Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TNI Gelar Latihan Gabungan 3 Matra, Libatkan Hampir 13 Ribu Personel

TNI Gelar Latihan Gabungan 3 Matra, Libatkan Hampir 13 Ribu Personel
Hampir 13 ribu personel TNI dari tiga matra ikut latihan bersama 2026 di Dabo Singkep, Riau. (Dokumentasi TNI AL)
Intinya Sih
Gini Kak
  • TNI menggelar latihan gabungan tiga matra di Dabo Singkep pada 5 Agustus 2026, melibatkan 12.987 personel untuk menguji kesiapan mempertahankan kedaulatan NKRI.
  • Latihan menguji interoperabilitas, personel, alutsista, dan prosedur operasi gabungan melalui simulasi pengamanan wilayah serta objek vital nasional dari darat, laut, dan udara.
  • Operasi mencakup serangan siber, USV kamikaze, rudal C-705, tembakan kapal dan MLRS, serta unsur udara; Menhan Sjafrie mengusulkan latihan dilakukan dua hingga tiga kali setahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - TNI menggelar latihan tiga matra terintegrasi di daerah latihan TNI Angkatan Laut (AL) di Dabo Singkep, Kepulauan Riau pada Rabu, 5 Agustus 2026. Latihan itu melibatkan 12.987 personel yang bertujuan untuk menguji kesiapan operasi gabungan dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pelaksanaan latihan itu turut disaksikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan tiga kepala staf angkatan.

Puluhan ribu personel TNI menampilkan kemampuan tempur perisai trisula nusantara dari matra darat, laut dan udara. Sejumlah alutsista turut dikerahkan di dalam latihan bersama mulai dari drone kamikaze AKM KI-50, rudal C-705, KRI Sampari-628, jet tempur Rafale, jet tempur F-16 hingga Unmmaned Surface Vehicle (USV).

"Dalam latihan ini, TNI mensimulasikan pengamanan wilayah dan obyek vital nasional untuk menguji kesiapan operasi gabungan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia," ungkap Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas di dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (6/8/2026).

Melalui latihan terintegrasi 2026 itu, kata Nas, TNI menguji interoperabilitas antarmatra, kesiapan personel dan alutsista. Selain itu, TNI juga ingin menguji efektivitas prosedur operasi gabungan.

"Latihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan operasional, dan kemampuan pertahanan negara guna menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah dan melindungi kepentingan nasional," tutur dia.

1. TNI AL kerahkan drone kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991

Latma TNI, TNI, Dabo Singkep
Hampir 13 ribu personel TNI dari tiga matra ikut latihan bersama 2026 di Dabo Singkep, Riau. (Dokumentasi TNI AL)

Lebih lanjut, TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan unmmaned surface vehicle (USV) kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991 dengan sasaran di laut. Kemudian dilanjutkan dengan operasi peranjauan serta infiltrasi pasukan khusus yang juga melaksanakan sabotase kabel bawah air oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska).

"Latihan ini juga melibatkan peperangan siber yang salah satunya diasumsikan pelumpuhan terhadap instalasi listrik musuh," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul di dalam keterangan pada hari Kamis (6/8/2026)

Setelah daerah musuh dipastikan lumpuh dari serangan siber, maka peluru kendali C-705 yang ada di KRI ditembakan dengan sasaran musuh di darat sehingga fasilitas musuh lumpuh. TNI juga menembakan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331. Ada pula tembakan dari Multi Launcher Rocket System (MLRS) dari korps marinir.

2. TNI AU lakukan simulasi operasi pengamanan wilayah dan obyek vital nasional

Dabo Singkep, TNI AU, TNI
TNI Angkatan Udara (AU) ketika ikut latihan terintegrasi tiga matra di Dabo Singkep pada Agustus 2026. (Dokumentasi TNI AU)

Sementara, TNI AU menjalankan simulasi operasi pengamanan wilayah dan obyek vital nasional dengan melibatkan tiga matra TNI. TNI AU mengerahkan berbagai unsur uara meliputi pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikop dan pesawat tanpa awak.

"TNI AU terus meningkatkan kesiapan operasi udara, interoperabilitas antarmatra, dan profesionalisme prajurit dalam mendukung keberhasilan operasi gabungan TNI guna menjaga kedaulatan NKRI," kata Kpala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana di dalam keterangan pada hari ini.

3. Menhan Sjafrie nilai latihan terintegrasi tiga matra perlu dilakukan tiga kali dalam setahun

Latma TNI, Dabo Singkep, Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (pojok kanan) ketika menyaksikan latihan bersama tiga matra TNI di Dabo Singkep pada Agustus 2026. (Dokumentasi TNI AL)

Sementara, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang ikut menyaksikan langsung latma TNI di Dabo Singkep, menilai latihan tersebut perlu dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun. "Ini perlu dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan, profesionalisme, dan daya gentar TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI," kata Sjafrie di dalam keterangan yang dikutip pada hari ini.

Purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat (AD) itu juga dianugerahi gelar warga kehormatan Korps Marinir dan mendapatkan brevet kehormatan antiteror aspek laut, intai para amfibi dan komando korps marinir. Penganugerahan gelar warga kehormatan itu dilakukan dalam rangkaian peninjauan latihan terintegrasi dan mencerminkan ikatan moral serta komitmen untuk memperkuat korps marinir.

"Pasukan korps marinir merupakan pasukan pendarat yang profesional, tangguh, modern dan siap menjaga kedaulatan NKRI," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More