Sah! MBG Cuma Disalurkan 5 Hari untuk Anak Sekolah

- Pemerintah memutuskan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah hanya lima hari seminggu, tidak lagi mencakup hari libur.
- Wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi tetap bisa menerima MBG hingga enam hari, menyesuaikan kebutuhan lokal.
- Pemangkasan durasi penyaluran MBG diperkirakan menghemat anggaran sekitar Rp20 triliun dari total APBN 2026 sebesar Rp268 triliun.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah memangkas penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah dari enam hari menjadi lima hari.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan penyaluran MBG bagi siswa tak lagi disalurkan saat hari libur.
“Dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin kan enam hari, hari libur dikasih juga, itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu kita putuskan, MBG itu hari sekolah,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Namun, ada pengecualian untuk penyaluran MBG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), di mana penyaluran bisa tetap dilaksanakan selama enam hari.
“Tetapi yang 3T dan yang tinggi sekali stuntingnya, tentu ada penanganan khusus. Selain 5 hari sekolah, kalau diperlukan bisa saja ditambah lagi 1 hari,” ujar Zulhas.
Adapun penyaluran MBG untuk sekolah berbasis asrama atau pondok bisa disesuaikan, yakni 5 hari atau 6 hari.
“Pondok, tergantung pondok juga, ada yang 5 hari, ada yang 6 hari,” ucap Zulhas.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan dengan pemangkasan itu, maka ada penghematan anggaran MBG sekitar Rp20 triliun tahun ini. Sebelumnya, anggaran MBG dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp268 triliun.
“Ya kita prediksi kurang lebih Rp20 triliun per tahun, dihitung dari April. Kan yang 3 bulan sudah jalan,” tutur Dadan.

















