Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

59 Tahun, Sekjen ASEAN: Keluarga 11 Negara Hadapi Tantangan Bersama

59 Tahun, Sekjen ASEAN: Keluarga 11 Negara Hadapi Tantangan Bersama
Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
Gini Kak
  • ASEAN memperingati ASEAN Day ke-59 sebagai organisasi 11 negara setelah Timor-Leste bergabung, mencerminkan penguatan inklusivitas komunitas yang kini menaungi hampir 700 juta penduduk.
  • Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn menekankan TAC selama 50 tahun menjadi fondasi perdamaian melalui penghormatan kedaulatan, penyelesaian sengketa damai, dan kerja sama di tengah ketidakpastian global.
  • ASEAN menghadapi tantangan iklim, pangan, energi, dan ekonomi; Vision 2045 menjadi arah bersama, sementara generasi muda didorong aktif belajar, berinovasi, dan berkolaborasi lintas negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn menegaskan ASEAN memasuki babak baru setelah pertama kalinya memperingati ASEAN Day sebagai organisasi beranggotakan 11 negara. Menurutnya, bertambahnya anggota menunjukkan ASEAN semakin inklusif sekaligus memperkuat kerja sama kawasan.

Ia mengatakan ASEAN yang bermula dari lima negara pada 1967 kini telah berkembang menjadi komunitas 11 negara, dengan hampir 700 juta penduduk dan menjadi salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di dunia.

“Yang dimulai pada 1967 sebagai sebuah asosiasi lima negara telah berkembang menjadi komunitas 11 negara anggota, rumah bagi hampir 700 juta orang, salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di dunia, serta kontributor penting bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik yang lebih luas,” kata dalam peringatan ASEAN Day ke-59 di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Kao Kim Hourn menilai tantangan yang dihadapi kawasan semakin saling terhubung sehingga kerja sama lintas negara tetap menjadi kebutuhan utama ASEAN.

1. Timor-Leste jadi keluarga baru ASEAN

Kunjungan Sekretariat ASEAN di Jakarta
Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao kunjungi Sekretariat ASEAN di Jakarta, disambut langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn. (IDN Times/Marcheilla)

Kao secara khusus menyambut Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN. Menurutnya, bergabungnya Timor-Leste merupakan hasil dari proses panjang berupa kemitraan, kemajuan, dan persiapan.

“Keanggotaan Timor-Leste mencerminkan keyakinan ASEAN bahwa komunitas kita menjadi lebih kuat ketika menjadi lebih inklusif,” ujarnya.

Kao mengatakan ASEAN menantikan kontribusi dan partisipasi penuh Timor-Leste dalam berbagai kerja ASEAN pada tahun-tahun mendatang.

Momentum tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan ASEAN menuju usia 60 tahun pada 2027. Kao menilai organisasi kawasan itu perlu terus membawa semangat kerja sama yang diwariskan para pendirinya ke tengah situasi dunia yang semakin kompleks.

2. TAC 50 tahun jadi fondasi perdamaian

59 Tahun, Sekjen ASEAN: Keluarga 11 Negara Hadapi Tantangan Bersama
Menlu Sugiono dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Hari ASEAN ke-59 juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).

Kao mengatakan selama lima dekade, TAC telah memberikan fondasi stabil bagi hubungan antarnegara di kawasan melalui prinsip saling menghormati, penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, penyelesaian sengketa secara damai, penolakan ancaman atau penggunaan kekuatan, serta kerja sama yang saling menguntungkan.

“Prinsip-prinsip tersebut telah membantu kawasan kita melewati berbagai perubahan geopolitik dan fragmentasi ekonomi selama beberapa dekade. Prinsip-prinsip itu memungkinkan ASEAN menjaga perdamaian, membangun kepercayaan, dan mempertahankan stabilitas yang menopang pertumbuhan luar biasa kawasan kita,” kata Kao.

Menurut Kao, prinsip tersebut semakin penting ketika dunia menghadapi konflik, gangguan jalur perdagangan, tekanan terhadap pangan dan energi, serta ketidakpastian ekonomi global.

3. Anak muda kunci masa depan ASEAN

59 Tahun, Sekjen ASEAN: Keluarga 11 Negara Hadapi Tantangan Bersama
Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Kao juga menyoroti tantangan perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat Asia Tenggara. Banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem disebut mengancam tempat tinggal dan mata pencaharian, sekaligus menguji ketahanan masyarakat dan perekonomian kawasan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Kao menilai ASEAN Community Vision 2045 dapat menjadi arah bersama sekaligus kompas strategis bagi ASEAN dalam menghadapi perubahan dunia.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda. Hampir separuh populasi ASEAN berusia di bawah 30 tahun dan generasi tersebut tumbuh dalam kawasan yang semakin terhubung.

Menurut Kao, ASEAN perlu memperluas kesempatan bagi anak muda untuk belajar, bekerja, berinovasi, dan berkolaborasi lintas negara.

“Jika ASEAN ingin tetap relevan dalam beberapa dekade mendatang, masa depannya tidak bisa sekadar diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Masa depan itu harus dibangun dengan partisipasi dan kontribusi aktif mereka yang akan mewarisinya,” ujar Kao.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More