Prita Kemal Gani Bicara soal Pendidikan di Forum Perempuan PBB

Jakarta, IDN Times - Dalam rangka merayakan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 8 Maret 2024, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelenggarakan forum perempuan PBB (UN-CSW) yang ke-68 di kantor pusat PBB, New York, Amerika Serikat.
Salah satu sosok yang hadir adalah Chief Executive Officer dan Founder dari London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communications and Business, Prita Kemal Gani.
Di hadapan sekitar 100 peserta dari berbagai delegasi negara-negara di dunia, Prita menyerukan pentingnya peran pendidikan dalam kewirausahaan sebagai upaya percepatan mengatasi kemiskinan. Kehadirannya bertujuan untuk memperjuangkan pendidikan berkualitas bagi perempuan dan anak di Indonesia.
“Ketimpangan pendidikan yang ada di Indonesia dalam sektor pendidikan ini tidak hanya menghambat pertumbuhan pribadi dan potensi individu, tetapi juga terus berlanjutnya kemiskinan sistemik,” kata dia pada forum itu, dikutip dari keterangan resmi LSPR pada 18 Maret 2024.
Apa saja yang dibicarakan Prita pada forum itu? Berikut IDN Times sajikan rangkumannya!
1. Perempuan menempati posisi strategis di Indonesia

Sementara, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giro Rubianto Wiyogo, menyampaikan kehadiran Indonesia dalam forum ini merupakan hal yang istimewa. Sebab, PBB memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk berbagi pengalaman kepada dunia.
Dalam hal ini, Indonesia sendiri diwakili Kowani yang merupakan bagian dari badan dunia di bawah PBB, yaitu Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (Ecosoc).
Sementara, menurut Prita, komposisi penduduk Indonesia memperlihatkan posisi perempuan sangatlah strategis dan menentukan, mengingat jumlah penduduk perempuan mencapai 51 persen dan anak-anak 39 persen dari total populasi 279 juta.
“Berangkat dari fakta itu, diperlukan peran pendidikan yang tepat dan merata untuk mengatasi ketimpangan yang ada,” ujar Prita, yang juga menjabat sebagai Preisdent ASEAN Public Relation Network LSPR.
2. LSPR berinisiatif mewujudkan pendidikan yang berkualitas

Sebagai sosok yang telah giat dalam memperjuangkan kesetaraan pendidikan untuk perempuan dan anak, Prita pun ingin peserta forum UN-CSW ikut serta dalam berjuang bersamanya. Hal ini, menurutnya, dapat dilakukan dengan cara memperluas layanan pendidikan yang berkualitas, terutama melalui pendidikan yang inovatif.
LSPR sendiri, sebagai institusi pendidikan, turut berkomitmen dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas, serta menjembatani ketimpangan pendidikan maupun kesenjangan sosial dan ekonomi Indonesia.
Prita menjelaskan ada tiga inisiatif yang telah dilakukan LSPR untuk mewujudkan ini. Pertama, LSPR menyediakan program beasiswa yang memberikan akses pendidikan kepada warga yang kurang mampu.
Kedua, kegiatan pelatihan keterampilan untuk Usaha Mirko Kecil Menengah (UMKM) yang menggandeng kemitraan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pelatihan ini khususnya untuk orang dewasa yang ingin meningkatkan prospek pekerjaan mereka.
Lalu ada pula inisiatif yang terakhir, yakni komitmen mereka dalam menjadi kampus yang berkelanjutan dan inklusif.
3. LSPR menyediakan Center of Autism Awareness

Prita menyampaikan LSPR menyediakan pendidikan untuk mahasiswa yang berkebutuhan khusus. Mereka dapat belajar tentang keterampilan dalam dunia wirausaha di London School Beyond Academy serta LSPR Center for Autism Awareness.
“Hal lainnya adalah mendirikan Centre for Health and Gender Literacy yang telah menghasilkan beberapa penelitian dan memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah di bidang Komunikasi Kesehatan,” katanya.
Selain itu, Prita berharap, adanya kolaborasi nyata dari semua pihak, termasuk negara-negara anggota PBB lainnya demi mencapai tujuan bersama, yakni memperjuangkan kesetaraan pendidikan untuk anak dan perempuan dalam mengentaskan kemiskinan.















