Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Uji Coba 100 Sekolah Rakyat Resmi Dibuka Simbolis dari Bogor

WhatsApp Image 2025-07-14 at 11.47.33.jpeg
Para menteri menyapa siswa Sekolah Rakyat di Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025) (IDN Times/Linna Susanti)
Intinya sih...
  • Pemerintah hadir utuh untuk anak-anak bangsa
  • AI Mapping talent ungkap bakat anak-anak
  • Haru orang tua melepas anak ke SR, campur bangga dan ikhlas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times – Suasana penuh haru dan harapan menyelimuti pembukaan uji coba Sekolah Rakyat (SR) di Cibinong, Kabupaten Bogor. Gedung eks Balai Besar Pokasional Khusus Penyandang Disabilitas yang kini disulap menjadi tempat belajar menjadi saksi dimulainya program yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Sekolah Rakyat ini memiliki 100 murid dengan 85 orang didominasi dari Kota Bogor, 15 orang lainnya dari Kabupaten Bogor. Tersedia 12 orang guru dan 11 orang wali pendamping di sekolah untuk masing-masing  per sembilan sampai 10 orang murid. 

Program ini membuka peluang emas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk menempuh pendidikan berbasis minat dan bakat. Pembukaan uji coba SR di Bogor bukan sekadar seremoni lokal, tapi simbol dari beroperasinya 100 Sekolah Rakyat secara nasional oleh Presiden Prabowo pada Agustus 2025.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau akrab disapa Cak Imin, secara simbolis membuka uji coba seluruh SR di Indonesia dari lokasi ini.

“Kita tadi sudah tinjau. Bagus. Semua menurut saya sudah bagus,” ujar Cak Imin usai berkeliling melihat kondisi asrama, ruang belajar, hingga fasilitas kesehatan, Senin (14/7/2025).

1. Ruang belajar hingga asrama ditinjau, Pemerintah hadir utuh untuk anak-anak bangsa

Sekolah Rakyat.jpg
Kamar tidur putra murid Sekolah Rakyat di Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/7/2025). IDN Times/Linna Susanti

Turut hadir dalam pembukaan adalah barisan menteri dan pejabat tinggi negara. Mereka tidak hanya berpidato, tapi juga ikut menyapa langsung para siswa. 

Mereka yang hadir yakni Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti. Selanjutnya, Wamen PPN/Wakil Kepala Bapenas Febrian Alphyanto Ruddyard, 

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) AM Putranto, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi yang dikenal dengan sapaan Jaro Ade dan Pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar, semua tampak serius mengecek fasilitas yang tersedia.

“Saya sampaikan ini sekolah rintisan. Seperti di sini 100 orang itu karena hasil usulan. Di daerah lain ada yang 150, ada yang kurang, kita sesuaikan,” jelas Mensos Saifullah Yusuf soal kapasitas SR di tiap daerah.

2. AI Mapping talent ungkap bakat anak-anak

WhatsApp Image 2025-07-14 at 09.12.55 (1).jpeg
Orang tua dan murid saat menunggu acara pembukaan Sekolah Rakyat di Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025) (IDN Times/Linna Susanti)

Salah satu momen menarik adalah ketika Ary Ginanjar, pendiri ESQ Leadership Center, memanggil beberapa siswa yang hasil tes minat dan bakatnya menonjol. 

Dengan teknologi AI Mapping Talent, anak-anak ini dikenali potensinya sejak awal. Ada yang unggul dalam berpikir analitik, ada juga yang punya sensitivitas tinggi terhadap kebersihan dan ketertiban.

“Bakat itu harus dikenali dan diasah sejak dini. Sekolah Rakyat akan membantu mereka tumbuh sesuai jalurnya,” kata Ary.

3. Haru orang tua melepas anak ke SR, campur bangga dan ikhlas

WhatsApp Image 2025-07-14 at 09.12.54.jpeg
Orang tua dan murid saat menunggu acara pembukaan Sekolah Rakyat di Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025) (IDN Times/Linna Susanti)

Tak bisa dipungkiri, momen perpisahan orang tua dan anak menjadi detik paling mengharukan. Banyak dari mereka belum pernah berpisah lama, apalagi untuk tinggal di asrama. 

Tapi demi masa depan, mereka rela melepas dengan air mata haru dan penuh harapan.

“Tadi saya lihat anak saya dipanggil karena katanya punya kemampuan spesial. Saya sedih, tapi bangga,” ujar orang tua slaah satu murid asal Kota Bogor, Kuraesih (48). 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us