Data Pengadaan Sepatu di SIRUP Ngilang, Kemensos: Ada Penyesuaian

- Kemensos menjelaskan data pengadaan sepatu di SIRUP tidak hilang, melainkan sedang diperbarui karena ada perubahan teknis dan spesifikasi yang perlu disesuaikan.
- Proses sinkronisasi dilakukan untuk menyesuaikan anggaran dengan jumlah siswa aktual serta memastikan efisiensi dalam penggunaan dana pengadaan.
- Kemensos juga melakukan validasi metode pengadaan dan penyesuaian jadwal lelang demi menjaga transparansi serta akuntabilitas kepada publik.
Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico mengungkapkan alasan hilangnya data paket pengadaan “Sepatu Sekolah - Perlengkapan Siswa” di laman SIRUP.inaproc.id.
"SIRUP kita kok datanya hilang? Bukan hilang. Datanya memang sedang kita lakukan proses updating, proses melakukan kalau kita melakukan proses review. Karena apa? Karena ternyata ada kesiapan teknis dan spesifikasi yang perlu kita ubah," ujarnya Rabu (13/5/2026).
1. Kemensos sinkronkan anggaran

Selain itu, Robben mengatakan bahwa pihaknya juga menyinkronkan dengan pagu anggaran karena melakukan proses evaluasi yang pada prinsipnya menuju pada efisiensi.
"Karena ternyata volumenya bergerak, ada perubahan, misalkan contoh kalau jumlah siswanya ternyata di perencanaan tadi jumlahnya 32 ribu tapi ternyata yang ada cuma 30 ribu kan tidak mungkin kita kemudian adakan sebanyak 32 ribu sehingga kemudian perlu ditarik dan dilakukan penyesuaian terhadap data dan fakta," ujarnya.
2. Kemensos lakukan validasi

Alasan berikutnya, lanjut Robben, pihaknya juga ingin melakukan validasi kembali metode pemilihan penyedianya, apakah cocok dengan metode pengadaan e-katalog atau perlu dengan proses lelang atau proses yang lainnya.
"Jadi perbaikan terhadap TOR kemudian perbaikan terhadap beberapa spesifikasi juga menjadi pertimbangan kita untuk melakukan evaluasi," ucapnya.
3. Kemensos akan menyesuaikan perubahan di SIRUP

Dia mengatakan Kemensos juga akan menyesuaikan perubahan terkait tentang akurasi jadwal pelaksanaan pelelangan karena akan dikoreksi kembali.
"Kan harus kemudian kita tarik dulu, kita perbaiki, dan pasti kemudian akan kita upload kembali. Dan yang terakhir prinsipnya adalah untuk transparansi dan akuntabilitas yang bisa nanti kami pertanggungjawabkan kepada masyarakat Indonesia," katanya.
"Jadi insyaAllah tidak ada niatan lain-lain kecuali ingin memang merespons masukan saran dari teman-teman semuanya yang banyak memberi masukan," ujarnya.

















