Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 891 Ribu Ekor, Kementan Pastikan Aman

Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 891 Ribu Ekor, Kementan Pastikan Aman
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kementan memastikan stok hewan kurban nasional tahun 2026 aman dengan total 3,24 juta ekor dan surplus sekitar 891 ribu ekor dibandingkan kebutuhan nasional.
  • Rincian menunjukkan seluruh jenis hewan kurban seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba mengalami surplus, dengan domba mencatat kelebihan tertinggi mencapai lebih dari 469 ribu ekor.
  • Pemerintah memperketat pengawasan kesehatan hewan melalui vaksinasi, pemantauan penyakit menular seperti PMK dan LSD, serta edukasi penanganan hewan kurban yang higienis dan sesuai kaidah halal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan hewan kurban nasional aman bahkan surplus. Saat ini, stok hewan kurban nasional mencapai 3.246.790 ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda mengatakan perkiraan kebutuhan untuk tahun 2026 sekitar 2.355.470 ekor.

"Terdapat surplus sekitar 891.320 ekor sehingga secara nasional kondisi atau ketersediaan hewan kurban aman, cukup, dan terkendali," ucapnya di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

1. Rincian ketersediaan hewan kurban

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kementan merinci ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban berdasarkan jenisnya. Untuk sapi, tersedia 859.268 ekor dengan kebutuhan 791.452 ekor, sehingga surplus 67.816 ekor.

Sementara kerbau mencatat ketersediaan 33.952 ekor dan kebutuhan 12.914 ekor, menghasilkan surplus 21.038 ekor.

Untuk kambing, ketersediaan mencapai sekitar 1,4 juta ekor dengan kebutuhan 1,08 juta ekor, sehingga surplus 332.861 ekor. Adapun domba, ketersediaannya mencapai 935.690 ekor dengan kebutuhan 466.086 ekor, menghasilkan surplus terbesar yakni 469.604 ekor.

2. Peningkatan kebutuhan hewan kurban

Pedagang hewan kurban mulai menjamur di Palembang jelang Idul Adha (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Pedagang hewan kurban mulai menjamur di Palembang jelang Idul Adha (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Agung mencatat adanya peningkatan kebutuhan hewan kurban pada 2026 sebesar 3,82 persen atau sekitar 86.727 ekor dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga, pemerintah terus melakukan pengaturan distribusi dari daerah surplus ke wilayah yang masih kekurangan.

“Distribusi terus kita atur agar pasokan merata dan harga tetap terkendali,” jelasnya.

3. Pemerintah perketat pengawasan

Pemeriksaan hewan kurban yang dikirim ke luar Bali oleh Karantina Bali (Dok.IDN Times/istimewa)
Pemeriksaan hewan kurban yang dikirim ke luar Bali oleh Karantina Bali (Dok.IDN Times/istimewa)

Selain memastikan ketersediaan, pemerintah juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Langkah ini dilakukan melalui vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, serta pemantauan penyakit hewan menular.

Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta antraks yang termasuk penyakit zoonosis.

"Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengurus masjid, panitia hewan kurban tentang tata cara penanganan hewan yang baik sesuai kaidah kesehatan hewan, pemotongan hewan kurban, dan penanganan daging yang halal, aman, dan higienis. Permentannya sudah beberapa kali dilakukan perubahan dan yang terakhir Permentan tahun 2014," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More