Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Azerbaijan Penjarakan 9 Jurnalis dan Aktivis Independen, Kenapa?

Azerbaijan Penjarakan 9 Jurnalis dan Aktivis Independen, Kenapa?
ilustrasi penjara (pixabay.com/Mohamed_hassan)
Intinya Sih
  • Pengadilan Azerbaijan menjatuhkan hukuman 12–15 tahun kepada sembilan pendiri, jurnalis, dan aktivis Toplum TV atas dugaan kejahatan finansial; seluruh terdakwa membantah tuduhan dan akan banding.
  • Kasus bermula dari penggerebekan kantor Toplum TV pada Maret 2024, dengan dakwaan yang berkembang dari penyelundupan mata uang asing menjadi pencucian uang, penggelapan pajak, dan pemalsuan dokumen.
  • EFJ, IFJ, dan organisasi internasional mengkritik vonis tersebut sebagai tekanan terhadap media independen, sementara pemerintah Azerbaijan menyatakan proses hukum ini murni perkara pidana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pengadilan Azerbaijan menjatuhkan hukuman penjara kepada sembilan jurnalis dan aktivis media independen atas dugaan kejahatan finansial pada Senin (27/7/2026). Vonis ini menimpa jajaran pendiri, pengelola, serta jurnalis Toplum TV, sebuah media daring independen yang berbasis di Baku.

Seluruh terdakwa membantah tuduhan tersebut dan menilai kasus ini sarat motif politik. Putusan pengadilan ini kembali memicu gelombang kritik dari berbagai organisasi internasional yang menyoroti buruknya kebebasan pers di Azerbaijan.

1. Vonis penjara bagi pendiri dan jurnalis Toplum TV

Pendiri Toplum TV, Akif Gurbanov, divonis 15 tahun penjara, sedangkan pendiri lainnya, Alasgar Mammadli, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara. Pengadilan menyatakan keduanya bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana keuangan.

Selain kedua pendiri tersebut, tiga jurnalis dan empat aktivis independen juga dijatuhi hukuman penjara antara 12 hingga 15 tahun. Tim kuasa hukum memastikan seluruh terdakwa akan mengajukan banding atas keputusan ini.

"Kami akan mengajukan banding karena seluruh proses persidangan dinilai tidak adil," kata pengacara jurnalis Elmir Abbasov, Elchin Sadigov, dilansir Free Malaysia Today.

Tim pengacara juga mengkritik proses persidangan yang dianggap tidak netral. Menurut mereka, hakim menolak berbagai permohonan yang diajukan pihak pembela sepanjang sidang berlangsung.

2. Polisi menggerebek kantor media

Kasus ini bermula saat polisi menggerebek kantor Toplum TV di Baku pada Maret 2024 dan menangkap sejumlah pengelola serta jurnalis. Pada awal penyidikan, para terdakwa dituduh melakukan penyelundupan mata uang asing. Jaksa kemudian menambahkan pasal pencucian uang, penggelapan pajak, hingga pemalsuan dokumen.

Federasi Jurnalis Eropa (EFJ) menilai hukuman tersebut sangat berlebihan dan mencerminkan tekanan berat terhadap keberadaan media independen.

"Kami terkejut dengan vonis yang sangat berat ini. Hal tersebut makin menegaskan bahwa persidangan ini murni bermotif politik," ujar Sekretaris Jenderal EFJ, Ricardo Gutiérrez.

3. Kritik internasional terhadap kebebasan pers di Azerbaijan

Kasus Toplum TV memperpanjang catatan buruk kebebasan pers di Azerbaijan. Reporters Without Borders (RSF) menempatkan negara tersebut di peringkat ke-171 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebelumnya telah mendesak Azerbaijan untuk menghentikan tekanan terhadap media independen. Namun, pemerintah Azerbaijan membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa proses hukum ini merupakan kasus pidana murni.

Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) turut mengecam putusan tersebut dan menuntut pembebasan segera bagi para pekerja media yang ditahan.

"Vonis ini adalah bagian dari tindakan penindasan terhadap jurnalis dan sama sekali tidak mencerminkan keadilan," kata Sekretaris Jenderal IFJ, Anthony Bellanger.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More