Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Urai Kebakaran Gudang Plastik di Kapuk, Damkar Kerahkan Ekskavator

Urai Kebakaran Gudang Plastik di Kapuk, Damkar Kerahkan Ekskavator
ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menurunkan ekskavator untuk membantu proses pendinginan kebakaran gudang plastik di Kapuk, Cengkareng, karena material plastik sulit dijangkau air pemadam.
  • Kepala Seksi Operasi Syaiful Kahfi menjelaskan alat berat digunakan untuk membongkar reruntuhan agar penyemprotan air bisa mencapai dasar tumpukan plastik yang masih menyimpan bara api.
  • Sebanyak 16 unit mobil damkar dan satu bronto skylift disiagakan di lokasi sejak Senin sore, sementara api sempat padam namun kembali muncul dari sisa material terbakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat menurunkan alat berat ekskavator untuk memaksimalkan proses pendinginan kebakaran yang melanda gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar).

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengatakan material plastik yang ikut terbakar dan tertimpa reruntuhan gedung mempersulit proses pendinginan tersebut.

"Tumpukan barangnya banyak, jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu," kata Syaiful saat dikonfirmasi di Jakarta, melansir ANTARA, Selasa (19/5/2026).

Oleh karena itu, kata dia, alat berat perlu diturunkan untuk membongkar reruntuhan yang menindih material plastik, sehingga penyemprotan benar-benar menyentuh dasar.

Pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan pemilik gedung agar segera mendatangkan alat berat tersebut ke lokasi kebakaran.

"Kita lagi koordinasi sama pemilik gedung biar disiapin beko (ekskavator), jadi nanti diurai, baru disemprotin, gitu. Pakai beko dulu diurai, baru kita semprotin. Kalau enggak begitu, nanti berlarut terus, besok panggil kita, panggil kita, gitu," ujar Syaiful.

Kondisi bangunan yang terbakar sejak Senin (18/5/2026) pukul 14.30 WIB itu menunjukkan masih ada bara api pada bagian dalam tumpukan material plastik, meskipun titik api sudah dilokalisasi.

Selain itu, halaman depan gudang juga digenangi oleh air pemadaman dan dipenuhi puing-puing bangunan yang roboh. Sementara, atap beserta tembok pada bagian sisi bangunan gudang itu terlihat ambruk.

Setidaknya, 16 unit mobil pemadam kebakaran masih disiagakan di lokasi kebakaran. Sebuah armada bronto skylift dikerahkan di lokasi untuk menyemprot air dari sisi atas ke titik-titik reruntuhan dan sisa material plastik.

Beberapa kali, api dapat dipadamkan dan asap perlahan menghilang, namun selalu kembali menyala dan menimbulkan kepulan asap hitam.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More