Yayasan Sekolah Islam di Jaksel Bantah Pernah Punya Ekskul Menembak

- Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu membantah sekolah pernah memiliki ekstrakurikuler menembak.
- Pengurus baru mengaku baru mengetahui keberadaan airgun setelah membuka ruangan yang sebelumnya dikuasai pengurus lama.
- Seluruh senjata berada di kepolisian, sementara Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki perkara ini.
Jakarta, IDN Times - Yayasan Sekolah Islam di Jakarta Selatan membantah sekolah pernah memiliki ekstrakurikuler (ekskul) menembak. Perwakilan yayasan, Hermawanto menyampaikan bantahan itu setelah ratusan airgun ditemukan di lingkungan sekolah dan disebut pihak lain sebagai stok untuk kegiatan ekstrakurikuler.
"kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak," kata dia kepada awak media di Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2026).
1. Pengurus baru klaim tak tahu

Hermawanto mengatakan, pengurus baru tidak mengetahui keberadaan senjata hingga ruangan yang sebelumnya dikuasai pengurus lama dibuka. Dia juga mengatakan, akses ke sejumlah ruangan sebelumnya tidak dimiliki pengurus baru.
"Jadi teman-teman, itu pihak pengurus baru tidak mengetahui sama sekali keberadaan senjata itu sampai kami menemukannya," kata dia.
2. Asal senjata dipertanyakan

Yayasan mengaku tidak mengetahui bagaimana senjata tersebut masuk ke lingkungan sekolah maupun siapa yang bertanggung jawab. Hermawanto menyerahkan penentuan pemilik senjata kepada penyidik yang menangani laporan tersebut.
"Bagaimana caranya masuk, bagaimana, siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu," ujarnya.
3. Semua senjata di Polisi

Hermawanto mengatakan, seluruh senjata yang ditemukan kini berada di kepolisian. Sementara itu, yayasan masih meminta aparat membuka bunker yang berada di satu lokasi sekolah untuk memastikan tidak ada barang berbahaya lainnya.
"Karena semua senjata pun berada di pihak kepolisian. Jadi seperti itu, teman-teman," ucapnya.
Temuan senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mencuat setelah yayasan membuka ruangan yang sebelumnya dikuasai pengurus lama pada 10 Juli 2026. Yayasan mengklaim menemukan 995 airgun, senjata lain, narkoba, dan 25 CD porno.
PT Lokta Karya Perbakin menyatakan, 995 airgun merupakan stok legal untuk kebutuhan ekstrakurikuler menembak dan panahan. Pihak Indra Wargadalem juga membantah kepemilikan senjata lain, narkoba, dan CD porno.
Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan perkara masih dalam tahap penyelidikan. Temuan tersebut terjadi di tengah sengketa kepengurusan Yayasan Harapan Ibu antara kubu Indra Wargadalem dan Otto Malik.














