Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SBY Kenang Jasa Hermanto Dardak Membangun Infrastruktur Indonesia

SBY Kenang Jasa Hermanto Dardak Membangun Infrastruktur Indonesia
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (Twitter.com/S. B. Yudhoyono)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut mengenang jasa Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010—2014 Achmad Hermanto Dardak, yang semasa hidupnya berperan membangun infrastruktur Indonesia.

Menurut SBY, Hermanto Dardak semasa bertugas dalam pemerintahan berkonsentrasi pada pembangunan Jalan Transsumatra, Tol Jawa, dan Jalan Lintasan, bahkan membangun Indonesia bagian timur yang saat itu memang memerlukan percepatan pembangunan.

"Saya masih ingat, almarhum ini berkonsentrasi pada pembangunan Transsumatra, Jalan Tol Jawa, kemudian Jalan Lintas Selatan yang memang memerlukan percepatan pembangunan, bahkan Indonesia bagian timur," kata SBY saat melayat ke rumah duka di Jakarta, Sabtu (20/8/2022) malam, seperi dilansir ANTARA.

1. Negara punya masterplan pembangunan berkat jasa Hermanto Dardak

Hermanto Dardak saat menerima buku biografi Soehasojo. (IDN Times/bt)
Hermanto Dardak saat menerima buku biografi Soehasojo. (IDN Times/bt)

SBY melanjutkan, Hermanto Dardak tidak hanya melaksanakan berbagai pembangunan tersebut saat dia menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum, tetapi juga ikut mengembangkannya melalui rancangan pembangunan yang besar (masterplan).

"Beliau bukan hanya melaksanakan pembangunan awal yang kemudian alhamdulillah dilanjutkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo, melainkan juga ikut menggodoknya sehingga negara mempunyai rancangan strategis dan rancangan besar atau masterplan," kata dia.

Adapun rancangan besar itu adalah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Melalui MP3EI, SBY mengatakan Indonesia dapat memiliki arahan dan tahapan pembangunan yang benar

"Selebihnya, beliau aktif sebagai profesional menjalankan tugas-tugas publik, bukan hanya jalan, melainkan juga bendungan dan banyak sekali," tambah dia.

2. Indonesia kehilangan sosok yang cakap dan peduli pada pembangunan ekonomi

Hermanto Dardak masih sempat memberikan sambutan di acara peluncuran buku di USM. (IDN Times/bt)
Hermanto Dardak masih sempat memberikan sambutan di acara peluncuran buku di USM. (IDN Times/bt)

Menurut SBY, dengan wafatnya Hermanto Dardak, Indonesia telah kehilangan salah satu putra bangsa yang cakap pada bidangnya serta peduli pada pembangunan ekonomi, terutama infrastruktur.

"Itulah yang harus saya sampaikan dan saya sampaikan juga kepada keluarga Bu Hermanto dan putra/putrinya bahwa almarhum memiliki andil dan jasa yang besar ketika mengemban tugas pemerintah," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Hermanto Dardak, yang merupakan ayah dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

SBY meyakini, melalui doa bersama dari bangsa Indonesia, almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, serta diterima pula amal dan ibadahnya.

Selain SBY, tampak juga hadir melayat Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Boediono dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

3. Meninggal akibat kecelakaan di tol

Hermanto Dardak (Instagram Emil Dardak)
Hermanto Dardak (Instagram Emil Dardak)

Hermanto Dardak dikabarkan meninggal akibat kecelakaan di ruas Jalan Tol Pemalang-Batang pada Sabtu dini hari, 20 Agusts 2022.

Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (21/8/2022) pagi.

Prosesi pemakaman dipimpin langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Tampak sejumlah tokoh menghadiri pemakaman Hermanto, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bersama istrinya, Anissa Pohan.

Basuki mengenang, Hermanto Dardak semasa hidupnya adalah sosok yang penuh kontribusi, terutama di PUPR. Almarhum juga mengemban tugas sebagai Ketua Tim Pengarah Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

"Beliau sampai akhir hayatnya masih jadi ASN PUPR, kemudian sekarang beliau jadi Ketua Tim Pengarah Satgas Pembangunan IKN. Jadi tetap beliau ada pengabdiannya di PU," ujar Basuki.

Menurut Basuki, meninggalnya Hermanto Dardak membuatnya merasa kehilangan. Sebagai rekan sejawat, Basuki menganggap Hermanto Dardak sebagai sosok wadah pemikir (think tank) di Kementerian PUPR.

"Seluruh keluarga besar Kementerian PUPR kehilangan beliau. Apalagi beliau adalah sosok think tank di PUPR. Kami semua memang menganggap beliau seperti itu," ujar Basuki.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More

Eks Pimpinan BGN Sony Sanjaya Bungkam Usai Diperiksa Kejagung 10 Jam

18 Jun 2026, 19:40 WIBNews