Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[UPDATE] Angkanya Turun, Indonesia Catat 53.723 Kasus Suspek COVID-19

[UPDATE] Angkanya Turun, Indonesia Catat 53.723 Kasus Suspek COVID-19
Ilustrasi swab test. IDN Times/Debbie Sutrisno
Share Article

Jakarta, IDN Times - Satgas Penanganan COVID-19 mencatat 53.723 status suspek COVID-19 di Indonesia hingga Kamis (30/7/2020). Angka ini berkurang 3.670 dibanding pada Rabu (29/7/2020) yang mencatat angka 57.393 kasus.

Berdasarkan pencatatan Satgas Penanganan COVID-19 hingga 30 Juli 2020 pukul 12.00 WIB, spesimen tercatat mencapai angka 30.046.

  1. 1. Kasus konfirmasi positif bertambah 1.904 hari ini

    Ilustrasi Suasana Pandemik COVID-19 di India. ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave
    Ilustrasi Suasana Pandemik COVID-19 di India. ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave

    Kasus konfirmasi COVID-19 bertambah 1.904 kasus hingga total mencapai 106.336 kasus. Sedangkan kasus sembuh bertambah 2.154 mencapai total 64.292 kasus.

    Kasus meninggal di Indonesia bertambah 83 kasus. Secara total angka kematian imbas COVID-19 di Indonesia menembus angka 5.058.

  2. 2. Sebaran kasus COVID-19 di 34 Provinsi di Indonesia

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melakukan peninjauan PSBB di sejumlah check point (Dok. Humas Pemprov DKI Jakarta)
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melakukan peninjauan PSBB di sejumlah check point (Dok. Humas Pemprov DKI Jakarta)

    Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

    1. Aceh 312 kasus
    2. Bali 3.360 kasus
    3. Banten 1.801 kasus
    4. Bangka Belitung 193 kasus
    5. Bengkulu 214 kasus
    6. Yogyakarta 610 kasus
    7. DKI Jakarta 20.969 kasus
    8. Jambi 156 kasus
    9. Jawa Barat 6.461 kasus
    10. Jawa Tengah 9.281 kasus
    11. Jawa Timur 21.772 kasus
    12. Kalimantan Barat 381 kasus
    13. Kalimantan Timur 1.377 kasus
    14. Kalimantan Tengah 1.701 kasus
    15. Kalimantan Selatan 5.970 kasus
    16. Kalimantan Utara 280 kasus
    17. Kepulauan Riau 370 kasus
    18. Nusa Tenggara Barat 2.022 kasus
    19. Sumatera Selatan 3.387 kasus
    20. Sumatera Barat 907 kasus
    21. Sulawesi Utara 2.502 kasus
    22. Sumatera Utara 3.827 kasus
    23. Sulawesi Tenggara 782 kasus
    24. Sulawesi Selatan 9.346 kasus
    25. Sulawesi Tengah 207 kasus
    26. Lampung 255 kasus
    27. Riau 426 kasus
    28. Maluku Utara 1.530 kasus
    29. Maluku 1.093 kasus
    30. Papua Barat 430 kasus
    31. Papua 3.021 kasus
    32. Sulawesi Barat 223 kasus
    33. Nusa Tenggara Timur 145 kasus
    34. Gorontalo 1.015 kasus

    Dalam proses verifikasi lapangan 10 kasus.

  3. 3. Pengertian dan gejala-gejala COVID-19

    Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Aji Styawan
    Ilustrasi Swab Test. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

    Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

    Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa 17 Maret 2020, sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis 19 Maret 2020 mencapai 8,37 persen.

    Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

    Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

    Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

    Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

    Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

    Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More