Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Survei Gen Z: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Unggul, Swing Voters Tinggi

Survei Gen Z: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Unggul, Swing Voters Tinggi
Konferensi pers Arus Survei Indonesia (ASI) terkait preferensi sosial politik pemilih Gen Z pada Pemilu 2024 di Jakarta Pusat (3/1/2024) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) merilis hasil survei terkait preferensi sosial politik pemilih Gen Z pada Pemilu 2024. Hasilnya, elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, unggul tipis dari paslon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sementara, paslon nomor urut satu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar terpaut jauh berada di posisi tiga.

"Terkait elektabilitas tiga pasangan capres-cawapres 2024, urutan pemilih Gen Z, pertama Ganjar-Mahfud MD dengan 34,4 persen. Kemudian disusul Prabowo-Gibran 33,1 persen, dan terakhir Anies-Muhaimin 26,1 persen. Sementara, undecided voter 5,9 persen," kata Direktur Eksekutif ASI, Ali Rifan, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2024).

  1. 1. Angka swing voters Gen Z masih tinggi

    ilustrasi gen z dan milennial (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi gen z dan milennial (IDN Times/Aditya Pratama)

    Kendati, Ali menyebut, angka swing voters atau pemilih mengambang di kalangan pemilih Gen Z masih cukup tinggi. Swing voters merupakan suara mengambang dari pemilih rasional yang masih mungkin berubah pilihan politiknya.

    "Sebanyak 54,7 persen anak muda Gen Z mengaku masih mungkin berubah pilihannya terhadap capres dan cawapres 2024, sementara yang mengatakan tidak akan berubah (strong voters) 33,3 persen. Dan yang undencided voters 12 persen," tuturnya.

  2. 2. Mayoritas Gen Z mengaku debat bisa ubah pilihan politik

    Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Mayoritas Gen Z mengaku antusias menyaksikan debat capres dan cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Survei itu menyebut sebanyak 73,4 persen Gen Z menyaksikan debat perdana capres yang digelar pada Selasa, 12 Desember 2023.

    Dari temuan tersebut, sebanyak 63,3 persen pemilih muda mengaku acara debat politik tersebut bisa mengubah pilihan politiknya pada Pemilu 2024.

    "Sementara yang mengatakan tidak bisa mengubah 28,7 persen, dan yang tidak menjawab 8 persen," tutur Ali.

  3. 3. Faktor penentu pilihan Gen Z

    ilustrasi pemilu (IDN Times/Esti Suryani)
    ilustrasi pemilu (IDN Times/Esti Suryani)

    Lebih lanjut, Ali menjelaskan, dalam surveinya juga merekam berbagai faktor yang menjadi penentu pilihan pemilih Gen Z. Setidaknya ada lima besar prefrensi pilihan Gen Z, yakni gagasan dan program kerja (42,5 persen), kepedulian terhadap rakyat (27,5 persen), kecerdasannya (17,7 persen), agamanya (5,8 persen), dan partai pengusungnya (5,1 persen).

    "Terkait karakter capres dan cawapres yang disukai Gen Z, urutannya merakyat 45,1 persen; tegas 23,9 persen; pintar 17,8 persen; religius 6,3 persen; humoris 4,3 persen; dan serius 1,7 persen. Sementara yang tidak menjawab 0,9 persen," jelasnya.

    Adapun survei tersebut dilakukan pada 16 sampai 21 Desember 2023 yang digelar di 34 provinsi. Populasi survei ialah Gen Z yang berada di rentang usia 17 sampai 23 tahun. Survei digelar dengan cara telesurvei, melalui metode random digit dialing (RDD).

    "Jumlah sampel 1.200 responden, dengan asumsi simple random sampling maka margin of error adalah kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," imbuh Ali.

     

    Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Related Articles

See More
Survei Gen Z: Ganjar-Mahfud Unggul, Swing Voters Tinggi