Sekolah Terdampak Bencana Siap Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

- Kemendikdasmen menegaskan kesiapan sekolah di Sumatra melanjutkan pembelajaran pascabencana berkat kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan melalui fasilitas darurat serta pendampingan guru dan siswa.
- SDN 158498 Aek Tolang dan SMAN 1 Batang Anai tetap menjalankan KBM dengan penyesuaian kurikulum mandiri, asesmen fleksibel, serta pemanfaatan tenda darurat dan lokasi sementara untuk belajar.
- Pemerintah memberikan dukungan berupa pembangunan ruang kelas baru, bantuan biaya normalisasi, distribusi perlengkapan siswa, hingga layanan pemulihan trauma bagi guru dan peserta didik.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengungkapkan kesiapan satuan pendidikan melanjutkan pembelajaran pascabencana di wilayah Sumatra menunjukkan perkembangan yang positif. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan, menjadi fondasi utama dalam memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat segera pulih dan berjalan kembali secara optimal, melalui dukungan fasilitas darurat, pemulihan infrastruktur, serta pendampingan bagi guru dan siswa.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SD Negeri 158498 Aek Tolang, Sumatra Utara, Hayati, memastikan pembelajaran telah kembali berjalan normal sejak Januari 2026.
"Sekolah kami sempat melaksanakan pembelajaran di tenda darurat pada Desember 2025. Namun, sejak Januari 2026 KBM sudah berjalan seperti biasanya di sekolah," ujarnya dalam keterangan yang disampaikan, Minggu (29/3/2026).
1. Asesmen dalam kurikulum mandiri

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga telah menerapkan pembelajaran adaptif dengan menyesuaikan kurikulum secara mandiri. Asesmen juga dilakukan secara sederhana dan fleksibel, mengacu pada petunjuk teknis pembelajaran untuk satuan pendidikan terdampak bencana yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain kesiapan dari sisi pembelajaran, dukungan pemerintah turut memperkuat proses pemulihan.
"Bantuan pemerintah berupa uang tunai untuk kebersihan lingkungan sekolah, dan untuk kebutuhan siswa seperti seragam sekolah," kata Hayati.
2. Pembelajaran tetap berlangsung di tengah kondisi pascabencana

SDN 158498 Aek Tolang juga menerima dukungan lanjutan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan berupa pembangunan dua ruang kelas baru, toilet, serta penataan lingkungan sekolah, yang semakin menunjang kesiapan pembelajaran secara berkelanjutan.
Di Sumatra Barat, kesiapan pembelajaran juga ditunjukkan oleh SMAN 1 Batang Anai. Kepala SMAN 1 Batang Anai, Zulbaidah, menyampaikan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung di tengah kondisi pascabencana.
Sebanyak 10 rombongan belajar (rombel) saat ini menempati Asrama Haji Kabupaten Padang Pariaman, sementara sebagian lainnya belajar di tenda darurat yang difasilitasi oleh Kemendikdasmen. Dalam proses pembelajaran, sekolah melakukan penyesuaian dengan mengurangi durasi waktu belajar serta memfokuskan pada materi esensial.
3. Layanan pemulihan trauma dan fasilitas untuk siswa

Zulbaidah mengungkapkan SMAN 1 Batang Anai mengacu pada buku panduan pembelajaran dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kemendikdasmen sebagai pedoman utama. Kesiapan ini juga diperkuat melalui berbagai dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, mulai dari bantuan biaya normalisasi, distribusi bantuan bagi siswa, layanan pengobatan trauma untuk guru dan siswa, hingga penyediaan tenda sebagai ruang belajar darurat.
"Pemerintah daerah turut mendukung melalui normalisasi dengan bantuan alat berat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta fasilitasi lokasi pembelajaran sementara," ujar Zulbaidah.
















