Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waspada PMK dan LSD, Masyarakat Diminta Teliti Pilih Hewan Kurban

Waspada PMK dan LSD, Masyarakat Diminta Teliti Pilih Hewan Kurban
GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, bersama Ketua Umum PB PDHI drh. Muhammad Munawaroh, M.M, saat melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban/dok HI
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kementerian Pertanian mencatat peningkatan pemotongan hewan kurban hingga 2,26 juta ekor pada 2025, disertai peringatan terhadap ancaman penyakit PMK dan LSD di sejumlah wilayah.
  • PDHI bersama Human Initiative berkolaborasi dalam program Sebar Kurban 2026 untuk menerapkan prinsip ASUH—Aman, Sehat, Utuh, Halal—dalam seluruh proses kurban dari pemilihan hingga distribusi daging.
  • Kolaborasi ini juga menekankan praktik pemotongan higienis dengan menjaga kebersihan area penyembelihan serta memastikan daging yang didistribusikan tetap layak konsumsi bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi perhatian serius menjelang Idul Adha, seiring meningkatnya jumlah pemotongan hewan di Indonesia. Kementerian Pertanian mencatat, pada 2025 jumlah pemotongan hewan kurban mencapai 2,26 juta ekor atau naik sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain, ancaman penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) masih ditemukan di sejumlah wilayah. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat.

Ketua Umum PB PDHI, Muhammad Munawaroh, mengatakan masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih hewan kurban, agar sesuai dengan syariat dan kondisi kesehatan.

“Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan kurban, agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan hewan kurban, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

1. Pentingnya penerapan ASUH

Waspada PMK dan LSD, Masyarakat Diminta Teliti Pilih Hewan Qurban
GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, bersama Ketua Umum PB PDHI drh. Muhammad Munawaroh, M.M, saat melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban/(dok HI)

Untuk itu, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) bersama Human Initiative melakukan kolaborasi dalam program Sebar Kurban 2026. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, dalam seluruh rangkaian proses kurban, mulai dari pemilihan hewan hingga distribusi daging.

"Kerja sama ini difokuskan pada pendampingan peternak, pemeriksaan kesehatan hewan, serta pengawasan di titik distribusi guna memastikan kondisi hewan tetap layak sebelum disembelih," ucapnya.

2. Tekankan aspek kesehatan kurban

Waspada PMK dan LSD, Masyarakat Diminta Teliti Pilih Hewan Qurban
Aktivitas jual beli hewan kurban di pasar ternak Magetan. (IDN Times/Riyanto)

Sementara itu, GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, menyampaikan program kurban yang dijalankan lembaganya juga menekankan aspek kesehatan hewan dan kualitas distribusi.

“Tahun 2026 ini Human Initiative insyaallah akan menyalurkan kurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara. Dukungan dari PDHI ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dan lebih luas melalui penjagaan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan, dan kualitas daging sampai ke masyarakat,” ujar Ferry.

3. Praktik pemotongan higienis

Waspada PMK dan LSD, Masyarakat Diminta Teliti Pilih Hewan Kurban
Human Initiative berikan daging Qurban di wilayah pelosok (dok/HI)

Selain itu, kolaborasi ini juga mendorong panitia kurban untuk menerapkan praktik pemotongan yang higienis. Di antaranya dengan memisahkan daging dan jeroan, menjaga kebersihan area penyembelihan, serta memastikan distribusi dilakukan secara tepat agar daging yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.

"Kebersamaan membuat langkah kebaikan terasa lebih berarti. Saat berbagai pihak bergerak bersama, manfaat kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberi dampak yang lebih luas," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More