Prabowo-Lawrence Wong Bahas Isu Global hingga Kondisi Selat Malaka

- Presiden Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Istana Merdeka dalam Leaders’ Retreat untuk membahas kerja sama bilateral, isu global, serta situasi kawasan.
- Pertemuan menegaskan komitmen kedua negara memperkuat hubungan diplomatik menjelang 60 tahun kerja sama Indonesia–Singapura yang akan diperingati tahun depan.
- Keduanya sepakat menjaga Selat Malaka tetap aman dan bebas dilalui, bekerja sama dengan Malaysia dan Thailand sesuai prinsip UNCLOS 1982 demi stabilitas regional.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto pertemuan tahunan bersama Perdana Menteri (PM) Singapura, Lawrence Wong bertajuk Leaders’ Retreat, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026), membahas sejumlah hal, mulai dari kerja sama, isu global hingga kondisi Selat Malaka.
"Di luar agenda bilateral, kita juga membahas berbagai persoalan global dan regional, serta hal-hal yang akan berdampak terhadap kehidupan kita. Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus diselesaikan secara damai melalui dialog dan diplomasi, tidak hanya di kawasan kita, tetapi juga di semua kawasan," ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Lawrence Wong karena telah menyatakan komitmennya terhadap penguatan kerja sama dengan Indonesia.
"Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Singapura, dan kita melihat hubungan ini harus terus langgeng pada masa-masa yang akan datang," ucap dia.
Prabowo menegaskan, Indonesia dan Singapura juga membahawa mengenai sikap terhadap kondisi di Selat Malaka. Kedua negara ingin tetap menjadikan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan bebas untuk semua pihak.
"Indonesia dan Singapura adalah negara yang berbatasan langsung di Selat Malaka. Kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai jalur pelayaran yang bebas bagi semua pihak," kata dia.
"Kita harus memelihara keamanan dan perdamaian di selat tersebut, termasuk menjaga dari polusi, kecelakaan, serta perompakan. Hal ini merupakan kepentingan yang sangat vital bagi negara-negara di sekitar Selat Malaka," sambungnya.
Selain itu, kata Prabowo, Indonesia juga akan berkoordinasi dengan Malaysia dan Thailand, agar Selat Malaka tetap menjadi jalur pelayaran yang bebabs bagi semua pihak.
"Kita akan terus berkoordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk memastikan, sesuai dengan UNCLOS 1982, bahwa Selat Malaka akan selalu terbuka bagi semua, aman, dan dapat diakses oleh siapa pun yang memerlukan akses. Saya kira itu adalah ketegasan kita, dan saya yakinkan kepada kawan-kawan di Singapura," imbuhnya.




















