TNI Tetapkan Siaga 1, Bapissus: Itu SOP Rutin Jaga Kondusivitas Libur Lebaran

- Panglima TNI menetapkan status siaga 1 sebagai langkah antisipasi menghadapi situasi global yang memanas serta menjaga keamanan nasional menjelang Idul Fitri 1447 H.
- Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menilai status siaga tersebut merupakan prosedur rutin untuk memastikan masyarakat dapat mudik dan berlibur dengan aman serta kondusif.
- TNI memperketat pengamanan di objek vital seperti bandara, pelabuhan, stasiun, dan fasilitas energi guna mencegah potensi gangguan terhadap stabilitas keamanan dalam negeri.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, merespons santai terkait adanya status siaga 1 dari Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto. Menurutnya, TNI siaga bertujuan untuk ikut mengamankan jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
“Ya itu kan SOP rutin, untuk menjaga kondusivitas seluruh rakyat kita dalam melaksanakan hari libur, Lebaran ya. Mudik pulang kampung masing-masing ya,” ujar Aris di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/3/2026).
1. TNI konvoi keluar dari Monas

Terkait dengan viralnya video kendaraan TNI konvoi keluar dari Monumen Nasional (Monas), Aris menyebut itu bagian dari proses pengamanan jelang Lebaran.
“Ya kan, mau Lebaran kan? Mau Lebaran biasa ya aparat menjaga untuk keamanan rakyat. Supaya liburannya ke kampung masing-masing dalam keadaan aman ya. Infrastruktur semuanya juga sudah diberesin kan, dengan Pak Menteri," kata dia.
2. Status siaga 1 untuk merespons eskalasi di Timur Tengah

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan perintah siaga satu. Perintah ini tertuang dalam Telegram Panglima TNI NomorTR/283/2026 yang diteken Asisten Operasi Panglima TNI, Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun, Sabtu (7/3/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat negara atas memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pengamat militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai keputusan ini harus dibaca sebagai bentuk kewaspadaan tingkat tinggi, bukan tanda Indonesia akan terlibat perang.
3. Perketat penjagaan objek vital, dari bandara hingga gardu listrik

Panglima TNI memerintahkan pengamanan ekstra di pusat-pusat aktivitas publik, seperti bandara, pelabuhan, stasiun, hingga fasilitas energi. Infrastruktur ini dianggap sebagai urat nadi kehidupan ekonomi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional.
Peningkatan patroli di lokasi-lokasi tersebut merupakan langkah untuk mencegah aksi pihak-pihak yang ingin menciptakan instabilitas di dalam negeri. Gangguan pada satu fasilitas vital saja dinilai bisa memicu efek domino yang merugikan masyarakat luas.
"Dalam situasi geopolitik global yang memanas, objek vital strategis memang kerap menjadi sasaran kelompok-kelompok yang ingin menciptakan instabilitas. Oleh karena itu, peningkatan patroli dan kesiapsiagaan merupakan langkah preventif yang lazim dilakukan oleh militer di banyak negara," kata Selamat Ginting dalam keterangan resminya.
















