Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Swedia Tahan Kapten Asal China Terkait Kapal Bayangan Rusia

Swedia Tahan Kapten Asal China Terkait Kapal Bayangan Rusia
ilustrasi bendera Swedia (unsplash.com/Christer Lässman)
Intinya Sih
  • Otoritas Swedia menahan kapten kapal asal China yang memimpin tanker Jin Hui berbendera Suriah karena dugaan penggunaan dokumen palsu dan pelanggaran aturan keselamatan berlayar.
  • Pemeriksaan awal menunjukkan kapal Jin Hui memakai bendera palsu, tidak memiliki asuransi, serta dinilai tidak layak melaut sesuai standar internasional sehingga memicu penyelidikan lebih lanjut.
  • Kapal Jin Hui diduga bagian dari armada bayangan Rusia yang digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi Barat, dan kini masuk daftar sanksi Uni Eropa, Inggris, serta Ukraina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Otoritas Swedia menahan seorang kapten kapal asal China yang diduga terkait dengan jaringan armada bayangan (shadow fleet) milik Rusia pada Senin (4/5/2026). Kapten tersebut memimpin kapal tanker minyak berbendera Suriah bernama Jin Hui.

Penahanan ini dilakukan setelah penjaga pantai dan kepolisian Swedia menghentikan kapal tersebut di perairan mereka pada Minggu (3/5/2026). Tindakan ini adalah bagian dari operasi negara-negara Skandinavia untuk menertibkan kapal-kapal bermasalah di Laut Baltik.

1. Kapten asal China ditahan karena dokumen palsu

Ilustrasi kapal tanker. (pexels.com/Luis Morales Torres)
Ilustrasi kapal tanker. (pexels.com/Luis Morales Torres)

Jaksa Senior Swedia, Adrien Combier-Hogg, membenarkan bahwa kapten kapal tersebut resmi ditahan pada Senin (4/5). Kapten yang namanya tidak disebutkan ini ditahan karena diduga memakai dokumen palsu dan melanggar aturan keselamatan berlayar.

"Tersangka akan diperiksa pada hari Senin dan kami sudah berkomunikasi dengan pihak berwenang di negara lain," kata Jaksa Senior Swedia, Adrien Combier-Hogg, dilansir Arab News.

Kepala Bagian Pers Penjaga Pantai Swedia, Mattias Lindholm, juga membenarkan bahwa kapten itu sudah dibawa ke darat untuk diperiksa lebih lanjut. Penahanan ini adalah pertama kalinya seorang warga negara China ditangkap dalam operasi penertiban armada bayangan di Swedia.

"Kami memastikan bahwa kapten itu adalah warga negara China," kata Lindholm.

2. Kapal diduga memakai bendera palsu

Kapal sedang berlayar di laut.
ilustrasi kapal tanker minyak (pexels.com/abdo alshreef)

Jin Hui adalah kapal tanker sepanjang 182 meter yang terdaftar dengan bendera Suriah. Pemeriksaan awal menduga kapal ini sengaja memakai bendera palsu untuk menyembunyikan identitas dan kegiatan aslinya.

"Kami menduga kapal ini memakai bendera palsu karena ada hal yang aneh pada status benderanya," kata Penjaga Pantai Swedia, dilansir Hong Kong Free Press.

Karena masalah itu, kapal Jin Hui dinilai tidak layak melaut sesuai dengan aturan internasional. Penjaga Pantai Swedia juga menyebutkan bahwa kapal itu datang dari Turki dan tidak jelas apa muatannya.

Menteri Pertahanan Sipil Swedia, Carl-Oskar Bohlin, langsung menanggapi kejadian ini melalui akun X miliknya.

"Ada masalah soal keselamatan kapal saat melaut dan tidak adanya asuransi pada kapal tersebut," ujar Bohlin.

Ia menambahkan, status kapal yang tidak jelas ini membuat pihak berwenang melakukan penyelidikan lebih dalam.

3. Kapal diduga bantu Rusia hindari sanksi ekonomi

ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/thanasis_p)
ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/thanasis_p)

Pihak Swedia yakin kapal Jin Hui adalah bagian dari armada bayangan milik Rusia. Armada ini diduga merupakan salah satu dari kumpulan kapal rahasia yang dipakai Rusia untuk menyelundupkan minyak dan barang lain. Tujuannya adalah untuk menghindari sanksi ekonomi dari negara-negara Barat akibat perang di Ukraina.

Kapal-kapal di armada ini biasanya sudah tua, kondisinya buruk, asuransinya tidak jelas, dan pemilik aslinya sengaja disembunyikan. Hal ini membuat banyak pihak khawatir akan bahaya kecelakaan dan pencemaran laut.

Carl-Oskar Bohlin memastikan bahwa kapal Jin Hui sudah masuk dalam daftar sanksi dari Uni Eropa, Inggris, dan Ukraina.

Saat ini, Kedutaan Besar Rusia di Stockholm sudah meminta penjelasan kepada Swedia tentang kemungkinan adanya warga Rusia di kapal itu, tetapi belum ada jawaban resmi. Sementara itu, pihak China juga belum memberikan komentar. Penahanan kapal Jin Hui ini adalah tindakan kelima dari Swedia pada tahun ini untuk menertibkan armada bayangan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More