Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cuaca Ekstrem Terjang AS, 25 Orang Tewas

Cuaca Ekstrem Terjang AS, 25 Orang Tewas
ilustrasi cuaca panas (pexels.com/Fatih Turan)
Intinya Sih
  • Gelombang panas ekstrem dan badai musim panas di AS menewaskan sedikitnya 25 orang serta memicu peringatan bahaya bagi sekitar 40 juta warga di berbagai wilayah.
  • New Jersey mencatat korban terbanyak akibat suhu tinggi dan pemadaman listrik, sementara beberapa kota besar memecahkan rekor suhu dengan indeks panas mencapai lebih dari 37 derajat Celcius.
  • Badai besar menyebabkan ancaman banjir di pantai timur, sementara otoritas mengimbau warga tetap waspada, menjaga hidrasi, dan berlindung di tempat berpendingin udara hingga suhu menurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Gelombang panas ekstrem dan badai musim panas yang melanda Amerika Serikat (AS) selama sepekan terakhir menyebabkan sedikitnya 25 orang meninggal dunia. Cuaca ekstrem itu juga memicu peringatan bahaya bagi sekitar 40 juta warga di kawasan Pantai Timur, Tenggara, hingga Barat Daya.

Berdasarkan laporan berbagai otoritas lokal, kubah panas yang menyelimuti separuh wilayah timur AS mendorong suhu melampaui 37,78 derajat Celcius di lebih dari 20 negara bagian, bahkan mengganggu jalannya sejumlah perayaan hari libur nasional.

Dampak terberat terjadi di New Jersey. Departemen Kesehatan Masyarakat negara bagian itu melaporkan 22 kematian yang diduga berkaitan dengan panas ekstrem di 10 daerah. Mayoritas korban ditemukan di dalam rumah tanpa pendingin ruangan (AC), di jalanan, serta di dalam mobil yang terparkir. Perwakilan Departemen Kesehatan Masyarakat New Jersey mengingatkan bahwa kondisi tersebut sangat berbahaya.

“Ini bukan gelombang panas musim panas yang biasa. Jenis panas ini dapat dengan cepat menjadi mengancam nyawa bagi manusia dan hewan dari segala usia,” katanya, dikutip The Guardian, Senin (6/7/2026).

1. Korban bertambah akibat panas dan listrik padam

ilustrasi remot AS
ilustrasi remot AC (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Di luar New Jersey, korban jiwa juga dilaporkan dari sejumlah wilayah lain. Otoritas Cook County di Illinois mencatat satu kematian setelah stres panas memperburuk penyakit kardiovaskular organik yang diderita pasien. Pejabat Hinds County di Mississippi juga mengonfirmasi dua korban meninggal, yakni Mitchell Ray Cooley (74) dan Martha Irene Van Egmond (83). Sementara itu, di New York City, lebih dari 378 orang terpaksa dilarikan ke ruang gawat darurat akibat penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas.

Suhu menyengat ini turut mengacaukan sejumlah agenda publik di Washington D.C. Parade Hari Kemerdekaan terpaksa dibatalkan, dan pameran Great American State Fair sempat ditutup setelah puluhan pengunjung mengalami heat stroke.

Di sisi lain, pemadaman listrik berskala besar ikut memperburuk situasi. Sebanyak 215 ribu pelanggan di Michigan, 151.700 di Pennsylvania, dan 94.200 di New Jersey terdampak gangguan listrik. Data cuaca juga menunjukkan sedikitnya 18 rekor suhu tertinggi pecah di sejumlah kota besar, termasuk Baltimore, Raleigh, Norfolk, dan Atlantic City, dengan indeks panas yang dirasakan mencapai 37,78-40,56 derajat Celcius.

2. Badai memicu ancaman banjir di pantai timur

ilustrasi banjir (pexels.com/Sveta K)
ilustrasi banjir (pexels.com/Sveta K)

Badai besar yang menerjang wilayah tengah dan timur AS menghasilkan lebih dari 540 laporan embusan angin yang merusak. Prakiraan cuaca menunjukkan hujan dan badai petir akan meluas ke kawasan dataran, Tenggara, hingga Atlantik Tengah. Akibatnya, sekitar 34 juta orang dari Delaware sampai Connecticut kini berada dalam status peringatan banjir.

Departemen Manajemen Darurat New York City memperingatkan hujan deras berpotensi mengganggu berbagai infrastruktur di kawasan tersebut.

“Periode hujan deras dapat menyebabkan banjir di kota, termasuk jalan raya, jalan-jalan, basement, dan underpass,” menurut lembaga tersebut, dikutip NBC News.

Selain ancaman banjir, kawasan Atlantik Tengah juga berisiko dilanda angin dengan kecepatan lebih dari 70 mph serta hujan es seukuran koin seperempat.

3. Otoritas mengimbau warga tetap melakukan pencegahan

Bendera Amerika Serikat
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Badan Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) memprediksi aliran udara yang lebih sejuk dari wilayah utara akan bergerak masuk sehingga suhu ekstrem diperkirakan menurun dalam beberapa hari ke depan.

Sambil menunggu suhu mereda, para pejabat kesehatan masyarakat meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga dianjurkan memperbanyak konsumsi cairan, menghindari paparan sinar matahari langsung, berada di dalam ruangan berpendingin udara, serta aktif memeriksa kondisi kerabat maupun tetangga selama cuaca ekstrem masih berlangsung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More