Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Jasad Pencari Suaka Ditemukan di Pantai Libya dan Yunani

8 Jasad Pencari Suaka Ditemukan di Pantai Libya dan Yunani
para pengungsi menyeberangi laut Mediterania dengan perahu karet (Mstyslav Chernov/Unframe, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Delapan jasad pencari suaka ditemukan di pantai Libya dan Yunani, lima di dekat Tripoli serta tiga lainnya di lepas pantai Kreta.
  • Otoritas Yunani menyelamatkan sekitar 20 orang dari kapal terbalik yang membawa 50 migran, sementara pencarian korban masih berlangsung.
  • Insiden ini menambah daftar tragedi migran di Mediterania, setelah sebelumnya puluhan orang dilaporkan tewas atau hilang di perairan Libya dan Yunani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Lima jasad pencari suaka ditemukan terdampar di sebuah pantai dekat ibu kota Libya, Tripoli, pada Sabtu (21/2/2026). Sementara itu, di Yunani, tiga jasad lainnya juga ditemukan dalam insiden terpisah di lepas pantai Kreta.

Jasad-jasad di Libya ditemukan oleh penduduk kota pesisir َQasr al-Akhyar. Hassan Al-Ghawil, kepala investigasi ⁠di kantor polisi setempat, mengatakan bahwa kelima jasad tersebut merupakan orang-orang berkulit gelap. Dua di antaranya adalah perempuan.

“Jenazah yang kami temukan masih dalam kondisi utuh, dan kami menduga masih ada lebih banyak jenazah yang akan terdampar di pantai," ujarnya, dikutip dari The Straits Times.

1. 20 orang berhasil diselamatkan dalam insiden di Yunani

ilustrasi perahu rusak (unsplash.com/Christopher Eden)
ilustrasi perahu rusak (unsplash.com/Christopher Eden)

Pada hari yang sama, otoritas Yunani juga melaporkan telah menemukan tiga jenazah dan menyelamatkan sedikitnya 20 orang setelah sebuah perahu kayu yang membawa sekitar 50 migran dan pencari suaka terbalik di lepas pantai Kreta.

Media lokal melaporkan bahwa sebagian besar korban selamat merupakan warga Mesir dan Sudan. Di antara mereka terdapat empat anak di bawah umur.

Menurut lembaga penyiaran publik Yunani ERT, perahu kayu itu terbalik ketika para penumpang mencoba menaiki tangga dalam upaya penyelamatan yang melibatkan sebuah kapal komersial.

Pencarian korban masih terus berlangsung. Juru bicara penjaga pantai Yunani mengatakan, empat kapal patroli, satu pesawat, dan dua kapal dari badan perbatasan Eropa, Frontex, dikerahkan dalam operasi tersebut.

2. 53 migran dilaporkan hilang atau tewas dalam insiden di lepas pantai Libya pada awal Februari

migran menyeberangi laut dengan perahu karet
migran menyeberangi laut dengan perahu karet (unsplash.com/Jametlene Reskp)

Dilansir dari Al Jazeera, ribuan orang melakukan penyeberangan berbahaya dari Libya ke Eropa melalui laut Mediterania setiap tahunnya. Beberapa pekan sebelumnya, Organisasi Migrasi Internasional (IOM) melaporkan sekitar 53 migran, termasuk dua bayi, tewas atau hilang setelah perahu karet yang membawa 55 orang terbalik di lepas pantai kota Zuwara.

Libya telah menjadi jalur transit bagi orang-orang yang melarikan diri dari konflik dan kemiskinan menuju Eropa sejak jatuhnya penguasa lama, Muammar Gaddafi, pada 2011. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu menyebutkan bahwa para migran di Libya, termasuk anak-anak perempuan, berisiko dibunuh, disiksa, diperkosa atau dijadikan budak rumah tangga.

3. 107 orang tewas atau hilang di perairan Yunani pada 2025

laut Yunani
laut Yunani (unsplash.com/erika m)

Banyak migran dan pencari suaka yang berangkat dari Libya berusaha mencapai Kreta, yang dianggap sebagai pintu gerbang menuju Uni Eropa. Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), lebih dari 16.770 pencari suaka di Eropa tiba di Kreta pada 2025.

Menghadapi lonjakan kedatangan tersebut, pemerintah Yunani yang berhaluan konservatif menangguhkan pemrosesan permohonan suaka selama 3 bulan pada musim panas lalu, khususnya bagi mereka yang tiba dari Libya.

Laporan UNHCR menyebutkan bahwa sedikitnya 107 orang tewas atau hilang di perairan Yunani sepanjang 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More