"Saya akan pastikan aspirasi ini sampai dan ditindaklanjuti sesuai aturan," ujar Nas ketika mencoba menenangkan massa kala itu.
Profil Brigjen Muhammad Nas, Kapuspen Baru TNI Berlatar Intel BAIS

- Brigjen TNI Muhammad Nas resmi menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI sejak 21 Mei 2026, menggantikan Mayjen Aulia Dwi Nasrullah yang kini menjadi Wakil Kepala BAIS.
- Nas dikenal berpengalaman di bidang intelijen militer, pernah bertugas di BAIS TNI, Kodam II/Sriwijaya, serta memimpin Kodim di Banda Aceh dan Jember selama kariernya.
- Ia sempat menarik perhatian publik saat menenangkan demonstran ojek daring pada Agustus 2025 dan tercatat memiliki harta kekayaan Rp1,6 miliar berdasarkan laporan ke KPK tahun 2025.
Jakarta, IDN Times - Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas mengenalkan diri kepada media pada Selasa (9/6/2026) sebagai Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI di Balai Wartawan, Cilangkap, Jakarta Timur. Ia dilantik oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada 21 Mei 2026 lalu. Nas menggantikan Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah yang kini duduk sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS).
"Ini merupakan acara perkenalan kepada teman-teman media," ujar Nas ketika menyapa para jurnalis.
Nas lahir di Koto Malintang pada 7 Juni 1976. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) itu merupakan lulusan Akademi Militer 1998. Sepanjang kariernya Nas dikenal memiliki pengalaman panjang di korps infanteri dengan kompetensi di bidang intelijen militer.
Sebelum dipromosikan sebagai Kapuspen Mabes TNI, Nas menduduki jabatan sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Berikut profil dan rekam jejak Nas selama berkarier di dunia militer.
1. Nas pernah bertugas di BAIS TNI

Sama seperti Aulia, Nas juga pernah berkarier di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Ia tercatat pernah menjabat perwira pembantu utama Utama A-2 di BAIS TNI pada 2025.
Nas juga pernah menduduki posisi sebagai Asintel Kepala Staf Komando Daerah Militer II/Sriwijaya. Ia pernah pula bertugas di Aceh sebagai Komandan Kodim 0101/Banda Aceh pada periode 2021 hingga 2022. Pada 2016 lalu, Nas menduduki jabatan sebagai Komandan Kodim 0824/Jember.
2. Pernah jadi sorotan ketika ikut tenangkan demonstran di depan Mako Brimob Kwitang

Sosok Nas menjadi sorotan publik ketika ikut menenangkan para demonstran dalam aksi demo besar-besaran Agustus 2025 lalu. Jenderal bintang satu itu berkomunikasi dengan ribuan demonstran dari unsur pengemudi ojek daring. Mereka marah ketika salah satu kolegannya, Affan, tewas dilindas mobil rantis Brimob.
Massa ketika itu menuntut transparansi proses penegakan hukum terhadap anggota kepolisian yang terlibat dalam tewasnya Affan. Mereka juga mendesak pembebasan pelajar dan warga yang ditahan selama aksi.
Setelah dimediasi, massa diarahkan untuk membubarkan diri dengan tertib. Di momen itulah suasana berubah haru saat seorang pengemudi ojek online tiba-tiba menyampaikan ucapan terima kasih.
"Terima kasih Bapak sudah hadir dan meredam massa agar tidak jatuh korban lagi," ujar seorang pengemudi ojek daring kepada Nas.
3. Nas punya harta Rp1,6 miliar pada 2025

Sementara, berdasarkan penelusuran IDN Times, Nas tercatat sudah dua kali melaporkan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Data terbaru pada 2025, Nas melaporkan mempunyai harta kekayaan mencapai Rp1.672.000.000 (Rp1,6 miliar).
Harta paling besar yang dimiliki Nas berupa tanah dan bangunan di Depok seluas 248 meter persegi/340 meter persegi. Nilai aset tersebut mencapai Rp744 juta.
Nas melaporkan hanya memiliki satu kendaraan roda empat yakni Toyota Fortuner keluaran tahun 2021 senilai Rp350 juta. Kendaraan itu dibeli dengan dananya sendiri.
Ada pula harta berupa kas dan setara kas mencapai Rp578 juta. Nas melaporkan ke komisi antirasuah tak memiliki utang. Sehingga bila diakumulasi harta yang dilaporkan mencapai Rp1.672.000.000.
















