15 Fakta Persidangan Kasus Dugaan Pencemaran Ijazah Palsu Jokowi

- Sidang dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi berlangsung 13 jam; Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma menghadapi kesaksian Jokowi.
- Jokowi menyatakan telah tiga kali diperiksa polisi, merasa kehormatan serta reputasinya dirugikan, dan menyerahkan ijazah asli SD hingga S1 kepada majelis hakim.
- Persidangan diwarnai penolakan dokter Tifa atas kesaksian Jokowi, ketegangan tanya jawab, serta aksi saling ejek antara simpatisan Jokowi dan pendukung Roy Suryo di luar pengadilan.
Jakarta, IDN Times - Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik ijazah palsu Presiden ketujuh RI Joko "Jokowi" Widodo dengan terdakwa Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma, berlangsung sekitar 13 jam pada Kamis, 5 November 2026. Dimulai dari kesaksian Jokowi mulai pukul 09.00 WIB, berlanjut pada terdakwa Roy Suryo dan dokter Tifa hingga berakhir sekitar pukul 22.30 WIB.
Banyak fakta terungkap dalam persidangan, mulai dari kubu Roy Suryo yang menyiapkan 500 pertanyaan, Jokowi menunjukkan ijazah kuliahnya, alasan Jokowi baru menunjukkan ijazahnya, hingga drama-drama kecil di persidangan hingga di luar persidangan. Semua terangkum dalam fakta-fakta persidangan dugaan ijazah palsu Jokowi.
Berikut deretan fakta-fakta persidangan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo dan dokter Tifa.
1. Roy Suryo dan kawan-kawan siapkan 500 pertanyaan hingga mencecar Jokowi
Pengacara Roy Suryo siapkan 500 pertanyaan di sidang ijazah Jokowi untuk menguji secara mendalam dan mendetail seluruh isi kesaksian serta bukti yang dihadirkan Jokowi di persidangan.
Penasihat hukum terdakwa juga sempat mencecar Jokowi terkait perincian barang bukti, hingga Jokowi ditantang sebutkan akun Roy Suryo soal konten ijazah palsu yang dijadikan dasar laporan pencemaran nama baik tersebut.
2. Jokowi sebut diperiksa tiga kali di Polda Metro Jaya
Saat memberikan keterangan di persidangan, jadi saksi sidang Roy Suryo Jokowi ungkap 3 kali diperiksa di Polda Metro dalam proses penyidikan sebelum kasus dugaan pencemaran nama baik ini akhirnya dibawa ke meja hijau.
3. Jokowi merasa dihina dan direndahkan
Terkait narasi tuduhan yang beredar luas di media sosial, tuduhan ijazah palsu Jokowi merasa dihina dan direndahkan kehormatannya sebagai warga negara maupun pejabat publik.
4. Jokowi merasa reputasinya rusak akibat 3,4 juta orang tak percaya ijazahnya
Dampak penyebaran isu tersebut dinilai sangat masif, di mana Jokowi merasa reputasinya rusak 3,4 juta orang percaya ijazahnya palsu akibat disinformasi berulang di ruang publik.
5. Jokowi ungkap dapat nilai A saat KKN
Dalam pembuktian keabsahan rekam jejak akademisnya di UGM, Jokowi ungkap dapat nilai A saat KKN di UGM sebagai bukti keterlibatannya aktif dalam kegiatan perkuliahan formal.
6. Jokowi beberkan tanggal ujian skripsi
Menjelaskan kronologi kelulusannya secara teknis, Jokowi beberkan ujian skripsi 23 Oktober 1985 wisuda 19 November 1985 guna menegaskan alur akademisnya yang sah dan berurut.
7. PSI sebut kerahkan 7 ribu kader untuk kawal sidang Jokowi
Persidangan juga mendapat perhatian dari massa pendukung, di mana PSI sebut sekitar 7.000 kader ikut kawal Jokowi di PN Jaktim untuk memberikan dukungan moral selama jalannya sidang.
8. Jokowi keberatan ijazahnya diperiksa ulang
Mengenai permintaan uji ulang dokumen fisik secara terbuka, Jokowi keberatan ijazah diperiksa ulang ini dokumen pribadi karena merasa keabsahannya sudah diverifikasi oleh otoritas yang berwenang.
9. Simpatisan Jokowi dan pendukung Roy Suryo saling ejek
Suasana riuh terjadi di luar area pengadilan saat saling olok pendukung Roy Suryo ledek simpatisan Jokowi cair menyuarakan pandangan masing-masing di tengah pengawalan ketat aparat keamanan.
10. Jokowi serahkan ijazah SD hingga S1 ke hakim
Pembuktian fakta utama dilakukan saat Jokowi serahkan ijazah asli SD hingga S1 ke majelis hakim agar dapat diperiksa dan diverifikasi secara langsung oleh majelis hakim dan para pihak.
11. Jokowi beberkan alasan baru tunjukkan ijazahnya ke publik dan pilih jalur hukum
Menjawab pertanyaan publik mengenai responnya yang terkesan lambat, Jokowi ungkap alasan tak langsung tunjukkan ijazah ke publik karena memilih untuk menyelesaikannya melalui jalur pengadilan resmi, agar berkekuatan hukum tetap.
Mengenai dorongan dan motivasinya menempuh mekanisme legal ini, Jokowi menyebut ingin memberikan pelajaran yang menuduh dan nama baiknya dipulihkan agar tuduhan tanpa dasar tidak terus diulangi.
12. Jokowi klarifikasi kekeliruan pencantuman nama dan sempat ganti nama saat kecil
Ketika mengklarifikasi kekeliruan pencantuman nama pada berkas lampiran, jaksa menanyakan foto Dumatno di ijazah Jokowi dijawab langsung oleh Jokowi untuk meluruskan identitas fisiknya.
Jokowi juga sempat mengklarifikasi identitas, juga mencakup silsilah dan data diri, saat ditanya soal akta kelahiran Jokowi yang mengungkap pernah ganti nama saat kecil, sesuai adat dan tradisi keluarganya.
13. Jokowi bantah ubah fisik pada fotonya dan ditantang pakai kumis oleh dokter Tifa
Merespons tuduhan keraguan perubahan fisik hingga foto ijazah dianggap beda, Jokowi tegas menyatakan tak pernah rekonstruksi wajah untuk membantah tuduhan manipulasi penampilan secara medis.
Pada sidang kedua, ketegangan argumentasi kembali terjadi ketika tim Dokter Tifa menantang Jokowi berkumis di persidangan. JPU pun protes karena menganggap permintaan tersebut di luar konteks hukum pembuktian.
14. Jokowi sempat ditegur hakim dan ungkap alasan foto saat muda berbeda dengan sekarang
Dinamika ruang sidang sempat memanas, hingga Jokowi ditegur hakim saat menyinggung etika Roy Suryo di persidangan agar jalannya persidangan tetap fokus pada materi pokok perkara.
Menanggapi persoalan visual dan estetika foto masa muda, Jokowi mengungkapkan alasan wajahnya saat muda berbeda dengan sekarang. Dia menyebut hal itu hal alami yang wajar, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia.
15. Dokter Tifa tolak semua kesaksian Jokowi hingga Jokowi tersulut emosi
Di lain pihak, terdakwa mempertahankan sikapnya ketika Dokter Tifa menolak semua kesaksian Jokowi di ruang sidang, karena menilai keterangan yang disampaikan Jokowi bertentangan dengan temuan versinya.
Emosi Jokowi sempat tersulut di persidangan yang berlangsung 13 jam itu, ketika menceritakan ada rombongan mendatangi makam ibunya demi cek ijazah, yang dinilainya melampaui batas kepatutan dan norma etika. Dia tersinggung dan kecewa mendalam karena kasus ini menyeret kehormatan keluarganya.
Selesai sesi persidangan, terdakwa dokter Tifa juga menyampaikan sikap ketidakpuasannya karena hakim disebut tak adil lantaran pembatasan waktu tanya jawab, yang dianggap merugikan pihak terdakwa. Dia akan melaporkan ke Komisi Yudisial dan Presiden Prabowo Subianto.


















