Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terbang Mewah dengan Singapore Airlines, Wi-Fi Gratis hingga Layanan Personal AI

Terbang Mewah dengan Singapore Airlines, Wi-Fi Gratis hingga Layanan Personal AI
Potret maskapai Singapore Airlines (singaporeair.com)
Intinya Sih
  • Singapore Airlines (SIA) dikenal dengan tiga pilar utama: Keunggulan Layanan, Kepemimpinan Produk, dan Konektivitas Jaringan, yang menjadi dasar keberhasilannya meraih berbagai penghargaan maskapai terbaik dunia.
  • SIA terus berinovasi lewat kolaborasi teknologi canggih seperti AI generatif bersama OpenAI dan Salesforce untuk meningkatkan efisiensi operasional serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih personal bagi pelanggan.
  • Maskapai ini juga berinvestasi besar dalam pembaruan kabin Airbus A350 dan pengembangan lounge SilverKris di berbagai negara demi memperkuat posisi sebagai pemimpin global di segmen penerbangan premium.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Berpergian menggunakan pesawat bagi Herawati bukanlah sekadar berpindah tempat. Tapi lebih dari itu merupakan perjuangan melawan trauma dan rasa takut yang luar biasa. Setiap kali akan melakukan perjalanan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri, rasa takut dan was-was sudah membayanginya. Namun karena harus menjenguk anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Jepang, Herawati tak bisa menghindari untuk menggunakan pesawat.

"Saya orangnya penakut, saya trauma banget yang namanya pesawat, setiap naik pasti gemetaran, tapi ini karena jenguk anak dan pakai Singapore Airlines jadi saya berani," ujar Hera panggilan akrab Herawati kepada IDN Times, menceritakan pengalamannya menggunakan pesawat Singapore Airlines, Jumat (6/3/2026).

Hera baru saja pulang dari Jepang pada 15 Februari 2026 usai menjenguk anaknya. Dari Jepang, ia dan suaminya, Deni, memilih menggunakan Singapore Airlines. Sedangkan saat berangkat dari Jakarta ke Singapura dan dari Singapura ke Jepang ia dan suami menggunakan Scoot, maskapai penerbangan yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines.

Ini bukan kali pertama ia menggunakan Singapore Airlines (SIA) untuk pergi ke Jepang, tahun sebelumnya ia juga menggunakan maskapai asal Singapura ini, saat menjenguk anaknya pada awal 2025.

Meski harga tiket tidak bisa dibilang murah, namun Hera dan suaminya lebih memilih menggunakan Singapore Airlines, karena kenyamanan di dalam pesawat bisa menghadirkan rasa aman dan membuatnya dapat menaklukkan rasa takut terhadap ketinggian.

"Dari takeoff, landing, bahkan di atas itu guncangannya halus gak bikin was-was, suara mesin pesawatnya juga halus, hampir gak ada suara, bikin saya nyaman," kata ibu 3 anak yang tahun ini genap berusia 43 tahun.

"Kenapa ya cara menerbangkannya (bisa) beda dengan pesawat yang lain. Aneh aja, padahal pesawat sama aja dengan yang lain, tapi yang udah saya rasain beberapa kali, nyaman aja. Gak bikin orang penakut kayak saya trauma. Udah nyaman dengan Singapore Airline, saya gak mau ganti lah (menggunakan maskapai yang lain), sampai gitu saya mikirnya," ujar Hera.

Hal lain yang juga membuat Hera enggan berpaling dari Singapore Airlines adalah makanannya selama di perjalanan. "Makanannya recomended, es krimnya mewah," ujarnya.

Tak hanya soal makanan, selama penerbangan Hera juga bisa menikmati beragam hiburan dari konten digital yang disediakan SIA. Bahkan suaminya masih tetap bisa bekerja selama penerbangan dengan adanya fasilitas wifi yang tersedia di pesawat. Karena fasilitas-fasilitas tersebut, Hera mengungkapkan, suaminya telah menjadi member SIA.

Pengalaman mewah selama penerbangan juga dirasakan Reza Riandra saat terbang menggunakan Singapore Airlines ke Nagoya, Jepang pada Oktober 2025 lalu. Kepada IDN Times, Jumat (6/3/2026), Reza mengungkapkan ia ke Jepang bersama ibu dan adiknya untuk berwisata.

"Gue senang pakai Singapore Airlines (SIA) karena transit di Changi, transitnya aja udah berasa liburan," katanya sambil tertawa.

Menurutnya, fasilitas-fasilitas yang diberikan SIA tergolong mewah. Apalagi dia mendapatkan tiket dengan harga promo. Kemewahan sudah mulai dirasakannya saat memilih dan memesan makanan dari Book the Cook di aplikasi SIA, 24 jam sebelum terbang.

"Makanan di pesawatnya enak, banyak pilihan, untuk Muslim, Hindu, vegan dan ada vegan total juga. Bisa di-custom juga. Ibu gue milih makanan untuk Muslim," ujarnya.

Reza mengatakan, sang ibu yang telah berumur 75 tahun, tak mengeluh sedikitpun selama dalam perjalanan meski jarak yang ditempuh dari Singapura ke Jepang sekitar 6-7 jam. Hal ini antara lain karena kabin pesawat luas dan kursi penumpang yang nyaman.

Reza juga memuji para pramugari SIA yang dinilainya elegan dan memberikan pelayanan yang bagus, terutama kepada penumpang yang sudah lansia. "Mereka pakai Bahasa Indonesia komunikasi ke ibu gue, jadi ibu gue merasa nyaman," ujarnya.

"To be honest ini seperti perjalanan mewah gue, senang sih dapat mewah dengan harga (tiket) pulang pergi gak sampai Rp7 juta," kata Reza sambil menambahkan film-film yang disediakan SIA cukup update.

"Singapore Airlines pasti pilihan utama gue sih untuk ke luar negeri," lanjut Reza yang pada 2009 juga pernah menggunakan SIA untuk ke Manchester, Inggris. Hanya saja, Reza sedikit mengeluhkan durasi penerbangan yang cukup panjang dari Singapura ke Jepang tanpa transit, karena sebelumnya telah transit di Bandara Changi. Ia berharap jika nanti Singapore Airlines bisa menerapkan aturan transit di tengah-tengah untuk penerbangan jarak jauh yang durasi waktunya panjang.

Soal kenyamanan dan rasa aman juga menjadi alasan Elice Tambu menggunakan Singapore Airlines saat pergi ke Malaysia untuk menemui klien perusahaannya, pada 2016 dan 2017 lalu.

Elice mengaku ke Malaysia menggunakan Singapore Airlines karena hanya dibolehkan menggunakan pesawat tersebut oleh kantornya.

"Kalau gak (naik) Singapore Airline gak pede, emang Singapore Airlines gak pernah sih ada yang aneh-aneh. Safety paling bagus, nol persen kecelakaan, memang harga premium tapi service-nya juga premium, rapih, bersih, super rapi," ujar Elice, Branding Strategy Director MakkiMakki Branding Consultant kepada IDN Times, Jumat (6/3/2026).

Karena harus menggunakan Singapore Airlines ke Malaysia, maka dalam satu hari perjalanan pulang pergi Jakarta-Malaysia, Elice harus merasakan 4 kali takeoff dan 4 kali landing karena harus transit lebih dulu di Bandara Changi, Singapura.

Sementara Nadia, seorang influencer dan travel content creator, mengaku memilih menggunakan pesawat Singapore Airlines untuk terbang ke Singapura saat liburan bersama keluarga, karena fasilitas dan kenyamanan yang diberikan.

"Untuk tingkat kenyamanan aku milih Singapore Airlines. Kabinnya luas, makanannya juga beberapa macam, minumannya bisa refill. Bahkan kalau di kelas premium bisa pilih menu. Sistem hiburannya itu lengkap banget. Fasilitas kursinya gak bisa lupa itu enak banget, value-nya dapat," ujar ibu dua anak ini.

Soal harga tiket, Nadia membandingkannya dengan maskapai lain yang sejenis, masih kompetitif. Bahkan menurut Nadia kadang lebih murah, karena harga tiket SIA sudah all in termasuk untuk biaya bagasi, makan, dan layanan di pesawat.

"Aku milih Singapore Airlines karena pertimbangan harganya juga, pesawat lain harga untuk tiket aja, gak termasuk biaya bagasi. Kalau dihitung-hitung jatuhnya mahal juga. Kalau Singapore Airlines harga sudah termasuk bagasi, makan, lebih sedikit (harganya) ya gak apa-apa. Sering ada promo (harga tiket)," ungkap Nadia kepada IDN Times, Jumat (6/3/2026).

Bahkan, kata Nadia yang mengaku sebagai member Singapore Airlines, anaknya mendapatkan merchandise saat terbang dengan SIA. Saat ini, Nadia tengah mengincar untuk dapat tiket promo Singapore Airlines tujuan Jepang.

"Suka banget naik Singapore Airlines, soal harga gak ngaruh. Sekarang semua maskapai harga tiket tanpa bagasi, kalau dipikir-pikir kenapa gak sekalian ambil maskapai yang harga tiketnya sudah all in, karena jatuh-jatuhnya (total harga tiket) sama aja," ujar Nadia yang memiliki follower di akun Instagramnya, @nadia_arz, sebesar 40,1 ribu orang.

Tak lupa ia berbagi tips agar bisa terbang dengan Singapore Airlines dengan harga tiket sesuai kantong. "Untuk dapat harga murah, Singapore Airlines suka ada travel fair, pantengin tiap tahun, kayak ke Jepang, dia ada rute ke Jepang, pantengin Instagramnya dan sering-sering buka aplikasi Singapore Airlines," ujarnya.

3 Pilar utama dalam memberikan pelayanan terbaik

IDN Times/Singapore Airlines
IDN Times/Singapore Airlines

Singapore Airlines (SIA) memang terkenal dengan standar emas dalam industri penerbangan dunia. Selain karena terus memperbarui pesawatnya, juga karena SIA memadukan antara kemewahan, layanan personal, tradisi yang dijaga ketat dan inovasi teknologi yang terus dilakukan.

Public Relations Manager Indonesia, Singapore Airlines, Kleopas Danang Bintoroyakti mengatakan, dalam melayani customers, SIA bertumpu dan berkomitmen pada 3 pilar utamanya yakni Service Excellence (Keunggulan Layanan), Product Leadership (Kepemimpinan Produk), dan Network Connectivity (Konektivitas Jaringan).

"Tiga pilar itu menjadi ciri khas kami, menjadi pedoman dalam setiap keputusan yang kami ambil dalam memberikan pelayanan terbaik, terus meng-upgrade produk-produk layanan kami, baik yang di darat maupun di udara, dan melayani beragam rute dan destinasi di seluruh dunia," ujar Danang kepada IDN Times, Jumat (6/3/2026).

Berkat 3 pilar tersebut, SIA menjadi maskapai yang paling banyak memborong penghargaan tingkat dunia. Berdasarkan keterangan yang diterima IDN Times mengenai SIA, pada 2023 SIA kembali masuk dalam daftar 50 perusahaan paling dikagumi di dunia versi Majalah Fortune.

Pada Februari 2023, dalam Air Transport World Airline Industry Awards, SIA dinobatkan sebagai Maskapai Penerbangan Terbaik. Penghargaan ini mengakui kinerja, inovasi, dan layanan superior SIA dalam industri penerbangan.

Dalam Skytrax World Airline Awards yang sering disebut sebagai Oscars of Aviation, SIA telah 5 kali memenangkan gelar sebagai Maskapai Terbaik Dunia (World's Best Airline). Terakhir pada 2023, sedangkan pada 2024 dan 2025 SIA menempati posisi peringkat ke-2 dunia, bersaing ketat dengan Qatar Airways.

SIA juga konsisten memenangkan penghargaan sebagai maskapai terbaik di Asia selama bertahun-tahun, termasuk pada 2025 (Best Airline in Asia). Maskapai yang dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Goh Choon Phong ini juga berkali-kali meraih World's Best Cabin Crew (awak kabin terbaik di dunia) berkat standar pelatihan "Singapore Girl" yang legendaris.

Deretan penghargaan itu tidak terlepas dari upaya berkelanjutan dan inovasi yang terus dilakukan SIA dalam meningkatkan pengalaman layanan pelanggan melalui teknologi, dan juga sejarah panjang maskapai asal Singapura ini.

Secara history, SIA sudah ada sejak 1947. Penerbangan perdananya saat itu menggunakan nama Malayan Airways Limited. Seiring waktu, nama tersebut berubah menjadi Malaysian Airways Limited dan kemudian berganti lagi jadi Malaysia-Singapore Airlines (MSA).

Pada 1972, MSA terpecah menjadi Singapore Airlines (SIA) dan Malaysian Airline System. Saat awal menggunakan nama SIA, maskapai ini mengoperasikan armada sederhana, dengan 10 pesawat yang melayani penerbangan ke 22 kota di 18 negara.

Sejak itu, SIA terus berkembang menjadi maskapai penerbangan internasional kelas dunia dan menjadi sebuah ekosistem penerbangan besar yang mengusung nama SIA Group, termasuk di dalamnya melayani penerbangan cargo.

Berdasarkan data yang diperoleh IDN Times, pada tahun fiskal 2024/2025, SIA Group dalam hal ini Singapore Airlines dan anak perusahaannya, maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier atau LCC) yaitu Scoot, telah mengangkut 39.383.152 penumpang, yang mana khusus Singapore Airlines telah mengangkut 26.519.154 penumpang selama 2024/2025 dan Scoot sebanyak 12.863.998 penumpang.

Jumlah tersebut diangkut dengan total 198 armada (pesawat penumpang), yang terdiri dari Singapore Airlines sebanyak 145 armada dan Scoot 53. Angka ini tidak termasuk tujuh pesawat kargo Boeing 747-400F.

Adapun tujuan/destinasi yang telah dilayani pada tahun fiskal 2024/2025, Singapore Airlines sebanyak 79, dan Scoot sebanyak 71. Pada tahun ini, SIA Group juga telah memperkenalkan 14 destinasi baru.

Singapore Airlines sendiri sudah melayani penerbangan ke Indonesia sejak 1972, sejak nama Singapore Airlines itu terbentuk. Public Relations Manager Indonesia, Singapore Airlines, Kleopas Danang Bintoroyakti mengatakan, saat ini Singapore Airlines beroperasi melayani penerbangan dari dan ke empat kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar.

"Penerbangan dari Jakarta ke Singapura ada 9 kali dalam sehari, Surabaya-Singapura 3 kali sehari, Denpasar-Singapura 6 kali, dan Medan 2 kali hari," papar Danang.

Selain penerbangan dari 4 kota besar tersebut, SIA Group juga melayani penerbangan dari beberapa kota di Indonesia dengan maskapai anak perusahaannya, Scoot.

Dengan harga tiket yang ekonomis, Scoot tidak hanya melayani penerbangan dari Jakarta dan Surabaya ke luar negeri, tapi juga dari Yogyakarta, Semarang, dan pada akhir 2025 melayani rute dari Bandara Kertajati Majalengka/Bandung. Sedangkan di Sumatra Scoot melayani penerbangan dari Medan, Palembang, Pekanbaru, dan Padang.

Adapun dari Bali dan Nusa Tenggara, Scoot melayani penerbangan dari Denpasar, Lombok, dan Labuan Bajo. Labuan Bajo menjadi rute internasional baru yang populer sejak akhir 2025.

Selanjutnya di Kalimantan dan Sulawesi, Scoot melayani penerbangan dari Balikpapan, Makassar, dan Manado. Rencananya pada Mei 2026, Scoot akan membuka rute ke Belitung. Scoot juga telah melayani penerbangan ke Jeddah, Arab Saudi, sejak 1 Mei 2016. Rute ini sangat populer di kalangan jemaah umrah dari Asia Tenggara.

"Di sisi jaringan penerbangan, SIA Group terus memperluas jaringan dengan menyesuaikan kapasitas terhadap permintaan pasar. Untuk periode Northern Summer 2026, yang berlangsung dari 29 Maret hingga 25 Oktober 2026, kami akan menambah frekuensi penerbangan dan meningkatkan kapasitas penumpang ke sejumlah destinasi populer, seiring dengan meningkatnya permintaan perjalanan udara," ujar Danang, Senin (9/3/2026).

Dalam meningkatkan konektivitas, kapasitas dan integrasi layanan penumpang, termasuk dalam mendukung pariwisata Indonesia, SIA telah sejak lama bekerja sama dengan maskapai milik pemerintah RI, Garuda Indonesia. Bahkan saat ini Garuda Indonesia (GA) dan Singapore Airlines (SIA) telah mengumumkan rencana untuk membentuk usaha patungan yang akan memperdalam kerja sama antara kedua maskapai, meningkatkan kapasitas penumpang antara Singapura dan Indonesia, dan menawarkan lebih banyak pilihan perjalanan antar kedua negara kepada pelanggan.

Layanan personal dan terintegrasi dengan teknologi canggih, termasuk AI

Dok. Singapore Airlines
Dok. Singapore Airlines

Hingga saat ini, SIA terus memperkuat posisinya sebagai maskapai pemimpin inovasi dengan mengintegrasikan teknologi canggih untuk mempersonalisasi perjalanan penumpang. Upaya ini bukan hanya soal kecanggihan pesawat, tapi bagaimana teknologi bisa membuat layanan terasa lebih manusiawi dan responsif.

Hal ini terlihat dalam beberapa upaya berkelanjutan yang dilakukan oleh SIA, antara lain bekerja sama dengan OpenAI untuk mengembangkan dan mengimplementasikan solusi Generative Artificial Intelligence (GenAI) canggih. Kolaborasi ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh OpenAI bersama maskapai penerbangan ternama di dunia.

Dalam keterangan persnya pada 25 April 2025, Senior Vice President Information Technology Singapore Airlines, George Wang mengatakan, kolaborasi dengan OpenAI ini mencerminkan komitmen Singapore Airlines terhadap inovasi digital dan kepemimpinan di industri penerbangan.

"Dengan memanfaatkan solusi AI yang mutakhir, kami akan meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas staf, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik secara menyeluruh, sehingga membantu mempertahankan posisi SIA Group sebagai pemimpin di industri ini," ujar George Wang.

SIA juga bekerja sama dengan Salesforce dan telah mengumumkan integrasi Agentforce, Einstein in Service Cloud, dan Data Cloud ke dalam sistem manajemen kasus pelanggan SIA.

Bagi customers, penggunaan AI ini bisa dijumpai di situs web dan aplikasi SIA. Kini dengan adanya asisten virtual berbasis AI yang mampu memahami teks, audio, video, hingga gambar, dapat membantu memberikan rekomendasi destinasi yang sangat personal kepada customers.

Teknologi AI ini juga membantu staf SIA dalam membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat, mendukung kelancaran operasional, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan, serta membantu menganalisis data pelanggan dengan kecepatan dan ketelitian yang lebih tinggi, sehingga maskapai mampu mempertajam kemampuannya untuk memberikan interaksi yang lebih personal dan bermakna di seluruh titik kontaknya.

Teknologi tersebut juga telah memberikan pengalaman digitalisasi mumpuni selama penerbangan di dalam pesawat (In-flight Experience), dengan hadirnya Wi-Fi gratis tanpa batas untuk seluruh anggota KrisFlyer di hampir semua kelas penerbangan, kecuali tujuh pesawat Boeing 737-800 NG.

Adanya Wi-Fi gratis tanpa batas ini sangat membantu para penumpang yang tetap harus bekerja selama dalam penerbangan. Seperti Deni, suami Herawati, ia tetap bisa bekerja selama dalam perjalanan di udara. Termasuk juga bagi penumpang yang takut dengan ketinggian dan mereka yang mudah bosan dengan perjalanan panjang di udara, keberadaan Wi-Fi gratis bisa memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengakses hiburan dan media sosial mereka, sehingga bisa melupakan rasa takut dan bosan tersebut.

Penumpang SIA juga bisa mengakses ribuan majalah dan koran internasional langsung dari aplikasi SingaporeAir di gawai pribadi bahkan saat berada di ketinggian 36.000 kaki di udara. Dengan teknologi ini, SIA telah mengurangi penggunaan kertas secara signifikan.

Untuk dapat menikmati layanan Wi-Fi gratis dalam penerbangan, pelanggan harus memasukkan detail keanggotaan KrisFlyer mereka pada saat melakukan pemesanan melalui opsi online Manage Booking, atau pada saat check-in. Sedangkan untuk non-anggota KrisFlyer dapat mendaftar keanggotaan gratis secara online atau ketika dalam penerbangan melalui portal konten digital SIA di perangkat seluler pribadi mereka.

Sejak Februari 2023, anggota KrisFlyer yang bepergian di Premium Economy Class dan Economy Class juga telah mendapatkan akses Wi-Fi gratis dengan durasi masing-masing selama tiga dan dua jam.

"Dalam perkembangan dunia digital yang semakin terhubung saat ini, konektivitas Wi-Fi berkecepatan tinggi dalam penerbangan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelanggan kami. Menyediakan layanan Wi-Fi gratis tanpa batas kepada pelanggan merupakan langkah penting dalam upaya berkelanjutan SIA untuk memberikan pengalaman perjalanan yang mengesankan. Dengan peningkatan layanan ini, para pelanggan kami akan dapat tetap terhubung, terhibur, dan tetap produktif, bahkan di ketinggian 36.000 kaki di udara," ujar Yeoh Phee Teik, Senior Vice President Customer Experience, Singapore Airlines, dalam rilis pada 31 Mei 2023.

Teknologi lainnya yang bisa dinikmati penumpang yakni bisa memilih dan memesan makanan lewat Book the Cook, sebuah integrasi sistem yang memungkinkan penumpang kelas premium memesan menu khusus jauh hari melalui aplikasi, yang juga membantu maskapai mengurangi limbah makanan (food waste). Penumpang SIA, Reza, mengakui layanan Book the Cook telah memberikannya pengalaman mewah tak terlupakan, karena bisa memilih menu yang diinginkan untuk dinikmati di pesawat. Terutama untuk sang ibu yang sudah lansia, dia bisa memilih menu yang cocok secara leluasa.

Penggunaan teknologi AI juga membuat SIA dapat memahami perubahan preferensi penumpang (misalnya tren makanan sehat atau kebutuhan ruang kerja di lounge) dan langsung menyesuaikan layanan mereka. SIA juga dapat mendeteksi masalah yang sering muncul di rute tertentu dengan cepat, dengan menggunakan platform Qualtrics untuk memproses ribuan umpan balik (feedback) pelanggan setiap harinya secara real-time.

Bagi penumpang, penggunaan teknologi biometrik wajah di Bandara Changi, bisa mempermudah proses check-in, penitipan bagasi, hingga boarding hanya dengan memindai wajah, tanpa perlu terus-menerus mengeluarkan paspor atau boarding pass.

Melalui KrisLab, SIA juga terus bereksperimen dengan teknologi masa depan seperti Blockchain, yang digunakan pada aplikasi KrisPay untuk memudahkan anggota KrisFlyer menggunakan miles mereka sebagai alat pembayaran digital di berbagai toko mitra di Singapura. Penggunaan Mixed Reality (AR/VR) juga telah membuat SIA bisa melatih kru kabin dalam simulasi situasi darurat atau pelayanan kelas dunia tanpa harus menggunakan pesawat fisik, untuk memastikan standar pelayanan tetap tertinggi di industri penerbangan.

Teknologi lainnya yang juga akan dimanfaatkan SIA adalah kemampuan AI generatif Einstein yang terdapat dalam Service Cloud, untuk merangkum riwayat interaksi pelanggan dengan maskapai. Teknologi ini juga menyediakan panduan bantuan yang memungkinkan perwakilan layanan pelanggan dapat lebih memahami, mengantisipasi kebutuhan pelanggan, dan menawarkan solusi yang lebih tepat. Dengan demikian, SIA dapat mengurangi waktu respons rata-rata serta menghadirkan layanan yang lebih efisien, proaktif, personal, dan terintegrasi bagi para pelanggannya.

Dalam siaran persnya pada 12 Maret 2025, Chief Executive Officer Singapore Airlines Goh Choon Phong mengatakan, "sebagai maskapai penerbangan terkemuka di dunia yang mengedepankan transformasi digital, Singapore Airlines berkomitmen untuk berinvestasi dan memanfaatkan teknologi yang relevan guna meningkatkan pengalaman pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, mendorong pertumbuhan pendapatan, dan meningkatkan produktivitas karyawan."

Goh Choon Phong juga mengatakan, SIA Group telah menjadi pelopor dalam penerapan solusi AI generatif, dengan mengembangkan lebih dari 250 contoh kasus (use case) dalam 18 bulan terakhir dan menerapkan sekitar 50 inisiatif di seluruh operasional.

"Salesforce adalah pelopor dalam AI berbasis agen. Integrasi Agentforce, Einstein in Service Cloud, dan Data Cloud ke dalam sistem manajemen kasus pelanggan SIA akan meningkatkan kemampuan kami dalam membantu pelanggan secara lebih efisien dan menandai langkah pertama dalam kolaborasi ini. Bersama, kami akan mengembangkan solusi AI yang mendorong perubahan yang bermakna dan berdampak, serta menetapkan standar baru dalam keunggulan layanan di industri penerbangan," jelas Goh Choon Phong.

Pembaruan pesawat dan lounge SilverKris untuk tingkatkan pengalaman perjalanan premium pelanggan

Ilustrasi dua orang wanita melakukan penerbangan dengan Singapore Airlines menuju Sydney (Dok. Singapore Airlines)
Ilustrasi dua orang wanita melakukan penerbangan dengan Singapore Airlines menuju Sydney (Dok. Singapore Airlines)

SIA terus berinvestasi dalam produk-produk inovatif dan berkualitas tinggi untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin global dalam perjalanan udara.

Pada November 2024, maskapai ini mengumumkan rencana pemasangan produk kabin jarak jauh generasi berikutnya di 41 pesawat Airbus A350-900 jarak jauh dan ultra-jauh (ULR). Investasi senilai $1,1 miliar ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan premium bagi pelanggan di seluruh jaringannya.

"Program pembaruan pesawat Airbus A350 ini akan menghadirkan produk kabin jarak jauh yang sepenuhnya baru, termasuk berbagai layanan premium eksklusif. Pesawat A350-900 jarak jauh pertama yang telah diperbarui dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ini," ujar Danang kepada IDN Times.

Berikut beberapa poin utama dari program retrofit ini:

  • Kabin First Class terbaru pada tujuh pesawat A350-900 Ultra Long Range (ULR), yang akan menjadi standar baru industri pada rute-rute terpanjang di dunia, seperti Singapura–New York JFK, Singapura–Newark, dan Singapura–Los Angeles.
  • Kursi Business Class generasi baru di seluruh 41 pesawat, yang menawarkan tingkat privasi, kenyamanan, dan kemudahan yang lebih tinggi.
  • Kursi First Class dan Business Class yang dirancang sepenuhnya dari awal, dengan tata ruang yang lebih luas serta fitur ergonomis yang mengutamakan kebutuhan pelanggan. Desain kursi ini juga akan diterapkan pada pesawat Boeing 777-9 yang akan datang.
  • Penyegaran kabin Premium Economy dan Economy Class untuk meningkatkan kenyamanan serta pengalaman perjalanan secara keseluruhan.
  • Generasi terbaru sistem hiburan dalam pesawat KrisWorld, yang menawarkan pengalaman lebih personal dengan pilihan konten hiburan dan gaya hidup yang semakin beragam, serta layar hiburan baru di kelas First dan Business.

"Seluruh peningkatan ini dikombinasikan dengan layanan awak kabin Singapore Airlines yang hangat dan penuh perhatian, akan menghadirkan standar baru dalam inovasi, pengalaman pelanggan, dan keunggulan layanan. Informasi lebih lengkap mengenai program ini akan diumumkan pada waktunya," jelas Danang.

Selain peningkatan di dalam pesawat, SIA juga meningkatkan pengalaman di darat. Danang mengungkapkan, pada November 2025 Singapore Airlines telah meresmikan SilverKris First Class Lounge terbaru di Bandara Changi Terminal 2, sebagai upaya memperhatikan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.

"Lounge ini dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari menikmati hidangan dan minuman segar, bekerja dengan nyaman, beristirahat di antara penerbangan, hingga bersantai sambil menonton siaran olahraga secara langsung, semuanya dalam satu ruang yang dirancang dengan cermat," jelas Danang.

SIA juga membuka lounge SilverKris di London Heathrow dan Sydney, masing-masing pada 31 Juli 2024 dan 24 Agustus 2024. Kedua lounge tersebut telah ditingkatkan dengan area tempat duduk yang lebih luas dan pilihan makanan dan minuman yang lebih beragam, yang dirancang untuk menawarkan kenyamanan dan kemudahan yang lebih besar bagi para pelancong.

"Singapore Airlines berkomitmen untuk menyediakan layanan transportasi udara dengan kualitas terbaik, sekaligus memberikan hasil yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan karyawan. Janji brand kami bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu Keunggulan Layanan, Kepemimpinan Produk, dan Konektivitas Jaringan. Ketiga pilar ini menjadi pedoman dalam setiap keputusan yang kami ambil," ujar Danang.

"Kami terus berinvestasi dalam pengembangan produk untuk mempertahankan posisi kami sebagai maskapai premium, dan menegaskan komitmen kami yang kuat dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang luar biasa, sekaligus menetapkan standar baru di segmen perjalanan premium di seluruh jaringan penerbangan kami," lanjutnya.

Kelebihan-kelebihan itulah yang membuat Nadia, seorang member SIA, memilih menggunakan Singapore Airlines untuk perjalanan ke luar negeri. "SIA cenderung menggunakan pesawat airbus, pesawatnya besar, kabinnya luas jadi enak dan nyaman. Rest room-nya lebih luas karena bentukannya airbus besar, lebih enak Singapore Airlines, emang premium sih," ujarnya kepada IDN Times.

Begitu juga Herawati, pembaruan pesawat yang terus dilakukan SIA, yang dipadukan dengan fasilitas dan layanan awak kabin yang hangat dan penuh perhatian, membuatnya mampu menaklukkan rasa takut untuk terbang.

Saat ini, Singapore Airlines telah mengumumkan koneksi Kapabilitas Distribusi Baru (New Distribution Capability - NDC) pertamanya, melalui situs pencarian perjalanan dan pemesanan Skyscanner. Melalui jaringan koneksi ini, para pelanggan dapat memesan tiket penerbangan SIA dengan lebih nyaman melalui situs Skyscanner. Pelanggan dapat memilih untuk membeli tiket penerbangan SIA melalui Skyscanner secara langsung, dari pada harus diarahkan ke situs web Singapore Airlines untuk menyelesaikan pemesanan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More