CEK FAKTA: Benarkah Model MUA Jan De Vries Korban Begal di Jakbar?

- RS Sumber Waras menegaskan tidak ada pasien bernama Ansy Jan De Vries, membantah kabar bahwa ia dirawat akibat pembegalan di Jakarta Barat.
- Polda Metro Jaya menemukan bahwa cerita pembegalan dibuat karena motif iseng dan keinginan mengikuti isu begal yang sedang viral, bukan kejadian nyata.
- Polisi memberikan pendampingan psikologis kepada Ansy serta mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan tidak mudah menyebarkan informasi tanpa verifikasi di media sosial.
Jakarta, IDN Times – Seorang model makeup artist (MUA), Ansy Jan De Vries, dikabarkan menjadi korban pembegalan brutal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar).
Dalam narasi yang viral di Threads oleh akun @annastasyab.d, korban disebut dibacok orang tak dikenal saat pulang kerja menggunakan ojek online. Cerita itu menyebar luas dan memicu kekhawatiran publik.
Apalagi, korban mengalami luka serius hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Sumber Waras.
Lalu, apakah benar Ansy Jan De Vries jadi korban begal?
1. RS Sumber Waras bantah ada pasien Ansy Jan De Vries

Rumah Sakit (RS) Sumber Waras membantah informasi yang menyebut korban sempat dirawat di RS tersebut. Pihak manajemen memastikan nama Ansy Jan De Vries tidak ditemukan dalam data pasien RS, baik pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Legal RS Sumber Waras, Tri Nurmansyah, mengatakan, pihaknya telah melakukan penelusuran internal setelah isu tersebut ramai beredar di media sosial (medsos).
“Pasien yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut tidak ada dalam data pasien yang sedang berobat ataupun yang telah berobat di Rumah Sakit Sumber Waras,” kata dia, Rabu (20/5/2026).
2. Polda Metro ungkap motif iseng

Merespons viralnya kabar itu, Polda Metro Jaya bersama Direktorat PPA dan PPO, Satres PPA Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, tim psikologi hingga dokter kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap Ansy.
Hasil pendalaman polisi mengungkap bahwa narasi pembegalan tersebut dibuat bukan karena ada kejadian nyata, melainkan hanya dilatarbelakangi rasa iseng dan keinginan mengikuti isu begal yang sedang ramai dibicarakan.
"Apa motifnya, yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal. Hal ini sudah didatangi, dan sudah dilakukan pendalaman. Jadi kita putuskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu malam.
"Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya," ucap dia.
3. Polda Metro imbau masyarakat bijak menggunakan media sosial

Meski dipastikan bukan korban kejahatan, polisi tetap memberikan pendampingan psikologis terhadap Ansy. Polda Metro Jaya sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Polda Metro Jaya sudah hadir untuk melakukan pendampingan psikologis kepada yang bersangkutan dan kami putuskan, simpulkan dari hasil pendalaman bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana," kata dia.
Berdasarkan cek fakta tersebut, informasi Ansy Jan De Vries jadi korban begal adalah tidak benar.
Pihak rumah sakit menegaskan tak ada nama Ansy terdaftar sebagai pasiennya. Polda Metro juga memperkuat dengan melakukan pemeriksaan terhadap Ansy. Hasilnya, Ansy mengaku hanya iseng dengan motif hanya ingin mengglorifikasi isu begal di Jakarta.



















