Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pramono Hadirkan Ruang Publik Inklusif lewat Taman Bendera Pusaka

Pramono Hadirkan Ruang Publik Inklusif lewat Taman Bendera Pusaka
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Taman Bendera Pusaka, ruang terbuka hijau hasil integrasi tiga taman di Jakarta Selatan, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat, Sabtu (14/3). (dok. Pemprov DKI Jakarta).
Intinya Sih
5W1H
  • Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan hasil integrasi tiga taman ikonik seluas 5,6 hektare, dirancang sebagai ruang publik inklusif dengan fasilitas olahraga dan area komunitas.
  • Konsep taman terinspirasi filosofi Merah Putih dengan dua zona, merah yang aktif dan putih yang tenang, dilengkapi patung Fatmawati serta vegetasi beragam termasuk pohon langka.
  • Taman ini juga berfungsi ekologis dan pengendalian banjir melalui sistem pengaturan air, sungai buatan, serta instalasi pengolahan air limbah untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Ruang terbuka hijau kini menjadi tempat favorit warga Jakarta untuk sejenak melepas penat dari padatnya aktivitas kota, mulai dari olahraga, istirahat, hingga berkumpul bersama teman atau keluarga.

Salah satu taman yang sering dikunjungi adalah Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan. Taman ini merupakan hasil integrasi tiga taman ikonik, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat. Dengan luas mencapai 5,6 hektare, kawasan tersebut menjadi ruang publik yang nyaman, inklusif, dan mudah diakses warga.

Berikut sejumlah fasilitas dan konsep yang dihadirkan di taman tersebut.

1. Sarana Olahraga

tfIiWryPd4YkPie8QsgJnbWHWihCTn6W.jpg
Pengunjung melintasi skybridge yang menghubungan Taman Ayodya dan Taman Langsat. (dok. beritajakarta.id)

Selain jogging track, terdapat lapangan padel, lapangan multifungsi untuk basket, tenis, dan bulu tangkis. Ada juga amphitheater untuk kegiatan komunitas maupun pertunjukan.

Taman ini juga memiliki terowongan penghubung yang memudahkan pengunjung menjelajahi seluruh kawasan tanpa harus keluar area taman.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan Taman Bendera Pusaka sengaja dirancang sebagai ruang publik untuk berbagai aktivitas.

“Taman ini diharapkan menjadi salah satu pilihan ruang publik bagi warga Jakarta untuk berolahraga maupun beraktivitas,” ujar Pramono.

2. Filosofi Merah Putih

siaranpers_pemprov_dki-20260314192623_lz4p37_830.jpeg
Patung Ibu Fatmawati di Taman Bendera Pusaka, didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada sosok penjahit Bendera Pusaka Merah Putih. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Konsep Taman Bendera Pusaka terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih. Pramono menjelaskan, taman ini dibagi menjadi dua zona utama, yakni zona merah yang aktif dan dinamis serta zona putih yang tenang dan reflektif.

Kedua area dihubungkan dengan jalur pedestrian, jembatan penghubung, hingga ruang terbuka yang nyaman agar pengunjung dapat menikmati seluruh kawasan dengan lebih leluasa.

Kawasan taman dipenuhi berbagai elemen vegetasi. Terdapat sekitar 285 pohon dari 12 jenis tanaman berbeda, termasuk beberapa pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi.

Di area taman juga berdiri patung Fatmawati sebagai bentuk penghormatan kepada penjahit Bendera Pusaka Merah Putih. Patung tersebut dibuat oleh Teguh Ostenrik, sementara desain arsitekturnya dirancang oleh Yori Antar.

3. Fungsi Ekologis dan Pengendalian Banjir

lsCfgR2KAEh3wVcOMlq1cfB2C9NtkWhj.jpg
Pengunjung bersantai di Taman Bendera Pusaka. (dok. beritajakarta.id)

Selain menjadi ruang publik baru, Taman Bendera Pusaka memiliki fungsi ekologis dan pengendalian banjir di kawasan Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta, Vera Refina Sari, mengatakan revitalisasi taman menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Proyek ini bukan sekadar renovasi taman, tetapi sebuah kelahiran kembali kawasan Barito menjadi ruang publik yang lebih hidup, multifungsi, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Vera menjelaskan, kawasan tersebut sebelumnya kerap mengalami genangan saat hujan deras. Karena itu, taman juga dirancang sebagai sistem pengendalian banjir terpadu yang ramah lingkungan.

Taman Bendera Pusaka dilengkapi sistem pengaturan air, sungai buatan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk menampung dan memurnikan limpasan air hujan sebelum dialirkan ke saluran umum. (WEB)

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan

Related Articles

See More