Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CMMI Ungkap Alasan Batal Laporkan Zulhas soal Dugaan Penistaan

CMMI Ungkap Alasan Batal Laporkan Zulhas soal Dugaan Penistaan
Mendag Zulkifli Hasan saat menjelaskan tantangan ekonomi digital usai menghadiri rakernas APPSI di Setos Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Jakarta, IDN Times - DPP Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) mengurungkan niatnya untuk melaporkan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan ke Mabes Polri atas pernyataannya yang diduga menistakan agama Islam.

Hal itu disampaikan DPP CMMI melalui surat pemberitahuan yang diedarkan. Dalam surat pemberitahuan itu tercantum nama Ketua Umum DPP CMMI Anhar Tanjung, Lazis CMMI Devi Irawati, Ketum PP Peduli Kemanusiaan Hilda Susanti, Ketum PP Muslimah CMMI Ustadzah Siti Farida, dan Ketua Majelis Ta'lim CMMI Pusat Ali Amoedy.

“DPP Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) meminta maaf kepada semua pihak terutama pimpinan ormas Islam, pimpinan OKP IsIam, dan rekan-rekan media yang sudah konfirmasi kesediaannya untuk gabung pada aksi akbar dan laporan Zulkifli Hasan bahwa Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) mengurungkan niatnya untuk melaporkan Zulkifli Hasan di Mabes Polri pada tanggal 21 Desember 2023,” bunyi surat pemberitahuan tersebut.

  1. 1. Alasan pembatalan

    Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Dalam surat pemberitahuan tersebut, DPP CMMI menyampaikan alasan membatalkan niatnya melaporkan Zulkifli Hasan.

    Pertama, setelah ditelusuri, CMMI menemukan ada beberapa kelompok masyarakat melakukan hal serupa seperti yang disampaikan Zulkifli Hasan.

    “Sehingga Bapak Zulkifli Hasan menceritakan kejadian tersebut pada saat memberikan sambutan pada kegiatan Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI),” tulis surat pemberitahuan tersebut.

  2. 2. CMMI sandingkan dengan candaan Abdul Somad dan Anies

    Kunjungan Mendag Zulhas ke Pasar Kangkung, Bandar Lampung, Selasa (5/12/2023). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
    Kunjungan Mendag Zulhas ke Pasar Kangkung, Bandar Lampung, Selasa (5/12/2023). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    DPP DPP CMMI juga mengungkapkan, candaan dan guyonan serupa pernah dilakukan oleh Ustad Adi Hidayat (UAH) dan Ustad Abdul Somad (UAS) hingga Anies Baswedan.

    “Cendekia Muda Muslim Indonesia dalam menentukan sikap, tentu berpedoman dalam 6 landasan CMMI, salah satunya meminta masukan para kiai, ulama, dan para Dewan Pakar Cendekia Muda Muslim Indonesia,” bunyi surat pemberitahuan tersebut.

    DPP CMMI mengatakan, pihaknya tidak menginginkan adanya gerakan yang ditunggangi kelompok tertentu lantaran bisa memecah belah sesama anak bangsa. Atas dasar itu, DPP CMMI meminta seluruh kader dan masyarakat untuk tidak datang ke Mabes Polri.

    “Cendekia Muda Muslim Indonesia mengajak seluruh kader CMMI dan masyarakat pada umumnya untuk tidak ke Mabes Polri pada hari ini,” demikian surat pemberitahuan tersebut.

  3. 3. PAN beri klarifikasi

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di BSD, Minggu (22/10/2023) (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di BSD, Minggu (22/10/2023) (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Partai Amanat Nasional (PAN) mengklarifikasi video sambutan Zulkifli Hasan ketika menghadiri acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) pada 19 Desember 2023 lalu di Semarang, Jawa Tengah.

    Menurut PAN, sambutan Zulkifli yang menyinggung praktik salat dan Pemilu 2024 tidak ditujukan untuk menghina agama Islam. 

    Ketua Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, mengajak publik untuk menonton video sambutan pria yang akrab disapa Zulhas itu secara utuh.

    "Sehingga dapat dipahami bahwa Zulkifli Hasan ingin mengajak semua pihak untuk menjaga agar pilpres tetap teduh, tertib, aman dan damai," ujar Saleh dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (20/12/2023). 

    "Tidak ada sedikit pun maksud untuk melecehkan agama," katanya lagi. 

    Sayangnya, kata Saleh, ada pihak-pihak yang sengaja memotong video tersebut sehingga muncul kesan Zulhas menista agama Islam. 

    "Padahal, di banyak tempat Bang Zulhas selalu mengingatkan agar umat beragama selalu rukun dalam segala situasi," tutur dia. 

    Lebih lanjut, Saleh mengatakan gerakan tahiyat dalam salat ikut disinggung lantaran hal itu paling mudah dipahami oleh publik. Bahwa, saat ini ditemukan fenomena unik saat pilpres. 

    "Nah, yang gampang diingat mungkin, ya, pada akhir bacaan surat Al-Fatihah. Termasuk gerakan jari pada saat tahiyat. Dalam konteks ini, Bang Zulhas mengingatkan bahwa tarikan politik begitu luar biasa. Dia khawatir umat terpecah," kata Saleh. 

    Ia menambahkan, kontestasi politik hanya momen sesaat. Menurutnya, Zulhas beranggapan kepentingan umat dan masyarakat yang harus terus diperjuangkan. 

    Saleh juga mendorong agar semua pihak tetap berbaik sangka terhadap sambutan Zulhas di Semarang pada Selasa kemarin.

    "Sebab, Bang Zulhas tidak punya rekam jejak yang buruk terhadap Islam. Malah sebaliknya, ada banyak agenda umat di mana beliau aktif terlibat," tutur dia lagi. 

    Saleh juga mengungkit adanya video Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Adi Hidayat yang turut menyinggung fenomena di beberapa tempat yang warganya enggan mengucapkan kata 'amin' di surat Al-Fatihah. Isi pernyataannya, kata Saleh, mirip.

    Di dalam video yang beredar luas itu, terlihat UAS sedang berbincang dengan capres nomor urut satu, Anies Baswedan. 

    Namun, Saleh mengaku bingung karena tidak ada yang menganggap video tersebut bermuatan penistaan agama Islam. Padahal, videonya juga tersebar luas tetapi tak ada preseden negatif. 

    "Bang Zulhas itu kagum dengan kedua ustaz tersebut. Dia menganggap mereka adalah guru-guru terbaik. Lalu, bahan ceramah mereka dikutip. Itu lah yang disampaikannya di video tersebut," tutur dia. 

     


    Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Related Articles

See More