1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
Menko Djamari: Pemerintah Terus Cari Jalan Bebaskan 9 WNI dari Israel

- Pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional untuk membebaskan sembilan WNI yang ditangkap militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza.
- Menlu Sugiono menjalin koordinasi dengan Yordania, Turki, serta organisasi HAM Adalah di Israel guna memperoleh informasi dan bantuan hukum terkait kondisi para aktivis yang masih ditahan.
- Laporan Anadolu menyebut ratusan aktivis, termasuk sembilan WNI dari berbagai lembaga kemanusiaan dan media Indonesia, dibawa ke Pelabuhan Ashdod oleh militer Israel setelah penangkapan di perairan internasional.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap insiden penangkapan sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Sejak Senin dan Selasa kemarin mereka diculik oleh militer Israel ketika hendak menuju ke Gaza, Palestina.
Djamari menyebut pemerintah akan menempuh semua jalan untuk membebaskan mereka.
"Pemerintah akan menempuh jalur diplomatik, hukum dan komunikasi internasional yang tersedia dengan tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers serta prinsip-prinsip kemanusiaan," ujar Djamari di dalam keterangan pada Rabu (20/5/2026).
Ia juga mendukung langkah dan pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono yang mengecam pencegatan armada Global Sumud Flotilla 2.0. Kecaman itu disampaikan Indonesia bersama sejumlah negara sahabat.
Di sisi lain, Sugiono mengakui terus berkoordinasi dengan negara lain yang warganya ikut ditahan bersama WNI. Meski begitu, informasi yang diperoleh masih minim.
"Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas," ujar Sugiono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada hari ini.
1. Indonesia sudah berkomunikasi dengan otoritas Yordania dan Turki

Lebih lanjut, Sugiono mengatakan Pemerintah Indonesia telah menjalin komunikasi dengan pihak di Yordania dan Turki guna memperoleh perkembangan terbaru mengenai para aktivis yang ditahan Israel. Selain melalui jalur antar pemerintah, Indonesia juga berkomunikasi dengan kelompok HAM yang berbasis di Israel bernama Adalah. Organisasi itu, kata Sugiono, memiliki pengacara yang pernah menangani insiden serupa tahun 2025 lalu.
Indonesia turut mengandalkan bantuan negara-negara yang sebelumnya pernah mengalami kasus serupa terhadap warga negaranya.
"Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negaranya," ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra tersebut.
Sugiono juga mengapresiasi langkah para aktivis yang tergabung dalam GSF karena dinilai membawa semangat kemanusiaan untuk membantu warga Palestina, khususnya di Gaza. Sebab, para aktivis dan jurnalis itu sedang menciptakan situasi yang lebih baik bagi warga Palestina. Ia pun berharap seluruh WNI dalam kondisi baik dan dapat dipulangkan segera ke Tanah Air.
"Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat," imbuhnya.
2. Militer Israel bawa ratusan aktivis ke Pelabuhan Ashdod

Sementara, laporan dari kantor berita Turki, Anadolu, mengungkap ratusan aktivis yang telah ditangkap oleh militer Israel akan dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod. Lokasinya berjarak 40 kilometer dari selatan ibu kota Tel Aviv.
Kelompok HAM berbasis di Israel, Adalah, mengatakan para aktivis yang berencana membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, malah diculik di perairan internasional dan dipindahkan begitu saja ke teritori negara zionis tersebut. Namun, keberadaan ratusan aktivis, status hukum dan kondisi fisik mereka saat ini dibatasi oleh otoritas Israel.
"Kelompok HAM itu mengatakan staf dan relawan pengacara telah diberikan akses untuk boleh masuk ke Pelabuhan Ashdod dan dapat menemui para aktivis. Mereka juga bisa mendiskusikan isu hukum menyangkut status mereka," demikian isi laporan Anadolu pada Rabu (20/5/2026).
Adalah juga disebut akan menggugat keabsahan penahanan ratusan aktivis tersebut dan menutut mereka semua segera dibebaskan. Berdasarkan penyelenggara Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ada 50 kapal berbeda yang membawa 428 individu dari 44 negara menuju ke Gaza. Sembilan di antaranya berasal dari Indonesia.
3. Daftar sembilan WNI yang diculik oleh militer Israel

Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan diculik oleh militer Israel:
2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad
5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad
6. Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize
7. Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk
8. Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk
9. Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk


















