Soal Salam 2 Jari di Mobil RI 1, Ketua Bawaslu Akan Dilaporkan ke DKPP

Jakarta, IDN Times - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja akan dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait pernyataan saat menanggapi salam dua jari yang diacungkan dari mobil RI 1 ketika Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan istrinya, Iriana Jokowi, berkunjung ke Salatiga, Jawa Tengah.
"Jarnas GAMKI Ganjar Mahfud meminta DKKP yang memeriksa Rahmat Bagja dan untuk itu Jarnas GAMKI akan membuat pengaduan kepada DKPP atas pelanggaran etik tersebut," ujar Ketua Umum Jarnas Gamki Gama, Rapen Sinaga dalam keterangannya, Senin (29/1/2024).
1. Ketua Bawaslu dinilai tak boleh menyimpulkan

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja (IDN Times/Ilman Nafi'an) Rapen menegaskan, Bagja sebagai Ketua Bawaslu tidak boleh menyimpulkan siapa yang mengacungkan salam dua jari tersebut. Sebab, Bagja sempat menyinggung, sosok yang mengacungkan salam dua jari itu ialah Iriana.
"Ketua Bawaslu tidak boleh berasumsi bahwa yang mengacungkan salam 2 jari adalah Ibu Iriana," ucap dia.
2. Harusnya Bawaslu kaji terlebih dahulu soal laporan Jarnas GAMKI

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Rapen menilai, seharusnya ketua Bawaslu terlebih dahulu menginvestigasi dugaan pidana pemilu yang diadukan oleh pihaknya terhadap Presiden Joko Widodo 26 Januari 2024 , sesuai Pasal 94 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
"Terhadap dugaan pidana pemilu, seharusnya Bawaslu berkoordinasi dengan Gakkumdu (sentra penegakan hukum terpadu) sebagaimana pasal 1 ayat 38 dan pasal 93 huruf (i) UU Pemilu. Jadi menurut Jarnas GAMKI GAMA, Ketua Bawaslu terlalu cepat memberikan jawaban sebelum melakukan pemeriksaan, kajian, dan investigasi," kata dia.
Oleh sebab itu, Rapen mendorong agar Bawaslu bersikap adil dalam menjalankan tugas dan wewenang.
Lebih lanjut, Jarnas GAMKI GAMA meminta agar Bawaslu memanggil, memeriksa, mengkaji, dan melakukan investigasi terhadap terlapor, yakni Presiden Jokowi.
Dia menegaskan, dalam pengaduan ini, tugas Bawaslu adalah menyampaikan dugaan tindak pidana pemilu kepada Gakkumdu sekaligus juga bagian penindakan terjadinya tindakan pelanggaran pemilu.
"Ketua Bawaslu sangat prematur dan bertindak unfairness sebagai wasit dalam pemilu. Hal ini sudah dilaporkan oleh Jarnas GAMKI Ganjar Mahfud, maka setiap komisioner tidak memberikan pernyataan di publik sebelum dilakukannya pemeriksaan kepada Joko Widodo sebagai Terlapor," imbuh Rapen.
3. Ketua Bawaslu buka suara soal salam dua jari dari mobil RI 1

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja (IDN Times/Ilman Nafi'an) Sebelumnya, Bawaslu RI buka suara soal salam dua jari yang teracung keluar dari mobil RI 1 ketika Presiden Jokowi dan istrinya, Iriana Jokowi, melakukan kunjungan kerja ke Salatiga, Jawa Tengah.
Bagja lantas menyinggung sosok yang memberikan salam dua jari itu merupakan Iriana.
"Pertanyaannya, kalau Bu Iriana bagaimana? Pejabat negara atau tidak Bu Iriana?" kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024).
Dia menilai, peristiwa salam dua jari itu meluncur keluar dari mobil kepresidenan yang merupakan fasilitas negara bukan menjadi pokok utama dugaan pelanggaran pemilu.
Bagja menjelaskan, untuk mencari tahu apakah peristiwa itu memenuhi unsur dugaan pelanggaran hukum atau tidak, pihaknya harus berangkat dari subyek hukum yang melakukan perbuatan.
"Bukan (soal mobil). Bu Iriana itu pejabat negara atau tidak. Kan itu," tutur dia.
"Yang pertama, apakah yang dilakukan tersebut melanggar hukum atau tidak kan (berdasarkan) person-nya. (Yang) menggunakan fasilitas negara siapa? Personnya juga kan itu. Nah, yang dilarang itu kan personnya. Presidennya," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, aksi salam dua jari dari mobil RI 1 di Salatiga itu sempat viral di media sosial. Presiden Jokowi mengeluarkan tangan dari jendela kursi belakang mobil kepresidenan.
Tangan itu memperlihatkan pose dua jari. Video itu menuai banyak komentar di media sosial.
"Ya, kan menyenangkan, menyenangkan," ujar Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1/2024).
Saat ditanya maksud dari kata menyenangkan tersebut, Jokowi tak menjawab gamblang.
"Ya gak tahu, menyenangkan. Kalau ketemu masyarakat kan menyenangkan," kata dia.























