Sempat Dirawat, Korban Kebakaran SPBE di Bekasi Meninggal

- Satu orang bernama Suyadi, sekuriti SPBE di Bekasi, meninggal dunia akibat luka bakar parah setelah kebakaran dan ledakan pada 1 April 2026.
- Korban mengalami luka bakar hingga 90 persen dan sempat dirawat intensif di dua fasilitas kesehatan sebelum akhirnya meninggal dunia.
- Kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran gas yang tersulut korsleting listrik, menyebabkan ledakan besar dan kerusakan berat di area SPBE.
Bekasi, IDN Times - Satu orang dinyatakan tewas akibat kebakaran yang disertai ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu, 1 April 2026 lalu.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan korban atas nama Suyadi, 62 tahun, tewas setelah mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar yang dideritanya.
"Kemarin kami berduka cita meninggalnya satu orang yang bernama Suyadi, dia adalah merupakan sekuriti, dan sudah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan, sudah lakukan kemarin langsung di kubur tadi malam," katanya, Senin (6/4/2026).
1. Korban mengalami luka bakar hingga 90 persen

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengatakan korban mengalami luka bakar hingga 90 persen akibat peristiwa tersebut.
Dia menjelaskan korban mendapatkan luka bakar yang cukup parah, lantaran posisi korban sangat dekat dari titik kebakaran saat peristiwa itu terjadi.
"Karena memang posisi dia juga memang dekat sekali dengan lokasi kebakaran. Dia kan sekuriti, setelah itu memang tingkat keparagan itu kan dia kemarin juga udah 90 persen," kata Satia.
2. Tim medis sudah berusaha maksimal

Satia menyampaikan, tim medis sudah berusaha maksimal untuk menyelamatkan korban. Bahkan, korban juga sempat menjalani perawatan intensif di dua fasilitas kesehatan terbaik, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Di juga mengatakan, penyebab meninggalnya korban akibat luka bakan yang ia terima.
"Kalau kami lihat, 90 persen sudah luka. 90 persen itu kan berarti semua organ kan sudah terdampak," jelas dia.
3. Kronologi kebakaran SPBE di Bekasi

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari adanya kebocoran gas di lingkungan SPBE. Informasi itu dia dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi.
Dia menduga api berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE yang mengakibatkan ledakan. Akibat ledakan dan kebakaran tersebut, lanjut Heryanto, SPBE mengalami kerusakan berat dan hampir rusak total.
"Karena warga bilang ada bau gas. Jadi pemicunya adalah salah satunya arus pendek yang menyebabkan ledakan gas. Itu berdasarkan informasi," kata Heryanto, Kamis, 2 April 2026 dini hari.


















