Update: Korban Meninggal Gempa NTT Menjadi 54 Orang

- Korban meninggal akibat gempa di NTT bertambah menjadi 54 orang, sementara pendataan korban luka masih berlangsung dinamis.
- BNPB menyalurkan 50.000 paket bantuan Presiden melalui posko Labuan Bajo dan Maumere, didukung armada darat, laut, serta 11 pesawat untuk menjangkau wilayah terdampak.
- Data sementara mencatat 137 korban luka, 241 rumah rusak, serta 5.488 pengungsi terpusat dan 171 pengungsi mandiri; perbaikan diproses berdasarkan data valid bertahap.
Jakarta, IDN Times - Kepala (Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan hingga hari ini, korban jiwa akibat gempa di NTT bertambah menjadi 54 orang. Sedangkan, korban luka-luka masih terus didata.
"Terkait pemutakhiran data dampak bencana, Kepala BNPB (Suharyanto) mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia per hari ini tercatat sebanyak 54 jiwa, sementara pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).
Suharyanto menjelaskan Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden RI. Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.
Suharyanto menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang by name by address, tanpa harus menunggu data rampung 100 persen, agar intervensi perbaikan bisa langsung dieksekusi.
"Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi,” ujar dia.
“Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat," sambungnya.
Memperkuat arahan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, BNPB membeberkan kesiapan strategi serta pengerahan sumber daya logistik dan armada penanganan di lapangan.
Logistik dari Posko Utama Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Untuk menembus kendala geografis dan wilayah terisolir, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal. Pada jalur udara, disiagakan 6 pesawat di Labuan Bajo dan 5 pesawat di Maumere, termasuk helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.
Sementara pada jalur darat, dilakukan mobilisasi truk-truk logistik ukuran besar di titik-titik penyaluran utama, yang didukung pula oleh pengoperasian kapal Pelni dan kapal feri pada jalur laut menuju wilayah kepulauan seperti Pulau Palue.
Berdasarkan data sementara per Minggu, 15 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, total jumlah korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Sedangkan total rumah rusak berat 154 unit, rusak sedang 49 unit, dan rusak ringan 38 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas umum lain.
Selain itu, jumlah warga yang mengungsi masih terus dilakukan pendataan tim gabungan. Data sementara sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.




















