Tiga Pelaku Penyerangan Polisi di Kalteng hingga Tewas Ditangkap

- Polres Katingan menangkap tiga terduga pelaku berinisial N, R, dan S terkait penyerangan terhadap polisi saat penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah.
- Ketiga pelaku diduga menyerang anggota Satresnarkoba dengan parang hingga menewaskan tiga polisi, sementara bandar sabu berinisial B masih dalam pengejaran.
- Penyerangan terjadi saat operasi penggerebekan pada 1 Juli 2026 yang menyebabkan gugurnya Ipda Yudhie, Aiptu Sumaryanto, dan Bripda Nopandri setelah sempat dilaporkan hilang.
Jakarta, IDN Times - Polres Katingan, Kalimantan Tengah, menangkap tiga orang terduga pelaku terkait penyerangan terhadap anggota kepolisian saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengungkapkan bahwa ketiga terduga pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial N, R dan S.
“Ada yang sudah diamankan, N, R dan S,” kata Dodik saat dihubungi IDN Times, Senin (6/7/2027).
1. Sudah ada tersangka

Dodik menjelaskan, ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda di wilayah Katingan Tengah. Penangkapan berlangsung hingga Minggu (5/7/2026).
Ketiganya saat ini masih menjalani pemeriksaan. Polisi telah menetapkan tersangka.
“Ada yang tersangka ada yang masih pendalaman,” ujar Dodik.
2. Pelaku menyerang dengan parang

Adapun peran ketiganya yakni diduga terlibat penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan hingga menewaskan tiga polisi.
“Menyerang dengan parang dan turut serta,” ujarnya.
Sementara itu, polisi masih mengejar sang bandar sabu berinisial B.
“Iya (masih pengejaran),” ujarnya.
3. Tiga polisi gugur

Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), mendapat perlawanan hingga berujung maut pada Rabu (1/7/2026) pukul 01.00 WIB.
Tiga polisi gugur setelah dua diantaranya sempat dilaporkan hilang dalam operasi tersebut. Mereka adalah Ipda Yudhie yang ditemukan meninggal dunia, sementara dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat hilang.
Peristiwa ini bermula ketika 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin oleh Kasatresnarkoba AKP Affan Effendi melakukan penyelidikan terkait peredaran narkoba jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Tim dibagi menjadi dua. Tim pertama mendatangi rumah target operasi, sementara tim kedua berjaga di dekat sebuah sekolah menengah pertama (SMP) tak jauh di lokasi.
Saat petugas datang sambil memperkenalkan diri ke rumah tersebut, tim berhasil mengamankan target. Namun, seorang laki-laki tiba-tiba membawa parang dan menyerang polisi, tapi bisa diamankan saat itu.
Tak lama kemudian, muncul dua orang laki-laki yang juga membawa parang dan menyerang ke arah Kasat Narkoba AKP Affan. Melihat hal itu, Aiptu Sumaryanto melepaskan tembakan peringatan, tapi pelaku tak mengindahkannya hingga petugas kembali melepaskan tembakan.
Keluarga terduga pelaku juga memprovokasi warga hingga terjadi perlawanan terhadap aparat kepolisian. Dalam kejadian tersebut, seorang anggota polisi Aipda Yudhie dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya yakni Bripda Nopandri dan Aipda Sumaryanto dilaporkan hilang.
Jenazah Bripda Nopandri ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah pada Sabtu (4/7/2026) pukul 15.55 WIB. Sementara itu, Aiptu Sumaryanto juga ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei pada Minggu (5/7/3025) pukul 09.30 WIB.
















