Mahasiswa Laporkan Anies ke Bawaslu Soal Pemakaian Akronim Amin

Jakarta, IDN Times - Liga Demokrasi Mahasiswa Indonesia (Lidema) melaporkan calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pemakaian akronim Anies dan Muhaimin (AMIN) pada Pemilu 2024.
Pelapor menilai penggunaan AMIN itu dimanfaatkan untuk mencari simpati dan suara di kalangan umat beragama.
1. Dinilai manfaatkan agama untuk elektoral

Aksi Liga Demokrasi Mahasiswa Indonesia (Lidema) di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat (dok. Istimewa) Koordinator Lidema, Dwi Ramdhani S, menilai Anies ingin kembali mengusung kesan religiusitas seperti pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Pihaknya menganggap Anies-Muhaimin ingin membentuk citra seakan lebih memiliki moral agama yang lebih tinggi dari paslon lainnya.
Sekelompok orang yang mengatasnamakan mahasiswa itu menuntut agar jika Anies-Muhaimin terbukti melanggar, maka didiskualifikasi dari peserta Pemilu 2024.
“Berdasarkan hal tersebut, Lidema Indonesia melaporkan hal ini kepada Bawaslu RI. Kami menuntut agar hal ini diproses sesuai dengan aturan yang ada. Jika benar melanggar, maka paslon ini harus didiskualifikasi dari kontestasi pilpres yang berlangsung,” kata dia dalam keterangannya, Rabu,(27/12/2023).
2. Potensi muncul konflik sosial

Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di SMESCO, Jakarta Selatan. (www.instagram.com/@cakiminow) Dwi menuturkan, penggunaan akronim AMIN ini juga berpotensi menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Terbukti, sejumlah masyarakat dan para ustaz belakangan ini saling sindir terkait penggunaan AMIN. Terbaru, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga sempat menyinggung soal penggunaan kata Amin dalam ibadah.
Padahal, kata dia, penggunaan kata Amin merupakan kata suci dalam berbagai agama. Setiap orang berdoa, dianjurkan untuk diaminkan.
“Akibatnya, muncul sikap saling curiga yang berujung pada saling lapor. Ini tidak baik bagi semua,” ucap dia.
“Dan itu adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Bahkan dalam agama Islam, kata 'amin' selalu dibaca dalam saalat. Ibadah saalat merupakan sarana komunikasi antara manusia dan Allah. Dan setiap membaca Al-Fatihah selalu diakhiri dengan membaca amin,” lanjut dia.
Terkait pelaporan itu, Dwi menegaskan, pihaknya ingin agar pemilu dilaksanakan secara jurdil, luber, tertib, tentram, dan bermartabat. Dia berharap, Bawaslu sebagai lembaga pengawas harus tegas untuk menindak kontestan pemilu yang melanggar.
“Tidak boleh ada satu pelanggaran pun yang ditolerir. Kualitas demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pengawasan yang dilakukan Bawaslu RI,” imbuhnya.
3. Polemik penggunaan kata Amin jadi sorotan

Pasangan Anies-Muhaimin mendapatkan dukungan dari Keluarga Besar HMI di pemilu 2024. (IDN Times/Amir Faisol) Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar merespons candaan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) terkait salat. Dalam video viral, Zulhas menyebut kini ada orang yang tidak mengucapkan amin ketika imam selesai membaca Al Fatihah.
"Suatu kalimat yang disunahkan oleh syariat untuk dibunyikan setelah orang membaca waladdhollin atau ketika orang berdoa, itu hukumnya sunnah, aslinya seperti itu," ujar Anwar Iskandar dalam keterangannya, Kamis (21/12/2023).
"Artinya Amin (di penghujung surat Al-Fatihah ketika salat) itu, mudah-mudahan Allah mengijabah permintaan saya, orang tua saya, dan guru-guru saya," sambungnya.
Anwar mengatakan, kata amin sudah ada sebelum Indonesia ada. Sehingga tak perlu dikaitkan dengan singkatan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).
"Jadi itu biasa saja, tidak ada urusannya sama Anies-Muhaimin. Tidak mengucapkan, tidak berarti salatnya tidak sah, nggak ada urusannya sama politik. Bisa saja orang itu diam karena mulutnya sakit atau apa. Jadi nggak ada urusan, tidak ada larangan orang mengucapkan atau tidak dan tidak ada urusannya sama politik. Saya minta jangan mengait-ngaitkan Amin dalam salat dengan AMIN Anies Baswedan," kata dia.
"Akhir-akhir ini dalam rangka pilpres ada calon presiden dan wakil presiden, kebetulan nama satunya Anies, wakilnya Muhaimin untuk memudahkan kemudian disingkat jadi AMIN, artinya Anies dan Muhaimin. Tetapi dua kalimat ini tidak sama, yang satu itu nuansa agama murni, yang satu nuansa politik Pilpres 2024," sambungnya.
Sementara itu, PAN mengklarifikasi video sambutan Zulkifli Hasan ketika menghadiri acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) pada 19 Desember 2023 lalu di Semarang. Menurut PAN, sambutan Zulkifli yang menyinggung praktik salat dan Pemilu 2024 tidak ditujukan untuk menghina agama Islam.
Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay, mengajak publik untuk menonton video sambutan pria yang akrab disapa Zulhas itu secara utuh.
"Sehingga, dapat dipahami bahwa Zulkifli Hasan ingin mengajak semua pihak untuk menjaga agar pilpres tetap teduh, tertib, aman dan damai," ujar Saleh dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (20/12/2023).
"Tidak ada sedikitpun maksud untuk melecehkan agama," katanya lagi.
Sayangnya, kata Saleh, ada pihak-pihak yang sengaja memotong video tersebut. Sehingga, muncul kesan Zulhas menista agama Islam.
"Padahal, di banyak tempat Bang Zulhas selalu mengingatkan agar umat beragama selalu rukun dalam segala situasi," tutur dia.

















