Ukraina Kecam Mesir, Terima Gandum yang Dicuri Rusia

- Ukraina menuduh Mesir menerima gandum curian dari wilayah pendudukan Rusia dan menilai tindakan itu melanggar janji kerja sama serta prinsip hubungan baik antarnegara.
- Kementerian Luar Negeri Ukraina mencatat empat pengiriman gandum curian dari Rusia ke Mesir pada April, melalui jalur Laut Hitam dan Laut Azov yang disebut armada gandum bayangan.
- Pemerintah Ukraina menyebut Rusia memperluas ekspor gandum curian ke berbagai negara Timur Tengah dan Afrika, termasuk Turki, Mesir, Israel, dan Aljazair.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha mengatakan bahwa Mesir telah menerima kiriman gandum Rusia yang dicuri dari Ukraina. Ia menyebut, Kairo sudah melanggar janjinya.
“Meskipun sudah berulang kali diperingatkan. Rupanya, kapal Asomatos telah diperbolehkan untuk bongkar muatan gandum sebesar 26,9 ton dari wilayah dudukan Ukraina di Pelabuhan Abu Qir,” ungkapnya, dikutip dari Euronews, Rabu (6/5/2026).
Sebelumnya, Ukraina mendesak Israel untuk menyita kapal Rusia yang diduga mengangkut gandum curian. Dugaan sandarnya kapal pengangkut gandum Rusia itu membuat hubungan Ukraina dan Israel memanas.
1. Desak Mesir untuk mengikuti hukum internasional
Sybiha mengatakan, Kejaksaan Agung Ukraina sudah meminta bantuan hukum dari Kementerian Hukum Mesir mengenai keberadaan kapal kargo ilegal tersebut. Gandum tersebut diangkut oleh perusahaan Agro-Frigat lewat Krimea.
“Ukraina adalah negara yang berperan sebagai penjamin keamanan pangan untuk Mesir selama bertahun-tahun. Kami tidak paham kenapa Mesir tidak membayar kami seperti yang sudah kami lakukan dan justru menerima gandum curian tersebut,” katanya.
Sybiha meminta agar Mesir mengikuti hukum internasional dan menepati janjinya kepada Ukraina. Menurutnya, perilaku Mesir harus sesuai dengan prinsip hubungan baik kedua negara.
2. Terdapat empat pengiriman gandum dari Rusia ke Mesir
Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, sudah mendokumentasikan empat insiden pengiriman gandum curian dari Rusia ke Mesir pada April. Pengiriman tersebut melalui Laut Hitam ke Laut Azov yang dikenal sebagai armada gandum bayangan.
Pada April, diketahui sudah ada kapal Panormitis yang mengangkut gandum curian dari Rusia ke Israel. Kapal tersebut diketahui sudah dekat di pesisir Israel, tapi belum mendapat izin untuk sandar di Pelabuhan Haifa.
3. Rusia disebut perluas ekspor gandum curian dari Ukraina lewat Timur Tengah
Pekan lalu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi mengatakan bahwa terdapat gandum curian dari Ukraina tidak hanya dijual ke Israel. Namun, sudah diekspor ke sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika.
Ia menyebut bahwa, gandum curian itu sudah dikirim ke Turki, Mesir, dan Aljazair, serta sejumlah negara lainnya. Beberapa kapal kargo sudah mengirimkan gandum curian yang mengarah ke Mesir dan Aljazair.
“Pesan kami sederhana. Kami tidak akan membiarkan ini terus terjadi. Kami akan merespons tidak peduli lokasi geografisnya. Tidak hanya Israel, kami akan menindak hal yang sama kepada negara lainnya,” tuturnya, dikutip dari United24.


















