Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Timwas DPR Sentil Buruknya Pelayanan Konsumsi Jemaah Haji Usai Puncak Ibadah

Timwas DPR Sentil Buruknya Pelayanan Konsumsi Jemaah Haji Usai Puncak Ibadah
Salah satu dapur perusahaan katering Arab Saudi saat menyediakan makanan untuk jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. (Media Center Haji 2025)

  • Jemaah kelelahan tapi tidak diimbangi dengan pelayanan konsumsi yang layak

  • Pelayanan buruk Haji 2025 jadi pelajaran

  • BPKH sempat sajikan makanan

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Abdul Fikri Faqih mengungkapkan keprihatinan atas buruknya pelayanan konsumsi jemaah haji Indonesia usai puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menurutnya, persoalan ini menjadi salah satu catatan serius yang harus segera dievaluasi, terutama menyangkut tanggung jawab Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang ditugaskan menangani konsumsi pasca Armuzna.

“Pasca Armuzna, jemaah kita yang sudah lelah justru menghadapi masalah baru: makanan tidak datang tepat waktu, bahkan ada yang tidak mendapatkannya sama sekali. Yang diterima pun dalam kondisi sangat minimalis,” kata Abdul Fikri dalam keterangannya di Madinah, Arab Saudi, dikutip Jumat (13/6/2025).

  1. 1. Jemaah kelelahan tapi tidak diimbangi dengan pelayanan konsumsi yang layak

    6131793687898866615 (1).jpg
    Salah satu karyawan perusahaan katering Arab Saudi saat mengemas makanan untuk jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. (Media Center Haji 2025)

    Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga menyebut bahwa BPKH Limited, yang tahun ini diberikan peran sebagai penyedia layanan konsumsi pasca Armuzna, justru menciptakan persoalan baru bagi jemaah. Padahal, sebelumnya seluruh layanan konsumsi dikelola oleh delapan syarikah yang ditunjuk otoritas Saudi. Namun, saat dialihkan ke BPKH, dua dapur katering justru mengalami kegagalan produksi.

    “Banyak jemaah akhirnya hanya mendapat ganti berupa uang riyal. Kondisi ini tentu membuat jemaah semakin emosi karena kelelahan yang mereka alami tidak diimbangi dengan pelayanan konsumsi yang layak,” kata Abdul Fikri.

  2. 2. Pelayanan buruk Haji 2025 jadi pelajaran

    Haji2025, Jamarat, Lempar Jumrah
    Jemaah haji saat melaksanakan lontar jumrah di lantai 3 Jamarat, Minggu (8/6/2025). (Media Center Haji 2025)

    Menurut Abdul Fikri, penanganan konsumsi haji tidak bisa dilakukan secara amatiran. Ia meminta BPKH menjadikan pengalaman tahun ini sebagai pelajaran berharga untuk membangun sistem layanan yang profesional di masa mendatang.

    “Kita berharap BPKH benar-benar memperbaiki diri. Mengurus jemaah haji itu harus profesional, tidak bisa coba-coba. Apalagi ini menyangkut kebutuhan pokok setelah ibadah puncak,” tegasnya.

    Meski demikian, ia tetap mengajak para jemaah untuk bersabar dan bersyukur atas segala ujian yang terjadi dalam pelaksanaan haji tahun ini.

    “Semoga ujian ini menjadi ladang pahala dan tidak mengurangi kekhusyukan jemaah dalam menjalankan ibadah,” tutupnya.

  3. 3. BPKH sempat sajikan makanan

    6131793687898866552 (1).jpg
    Salah satu dapur perusahaan katering Arab Saudi saat menyediakan makanan untuk jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. (Media Center Haji 2025)

    Adapun, sebagai respons terhadap keluhan tersebut, BPKH juga menyajikan makanan siap saji atau Ready To Eat (RTE).

    Makanan ini disajikan dengan praktis, higienis, dan sesuai selera Indonesia pada 7, 8, dan 13 Zulhijjah. Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, menyebut langkah ini ditujukan agar jemaah tetap sehat dengan konsumsi yang layak saat kendala transportasi terjadi.

    Di sisi lain, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar sempat melakukan pengecekan lapangan dan memastikan jemaah yang terkena gangguan distribusi akan diberikan kompensasi berupa uang riyal.

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Related Articles

See More