Pramono Siapkan Lahan 100 Hektare untuk Ketahan Pangan Jakarta di Ciangir

- Pemprov DKI Jakarta akan mengembangkan hampir 100 hektare lahan di Ciangir, Tangerang, menjadi kawasan peternakan terintegrasi yang mencakup sapi, ayam, ikan, dan hortikultura.
- Sekitar 40 hektare dikelola Dinas Lingkungan Hidup untuk pengolahan organik dan maggot, sedangkan 20 hektare dikelola Perumda Dharma Jaya untuk pertanian-peternakan terintegrasi.
- Pembangunan oleh Perumda Dharma Jaya ditargetkan mulai November 2026 dengan investasi hampir Rp1 triliun, didukung kerja sama Jakarta-Banten untuk pasokan pangan.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, akan dikembangkan menjadi Kawasan Peternakan Terintegrasi yang akan dikelola Perumda Dharma Jaya. Kawasan ini akan mengintegrasikan peternakan, budi daya perikanan, dan hortikultura dalam satu ekosistem.
"Terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Gubernur Banten atas koordinasi, kerja sama yang baik untuk mengembangkan tempat ini menjadi tempat untuk ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang akan dikembangkan di sini salah satunya adalah peternakan sapi, kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya," ujar Pramono di Ciangir, Banten, Jumat (31/7/2026)
1. Luas lahan 100 hektare

Pramono menjelaskan, luas lahan Pemprov DKI Jakarta di Ciangir mencapai hampir 100 hektare yang dibagi beberapa fungsi. Dia mengatakan, sekitar 40 hektare lahan dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mendukung pengolahan organik, termasuk melalui budi daya maggot, serta kegiatan pendukung lainnya.
Sementara itu, 20 hektare lahan dikelola Perumda Dharma Jaya untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian dan peternakan terintegrasi guna mendukung ketahanan pangan Jakarta.
"Dan kemudian memang sebagian digunakan sebagai kontribusi Pemerintah DKI Jakarta untuk Kementerian Hukum dan HAM, ada Lapas di sini," kata Pramono
2. Pembangunan untuk peternakan mulai November

Pramono mengatakan, pengembangan kawasan tersebut akan membawa dampak positif bagi pasokan pangan Jakarta maupun Banten. Menurut dia, pembangunan kawasan peternakan terintegrasi oleh Perumda Dharma Jaya ditargetkan mulai berlangsung pada November 2026 dengan nilai investasi hampir Rp1 triliun.
"Tadi penjelasan dari Direktur Utama Dharma Jaya bahwa tempat ini segera akan dibangun kurang lebih mulai bulan November dengan total investasi hampir Rp1 triliun," ujar dia.
3. Jakarta dan Banten miliki hubungan yang saling bergantung

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut baik pengembangan lahan tersebut. Menurut dia, kerja sama antara Jakarta dan Banten sangat penting karena kedua wilayah memiliki hubungan yang saling bergantung.
"Jakarta butuh Banten, Banten juga sangat butuh Jakarta. Warga Banten banyak yang bekerja di Jakarta, kemudian warga Jakarta banyak yang tinggal di Banten," ucap dia.
4. Aset DKI di Banten untuk dukung ketahanan pangan

Andra mengatakan, rencana pengembangan kawasan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dibangun dengan Pramono. Dia mengapresiasi keputusan Pemprov DKI Jakarta yang memilih mengembangkan asetnya di Banten untuk mendukung ketahanan pangan.
"Kami sangat berterima kasih karena memilih lokasi di Provinsi Banten dan kami yakin segala niat baik yang direncanakan oleh Pak Gubernur ini pasti akan bermanfaat bagi kita semua, bagi warga Banten, bagi warga sekitar, dan tentunya bagi Indonesia," ucap dia.




















