7–13 Maret 2026 di Air Defense College Misrata, diikuti lebih dari 50 prajurit dari berbagai negara dan diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Libya.
- Keberhasilan ini menunjukkan prajurit TNI tak hanya unggul secara militer, tetapi juga memiliki kekuatan mental dan spiritual yang dibina melalui pelatihan intensif sebelum lomba.
Jakarta, IDN Times – Prajurit TNI Angkatan Darat, Prajurit Dua (Prada) Nawawi Latifullah berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional ke-2 bagi personel militer yang digelar di Air Defense College, Kota Misrata, Libya.
Prajurit dari Yonif TP 834/Wakanga Mere, Brigif 21/Komodo, Kodam IX/Udayana tersebut tampil pada kategori hafalan 30 juz dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga ditetapkan sebagai juara pertama dalam kompetisi hafalan Al-Qur’an tingkat militer internasional tersebut.
1. Diselenggarakan Kementerian Pertahanan Libya

Ajang yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Libya itu berlangsung selama enam hari, 7 sampai 13 Maret 2026), dan diikuti lebih dari 50 prajurit militer dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Mauritania, serta sejumlah negara lainnya. Kegiatan tersebut mengusung tema _“Martyrs of the Homeland”_ sebagai bentuk penghormatan kepada para syuhada yang gugur dalam mempertahankan tanah air.
Delegasi TNI dalam kegiatan tersebut dipimpin Kabidbintalroh Pusbintal TNI Kolonel Laut (KH) Chumaidi, dengan peserta Kapten Sus M Affan, Serma Abdi Nasrullah, Sertu Habibi Royani, Serda Dimas Hafiz Ihsan, Kopka Mes Ahmad Mulyadi, Prada Nawawi Latifullah, serta Prada Moh Marzuki Al Farisi yang mengikuti berbagai kategori hafalan Al-Qur’an.
2. Delegasi TNI sempat menjalani pembekalan

Sebelum mengikuti perlombaan, para peserta delegasi TNI terlebih dahulu menjalani pembekalan, pembinaan, serta tahsin Al-Qur’an pada 2 sampai 5 Maret 2026 di Masjid Al Mu’min Jatikarya dan Masjid Al Ikhlas Kompleks SCBD Jakarta Selatan. Pembinaan tersebut dibimbing oleh Ustadz Adi Hidayat, Syekh Syahrir dari Libya, serta Ustadz Ulil Abshar Alhafidz guna mempersiapkan para peserta secara maksimal sebelum mengikuti kompetisi internasional tersebut.
Upacara penutupan kompetisi juga dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Libya Abdul Hamid Dbeibeh yang sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para prajurit dalam menghafal Al-Qur’an serta kontribusinya dalam menegakkan nilai-nilai agama, moralitas, dan disiplin di lingkungan militer.
Komandan Yonif TP 834/Wakanga Mere Letkol Inf Justikhandinata T menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih prajuritnya tersebut. “Kami keluarga besar Yonif TP 834/Wakanga Mere sangat bangga atas prestasi yang diraih Prada Nawawi yang telah mengharumkan nama TNI, khususnya Kodam IX/Udayana, serta bangsa Indonesia di tingkat internasional,” ungkapnya.
3. Kualitas mental dan spiritual yang kuat

Sementara itu Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa prajurit TNI tidak hanya unggul dalam profesionalisme militer, tetapi juga memiliki kualitas mental dan spiritual yang kuat.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kodam IX/Udayana, TNI AD, dan bangsa Indonesia. Keberhasilan Prada Nawawi menunjukkan bahwa prajurit TNI juga mampu berprestasi dan bersaing di bidang keagamaan hingga tingkat internasional. Hal ini sekaligus mencerminkan bahwa pembinaan mental dan spiritual prajurit merupakan bagian penting dalam membentuk karakter prajurit TNI yang profesional, tangguh, dan berintegritas,” tegas Kapendam.

















