Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Strategi Kemenhaj Perbaiki Layanan Haji 2026, Pertama Turunkan Biaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya sih...
  • Pemerintah fokus pada efisiensi biaya haji
  • Penataan ulang sistem antrean untuk keberangkatan jemaah
  • Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi sebagai pusat layanan terpadu
  • Fokus pada layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan
  • Kebutuhan akan petugas pembimbing ibadah perempuan menjadi krusial
  • Gus Irfan menekankan pentingnya kondisi kesehatan jemaah sebagai syarat mutlak atau istithaah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan haji yang berkualitas pada 2026. Fokus utamanya adalah pelayanan yang inklusif serta berorientasi pada kebutuhan jemaah melalui penguatan berbagai program strategis.

Gus Irfan, sapaan akrabnya, menyebut penyelenggaraan haji tidak hanya berkutat pada aspek ritual semata. Lebih dari itu, haji juga menyangkut tata kelola, perlindungan jemaah, hingga nilai-nilai peradaban.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah kini fokus pada empat program strategis yang menjadi fondasi perbaikan layanan haji. Strategi pertama adalah efisiensi biaya haji. Gus Irfan memastikan, upaya penurunan biaya ini tidak akan mengorbankan kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci.

"Penurunan biaya haji tidak berarti menurunkan kualitas layanan. Justru efisiensi yang kami lakukan diarahkan untuk memastikan layanan tetap optimal dan hak jemaah tetap terpenuhi," ujar Irfan dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Rabu (18/2/2026).

Table of Content

1. Penataan ulang sistem antrean atau daftar tunggu haji

1. Penataan ulang sistem antrean atau daftar tunggu haji

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pemerintah juga tengah membenahi kebijakan daftar tunggu atau waiting list. Langkah ini diambil agar sistem antrean keberangkatan jemaah menjadi lebih transparan dan adil bagi semua pendaftar.

Strategi ketiga menyasar sektor ekonomi. Kemenhaj mendorong penguatan ekspor produk-produk asli Indonesia untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama berhaji. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong kesuksesan ekonomi dalam ekosistem haji.

Strategi terakhir adalah rencana pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi simbol kehadiran negara sekaligus pusat layanan terpadu yang akan memudahkan segala urusan jemaah Indonesia di Tanah Suci.

2. Fokus pada layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selain empat strategi di atas, Kemenhaj juga mengusung tagline "Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan". Kebijakan ini disesuaikan dengan demografi jemaah saat ini. Berdasarkan data, sebanyak 56 persen jemaah haji Indonesia adalah perempuan, sehingga kebutuhan akan petugas pembimbing ibadah perempuan menjadi sangat krusial.

"Haji harus ramah, aman, dan manusiawi. Lansia, disabilitas, dan perempuan harus merasa dilayani, bukan disulitkan," ujar Gus Irfan.

3. Pentingnya Istithaah dan kemandirian jemaah

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan turut mengingatkan pentingnya kondisi kesehatan jemaah sebagai syarat mutlak atau istithaah. Syarat ini mencakup tiga aspek, yakni istithaah syar’iyah (pemahaman manasik), istithaah maliyah (kemampuan finansial), dan istithaah shihiyyah (kesehatan fisik).

"Haji adalah ibadah yang sakral. Jemaah harus benar-benar siap secara ilmu, fisik, dan mental. Kesadaran membangun pola hidup sehat menjadi bagian dari ibadah itu sendiri," katanya.

Gus Irfan berharap, jemaah dapat beribadah secara mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pihak lain, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Kemandirian ini diharapkan dapat menunjang tercapainya "Tri Sukses Haji", yaitu sukses ritual, sukses ekonomi, serta sukses keadaban dan peradaban.

"Haji bukan hanya soal sahnya ibadah, tetapi juga tentang nilai, etika, dan peradaban yang dibawa jemaah sebagai duta bangsa," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
Retno Rahayu
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Prabowo Beri Bantuan Daging Sapi Rp72 Miliar untuk Aceh Saat Ramadan

18 Feb 2026, 13:23 WIBNews