Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Deretan Tudingan Trump saat Kampanye ke Calon Senator Muslim El-Sayed

3 min read
Deretan Tudingan Trump saat Kampanye ke Calon Senator Muslim El-Sayed
Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump menyerang calon senator Demokrat Abdul El-Sayed di Michigan dengan tudingan terkait ekstremisme, terorisme, dan Ikhwanul Muslimin saat kampanye pada 25 Oktober 2026.
  • Tim El-Sayed membantah tudingan tersebut sebagai tanpa bukti, menegaskan fokus pada penurunan biaya hidup dan pemberantasan korupsi; sejumlah tokoh mengecam pidato Trump sebagai rasis.
  • Perebutan kursi Senat Michigan memanas setelah Gary Peters pensiun: El-Sayed menghadapi kandidat Republik Mike Rogers, dengan dukungan kampanye dari Barack Obama dan Trump.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap calon anggota Senat AS dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, saat berkampanye di Port Huron, Michigan, pada Minggu (25/10/2026). Di wilayah yang menyumbang 66 persen suara baginya pada Pilpres 2024 itu, Trump menuding Partai Demokrat telah membiarkan kelompok radikal masuk ke dalam negeri.

Pemilihan sela di Michigan pada 3 November 2026 mendatang kini menyita perhatian publik nasional. Jika berhasil menang, mantan Kepala Departemen Kesehatan Detroit tersebut akan mencetak sejarah sebagai tokoh Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS.

  1. 1. Tudingan Trump terhadap Abdul El-Sayed terkait isu ekstremisme

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

    Saat berpidato di McMorran Place Sports and Entertainment Center, Trump menyatakan bahwa kehadirannya di Michigan bertujuan untuk menggagalkan langkah El-Sayed menuju Senat AS. Ia mengaitkan lawan politik partainya tersebut dengan kelompok ekstremis dan isu ancaman keamanan nasional.

    "Saya hadir di sini untuk mencegah seorang jihadis dan anggota Ikhwanul Muslimin menjadi senator Amerika Serikat," ujar Trump di hadapan pendukungnya, dilansir The Hindu.

    Selain menuduh El-Sayed berpihak pada kelompok teroris, Trump berulang kali mengungkit tragedi serangan 11 September 2001 (9/11). Ia bahkan menyebut El-Sayed harus melewati alat pemindai logam sebelum masuk ke ruang sidang Senat, serta menyamakan upaya menghentikan langkah politik El-Sayed dengan perlawanan penumpang pesawat saat insiden 9/11.

  2. 2. Bantahan tim kampanye El-Sayed atas tudingan Trump

    Abdul El-Sayed
    Abdul El-Sayed (x.com/AbdulElSayed)

    Pernyataan Trump langsung memicu kecaman dari kubu Partai Demokrat dan sejumlah tokoh masyarakat. Juru bicara kampanye El-Sayed, Cole Wozniak, menegaskan bahwa kandidatnya tidak terpengaruh oleh tuduhan tak berdasar tersebut dan tetap fokus menyiapkan program penurunan biaya hidup warga serta pemberantasan korupsi di Washington.

    Sebelumnya, dalam acara temu warga di Caro, Michigan, El-Sayed telah membantah tuduhan keterlibatannya dengan Ikhwanul Muslimin. Ia menyebut tudingan soal kesetiaan ganda itu sebagai prasangka tanpa bukti dan menegaskan komitmennya terhadap konstitusi AS.

    Kecaman serupa juga datang dari pendiri organisasi Arab Americans for Peace, Bishara Bahbah, yang pada Pilpres 2024 lalu sempat menggalang dukungan pemilih Arab-Amerika untuk Trump. Ia menilai pidato presiden tersebut telah menyudutkan kelompok agama tertentu.

    "Pernyataan presiden sudah melampaui batas dan bersifat rasis. Sikap seorang Presiden Amerika Serikat yang menyerang seseorang semata-mata karena agamanya tidak bisa diterima, dan para pemilih akan mengingat hal ini pada 3 November nanti," ujar Bahbah.

  3. 3. Persaingan ketat memperebutkan kursi Senat AS di Michigan

    bendera Amerika Serikat
    potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Connor Scott McManus)

    Perebutan kursi Senat di Michigan berlangsung ketat setelah senator petahana dari Partai Demokrat, Gary Peters, memutuskan pensiun. Demi mempertahankan kursi mayoritas di parlemen, Partai Republik mencalonkan mantan anggota DPR AS sekaligus mantan agen FBI, Mike Rogers, yang mendapat dukungan penuh dari Trump.

    Sengitnya persaingan membuat sejumlah tokoh nasional turun langsung ke Michigan untuk berkampanye. Sehari sebelum pidato Trump, mantan Presiden AS, Barack Obama, hadir di Cass Technical High School, Detroit, untuk mendukung El-Sayed. Dalam pidatonya, Obama meminta warga agar tidak terpengaruh oleh politik identitas yang memecah belah masyarakat.

    "Kita sudah pernah melihat cara seperti ini sebelumnya, dan saya yang menjadi sasarannya saat itu. Cara ini tidak mempan terhadap saya di Michigan, dan hal serupa juga tidak akan berhasil menjatuhkan Abdul," kata Obama.

    Pemilihan di Michigan kini menjadi ujian besar bagi kedua partai di wilayah tengah-utara AS. Partai Republik mengandalkan isu keamanan nasional untuk merebut kursi tersebut, sedangkan Partai Demokrat berupaya merangkul pemilih guna mempertahankan kursi sekaligus mencetak sejarah keterwakilan Muslim di Senat AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More