Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Program PSPP Renovasi 750 SMK dan 150 SLB, Bikin Sekolah Nyaman

Kemendikdasmen merenovasi ratusan SMK/SLB. (dok. Kemendikdasmen)
Kemendikdasmen merenovasi ratusan SMK/SLB. (dok. Kemendikdasmen)
Intinya sih...
  • Lebih dari 750 SMK dan 150 SLB di Indonesia mendapatkan Program Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan (PSPP) untuk meningkatkan proses pembelajaran.
  • Program PSPP mencakup pembangunan ruangan belajar, ruang praktik, toilet, dan kantin sekolah guna meningkatkan kompetensi siswa.
  • Peluncuran program PHTC di Bogor juga dilakukan bersama dengan agenda groundbreaking pada 11 titik satuan pendidikan di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lebih dari 750 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia dan 150 sekolah luar biasa (SLB) mendapatkan Program Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan (PSPP).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin mengatakan agar proses pembelajaran siswa dapat berjalan lebih baik dalam mencapai standar mutu yang diharapkan. 

"Sementara itu, untuk sanggar kegiatan belajar (SKB) dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), akan dialokasikan kepada lebih dari 50 satuan pendidikan," ujarnya dalam keterangan, Senin (5/5/2025).

1. Perbaikan ruangan sampai toilet

Kemendikdasmen merenovasi ratusan SMK/SLB. (dok. Kemendikdasmen)
Kemendikdasmen merenovasi ratusan SMK/SLB. (dok. Kemendikdasmen)

Dia mengatakan bahwa sasaran Program PSPP sangat beragam, mulai dari pembangunan dan perbaikan ruangan belajar, pembangunan ruang praktik, toilet sekolah, hingga kantin sekolah.

“Semuanya itu tidak hanya demi menghadirkan sekolah yang nyaman, tetapi juga meningkatkan kompetensi siswa yang dapat berimbas pada kebekerjaan siswa," ucapnya.

"Program Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan ini akan memberikan dampak pada proses pembelajaran yang lebih berkualitas untuk lulusan pendidikan vokasi PKPLK yang terampil, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Tatang.

2. Sebelas SMK akan direnovasi

Kemendikdasmen merenovasi ratusan SMK/SLB. (dok. Kemendikdasmen)
Kemendikdasmen merenovasi ratusan SMK/SLB. (dok. Kemendikdasmen)

Bersamaan dengan agenda peluncuran program PHTC di Bogor, turut dilakukan agenda groundbreaking pada 11 titik satuan pendidikan di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK. 

Kesebelas titik tersebut adalah SMKN 3 Banda Aceh (Aceh), SMKN 3 Banyumas (Jawa Tengah), SMKN 2 Banjarbaru (Kalimantan Selatan), SMKN 3 Kupang (Nusa Tenggara Timur), SLB Putra Bakti (Lampung), SLBN Slawi (Jawa Tengah), SLB YPAC Makassar (Sulawesi Selatan), SKB H. Dariyah (Aceh), SKB Kebumen (Sulawesi Selatan), SKB Biringkanaya (Sulawesi Selatan), dan PKBM Al-Firdaus (Kalimantan Selatan).

3. Perbaikan bisa menunjang aktivitas pembelajaran di PKBM

Kemendikdasmen merenovasi ratusan SMK/SLB. (dok. Kemendikdasmen)
Kemendikdasmen merenovasi ratusan SMK/SLB. (dok. Kemendikdasmen)

Kepala PKBM Al-Firdaus, Aar Apriani, mengatakan bahwa program ini akan mendatangkan banyak manfaat dalam peningkatan aktivitas pembelajaran bagi warga belajar di PKBM tersebut. 

Proses perbaikan bangunan yang dilakukan, lanjut Aar, diharapkan dapat menopang aktivitas pembelajaran dan kegiatan lain di satuan pendidikan nonformal tersebut.

“Ruangan belajar kita sangat kecil di sini dan hanya dua kelas. Sejauh ini mengatur waktu pembelajaran dari Kamis sampai Sabtu. Di rombel (desa) lain kita atur Senin sampai Rabu, atau Sabtu sampai Senin, tergantung kesepakatan. Kita pakai fasilitas desa atau fasilitas sekolah yang ada di sana,” terang Aar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dini Suciatiningrum
Dwi Agustiar
Dini Suciatiningrum
EditorDini Suciatiningrum
Follow Us