Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Austria Vonis Dua Warga Belarus karena Ekspor Ilegal ke Rusia

Austria Vonis Dua Warga Belarus karena Ekspor Ilegal ke Rusia
Bendera Austria (Unsplash.com/Beatriz Miller)
  • Pengadilan Austria memvonis dua warga Belarus atas pelanggaran kontrol ekspor industri ke Rusia; direktur perusahaan dihukum 21 bulan penjara, sedangkan akuntan mendapat 15 bulan masa percobaan.
  • Perusahaan berbasis Wina memakai perusahaan cangkang dan dokumen pengguna akhir palsu melalui beberapa negara untuk mengirim mesin CNC serta alat pemotong logam ke Rostec.
  • Penyelidikan intelijen Austria mengungkap penyelundupan terstruktur sejak 2022; barang industri senilai lebih dari 3,3 juta euro diduga telah dikirim kepada produsen senjata Rusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pengadilan di Austria memvonis bersalah dua warga negara Belarus pada Rabu (12/8/2026). Kedua terdakwa terbukti melanggar aturan kontrol ekspor peralatan industri yang dikirimkan ke wilayah Rusia.

Tindakan hukum ini diambil setelah otoritas setempat berhasil membongkar skema pengiriman ilegal yang mendukung industri militer Moskow. Kasus ini menjadi perhatian internasional dalam penegakan sanksi perdagangan Uni Eropa.

  1. 1. Hakim jatuhkan hukuman penjara dan masa percobaan

    Majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara 21 bulan kepada pria berusia 28 tahun yang menjabat sebagai direktur perusahaan. Sementara akuntan wanita berusia 24 tahun menerima hukuman percobaan 15 bulan.

    Kedua terdakwa mengakui perbuatan mereka di hadapan hakim dan menolak mengajukan banding. Terdakwa utama mengaku hanya menjalankan perintah dari anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan Rusia.

    "Saya benar-benar meminta maaf atas seluruh situasi yang telah terjadi ini," kata terdakwa utama.

  2. 2. Modus penyelundupan mesin CNC lewat perusahaan cangkang

    Perusahaan terdakwa yang berbasis di Wina memanfaatkan jaringan perusahaan cangkang di beberapa negara ketiga. Jalur transit barang ilegal ini melintasi Turki, Uni Emirat Arab, Hong Kong, hingga Kyrgyzstan demi mengelabui produsen Eropa.

    Para pelaku memalsukan dokumen pengguna akhir untuk mengirimkan mesin CNC dan alat pemotong logam khusus. Perangkat canggih tersebut disalurkan ke konglomerat pertahanan Rusia, Rostec, untuk memproduksi komponen mesin rudal serta pesawat tempur.

    "Sangat tidak dapat diterima jika teknologi tinggi Eropa mengalir ke dalam produksi rudal dan sistem pertahanan udara," kata Sekretaris Negara Jörg Leichtfried.

  3. 3. Intelijen sita bukti ekspor ilegal senilai jutaan euro

    Pengungkapan jaringan ini dilakukan oleh badan intelijen dalam negeri Austria setelah penyelidikan mendalam. Aktivitas penyelundupan tersebut diketahui telah berlangsung secara terstruktur sejak tahun 2022.

    Dalam penggerebekan pada Agustus tahun lalu, petugas menyita mesin CNC dan peralatan khusus senilai 140 ribu euro (Rp2,88 miliar). Barang bukti tersebut memperkuat dugaan pelanggaran sanksi perdagangan Uni Eropa.

    "Bukti yang disita menunjukkan bahwa barang industri senilai lebih dari 3,3 juta euro (Rp67,97 miliar) telah dikirimkan kepada produsen senjata Rusia sejak 2022," kata perwakilan Kementerian Dalam Negeri Austria.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More