Dua Polisi Pengawal Vaksinasi Polio Tewas Ditembak di Pakistan

- Dua polisi pengawal vaksinasi polio tewas ditembak di Distrik Bajaur, Pakistan, saat mengamankan tim kesehatan pada hari pertama program vaksinasi nasional yang menargetkan 19 juta anak.
- Wilayah Pakistan dan Afghanistan masih menghadapi tantangan keamanan dalam pemberantasan polio, meski kasusnya turun drastis hingga hanya tiga kasus tercatat pada pertengahan tahun 2026.
- Pemerintah Pakistan menegaskan program vaksinasi tetap berlanjut meski terjadi serangan, serta memperketat keamanan dan memburu pelaku penembakan untuk memastikan kelancaran kampanye kesehatan nasional.
Jakarta, IDN Times - Dua anggota kepolisian yang bertugas mengamankan tim vaksinasi polio tewas dalam penembakan di Distrik Bajaur, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Senin (18/5/2026). Keduanya diserang di dua lokasi berbeda oleh pelaku bersenjata yang hingga kini belum teridentifikasi.
Insiden tersebut bertepatan dengan hari pertama program vaksinasi polio nasional yang menyasar lebih dari 19 juta anak di 79 kabupaten berisiko tinggi di Pakistan. Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bersenjata itu.
1. Kronologi penembakan dua polisi
Serangan pertama berlokasi di daerah Qila Nazakai, wilayah Salarzai. Polisi bernama Syed Aziz ditembak oleh orang tidak dikenal saat sedang mengamankan tim vaksinasi, dan dinyatakan tewas di tempat.
Dua jam berselang, serangan kedua menyasar polisi bernama Syed Qadir Shah di Desa Tabei. Pelaku menembaknya saat korban sedang dalam perjalanan pulang setelah selesai bertugas mengawal tim vaksinasi di lapangan.
Kepala Polisi Distrik Bajaur, Muhammad Khalid, mengonfirmasi kedua insiden tersebut kepada media.
"Saat polisi melakukan penyelidikan di lokasi pertama, serangan kedua terjadi di Desa Tabei. Polisi bernama Syed Qadir Shah yang baru kembali dari tugas pengawalan polio ditembak hingga tewas," kata Khalid, dikutip dari The Express Tribune.
Kedua jenazah telah dimakamkan melalui upacara penghormatan kepolisian yang turut dihadiri oleh pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan partai politik setempat.
2. Tantangan pemberantasan polio di kawasan rawan
Pakistan dan Afghanistan merupakan dua negara yang belum sepenuhnya terbebas dari penyakit polio. Pelaksanaan vaksinasi di wilayah ini kerap menghadapi tantangan keamanan, di mana serangan terhadap petugas kesehatan maupun aparat pengawal sudah terjadi selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.
Program vaksinasi yang saat ini berjalan dipimpin oleh Pusat Operasi Darurat Nasional (NEOC) untuk Pemberantasan Polio. Sekitar 160 ribu petugas dikerahkan untuk memberikan vaksin polio tetes secara langsung dari rumah ke rumah di wilayah sasaran.
Secara nasional, Pakistan sebenarnya telah mencatat kemajuan penanganan yang signifikan. Kasus polio tahunan turun drastis dari 20 ribu kasus pada awal 1990-an menjadi 31 kasus pada 2025, dan hanya tercatat tiga kasus hingga pertengahan tahun 2026 ini.
3. Pemerintah pastikan program vaksinasi tetap berlanjut
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, menyampaikan belasungkawa dan menyayangkan adanya serangan terhadap aparat yang sedang bertugas melindungi kesehatan anak-anak.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menghentikan langkah pemerintah.
"Pemerintah akan melanjutkan program pemberantasan polio di negara ini secara penuh. Pemerintah bertekad kuat untuk menghentikan seluruh ancaman terorisme," tegas Sharif, dilansir Daily Times.
Sementara itu, Ketua Menteri Khyber Pakhtunkhwa, Sohail Afridi, telah menginstruksikan kepolisian untuk menyusun laporan lengkap terkait insiden ini guna mengusut tuntas para pelaku.
"Menyerang petugas yang sedang menjalankan tugas negara adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Kelompok bersenjata tidak akan berhasil menghentikan program kesehatan ini," ujar Afridi.
Saat ini, kepolisian masih memburu pelaku di kawasan Salarzai dan sekitarnya. Pihak berwenang juga telah memperketat penjagaan keamanan untuk memastikan sisa jadwal program vaksinasi polio dapat berjalan dengan aman.



















