Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun, Istana: Tak Kerja untuk Survei

- Mensesneg Prasetyo Hadi menanggapi santai survei SMRC, menegaskan pemerintah Prabowo bekerja untuk masyarakat, bukan mengejar hasil survei.
- Survei SMRC pada 5–19 Juli 2026 mencatat kepuasan terhadap kinerja Prabowo turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen.
- Dalam periode sama, responden yang kurang atau tidak puas meningkat dari 16 persen menjadi 46,9 persen; survei melibatkan 749 responden dengan margin of error ±3,7 persen.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, merespons santai hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyatakan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan. Menurut dia, pemerintah tidak bekerja untuk survei.
"Sedari awal selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan dalam rangka mencari survei gitu ya," ujar Prasetyo di Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
1. Pemerintah bekerja berorientasi untuk masyarakat

Menurut dia, pemerintahan Presiden Prabowo bekerja berorientasi untuk masyarakat. Dia menegaskan, pemerintah tidak bekerja untuk menghasilkan survei yang baik.
"Tapi, dari yang kita kerjakan, kita yakin rakyat akan bisa menerima apa semua yang kita jalankan sebagai janji kampanye, sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, ingin sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar. Jadi begitu," kata dia.
2. Hasil survei SMRC

Sebelumnya, SMRC merilis hasil survei nasional bertajuk 'Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden' yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026.
Survei melibatkan 749 responden yang mewakili warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, terdiri atas 605 responden yang diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling dan 144 responden yang diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel dipilih secara acak dengan margin of error ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam dibanding sembilan bulan sebelumnya.
SMRC mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada survei November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Dengan demikian, tingkat kepuasan turun sekitar 30,1 poin persentase dalam kurun waktu sembilan bulan.
Penurunan tersebut terjadi secara bertahap dalam tiga kali pengukuran SMRC. Setelah berada di angka 81,2 persen pada November 2025, tingkat kepuasan turun menjadi 66,4 persen pada survei 26 Februari–5 Maret 2026, sebelum kembali turun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
3. Ketidakpuasan terhadap Prabowo naik hampir tiga kali lipat

Bersamaan dengan turunnya tingkat kepuasan, jumlah responden yang menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo meningkat signifikan.
Pada November 2025, hanya 16 persen responden yang mengaku kurang puas atau tidak puas. Namun, pada survei Juli 2026, angkanya melonjak menjadi 46,9 persen.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan, peningkatan ketidakpuasan tersebut terjadi dalam periode yang sama ketika tingkat kepuasan terus mengalami penurunan.
“Sejak November 2025 ke Juli 2026, tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo menurun sekitar 30,1 persen. Adapun warga yang merasa tidak atau sangat tidak puas pada kinerja Presiden Prabowo meningkat dari 16 persen pada survei November 2025 menjadi 46,9 persen pada survei Juli 2026,” ujar Deni dalam presentasinya di kanal YouTube SMRC, Minggu (26/7/2026).



















