Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Sebagian Akan Dikirim ke Palestina

- Sebagian besar daging dam jemaah haji Indonesia akan dikirim ke Palestina melalui koordinasi Adahi dan Pemerintah Arab Saudi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Total dam yang dibayarkan jemaah mencapai 126.832 hadyu, dengan mayoritas pemotongan dilakukan di Tanah Suci mulai 10 Zulhijah atau 27 Mei 2026 secara transparan.
- Jemaah yang membayar dam lewat Adahi akan menerima notifikasi status pemotongan melalui aplikasi Nusuk, sementara pelaksanaan di Indonesia diserahkan pada lembaga atau daerah asal masing-masing.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, sebagian besar daging dam jemaah haji Indonesia yang dipotong di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi, akan dikemas dan didistribusikan untuk masyarakat Palestina melalui koordinasi dengan Adahi dan Pemerintah Arab Saudi. Hal ini, kata Dahnil, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami sudah meminta kepada Adahi dan secara khusus kepada Pemerintah Saudi Arabia agar daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina," ujarnya dikutip dari laman haji.go.id, Kemenhaj, Minggu (24/5/2026.
Dahnil mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian Indonesia terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperluas nilai manfaat ibadah dam jemaah haji Indonesia.
"Ini seiring dengan perintah Presiden untuk memberikan atensi lebih tinggi kepada saudara-saudara kita di Palestina. Presiden berharap daging dam jemaah haji Indonesia dapat didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan," ujarnya.
1. Total dam yang telah dibayar jemaah haji

Adapun daging dam adalah daging dari hewan kurban yang disembelih oleh seorang jemaah haji atau umrah sebagai bentuk denda, tebusan, atau konsekuensi karena melakukan pelanggaran tertentu selama menjalankan ibadah.
Dahnil mengungkapkan, hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi (22 Mei 2026), total dam yang telah dibayarkan jemaah mencapai 126.832 hadyu. Jumlah tersebut terdiri dari sebanyak 90.956 dam akan dipotong di Tanah Suci melalui Adahi, 32.691 dipotong di Indonesia, 3.195 jemaah menjalankan puasa, dan 1.076 jemaah melaksanakan haji ifrad.
"Dalam sejarah perhajian, tidak ada data yang bisa serapi ini. Tahun sebelumnya yang terdata hanya sekitar 10 ribu. Tahun ini melonjak secara tertib sampai 126 ribu," ujar Dahnil di Makkah, Jumat (22/5/2026).
2. Pemotongan dam di Tanah Suci mulai 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei

Ia menjelaskan, pemotongan dam di Tanah Suci akan dimulai pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026, melalui program Adahi. Proses pemotongan akan disaksikan langsung oleh perwakilan Kemenhaj dan wartawan sebagai bentuk transparansi kepada publik dan jemaah.
"Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya. Ada perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai representasi dari jemaah yang memotong di Tanah Suci," katanya.
3. Informasi soal dam yang dibayar melalui Adahi disampikan lewat aplikasi Nusuk

Kemenhaj juga memastikan jemaah yang membayar dam melalui Adahi akan menerima notifikasi melalui aplikasi Nusuk. Melalui notifikasi tersebut, jemaah dapat mengetahui status pembayaran dan pemotongan hadyu mereka secara langsung.
"Informasi bahwa hadyu jemaah sudah dipotong akan muncul melalui notifikasi di HP jemaah pada aplikasi Nusuk," jelas Dahnil.
Sementara itu, untuk dam yang dipotong di Indonesia, pelaksanaannya menjadi kewenangan masing-masing jemaah melalui lembaga yang dipercaya maupun dilakukan di daerah asal masing-masing. Pemerintah menghormati pilihan fikih dan keyakinan jemaah dalam pelaksanaan dam.



















