Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji Gelombang 2 Wajib Ihram dari Embarkasi, Miqat di Mana?

Jemaah Haji Gelombang 2 Wajib Ihram dari Embarkasi, Miqat di Mana?
CJH Embarkasi Surabaya sebelum berangkat dari Asrama Haji Surabaya sudah memakai ihram. Dok. PPIH Embarkasi Surabaya.
Intinya Sih
  • Mulai 7 Mei, jemaah haji Gelombang 2 langsung mendarat di Jeddah dan wajib sudah berihram sejak embarkasi agar lebih praktis dan menghindari kelelahan di bandara.
  • Jemaah boleh memakai pakaian tambahan sebelum niat ihram untuk mengatasi dinginnya pesawat, sementara perempuan hanya perlu melepas penutup wajah setelah berniat.
  • Perempuan yang sedang haid tetap wajib berniat ihram, dengan pilihan miqat di pesawat saat melintasi Yalamlam atau setibanya di Bandara Jeddah sesuai panduan petugas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Madinah, IDN Times – Mulai 7 Mei dini hari Waktu Arab Saudi, operasional kedatangan gelombang pertama di Madinah akan berakhir. Ini menandai dimulainya Gelombang Kedua, di mana jemaah akan langsung mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Perpindahan rute ini menuntut perubahan prosedur bagi jemaah, khususnya terkait pelaksanaan ihram.

"Perbedaannya kalau di Bandara Jeddah nanti jemaah haji sudah diminta berihram sejak dari embarkasi. Mereka turun dari pesawat itu sudah kondisi berihram," kata Kepala Daker (Daerah Kerja) Bandara PPIH Abdul Basir.

1. Praktis, mandi dan berpakaian ihram dari embarkasi

Jemaah haji kloter 15 Embarkasi Makassar mengenakan pakaian ihram sejak jelang keberangkatan ke Arab Saudi, Kamis malam (25/4/2024). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Jemaah haji kloter 15 Embarkasi Makassar mengenakan pakaian ihram sejak jelang keberangkatan ke Arab Saudi, Kamis malam (25/4/2024). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Mengingat jemaah Gelombang 2 langsung menuju Makkah usai mendarat di Jeddah, sangat dianjurkan untuk mempersiapkan diri sejak di Tanah Air. "Untuk jemaah haji Indonesia gelombang kedua diimbau untuk sudah mulai memakai kain ihram sejak embarkasi. Jadi dengan demikian mandi ihram sudah bisa dilakukan sejak embarkasi," ujar Anis Dyah Puspa.

Mandi dan memakai ihram di embarkasi dinilai jauh lebih praktis daripada harus berganti pakaian di dalam pesawat atau setibanya di bandara Jeddah yang padat dan berpotensi memicu kelelahan ekstra di cuaca ekstrem. Jika jemaah harus ke toilet saat di pesawat dan tanpa sengaja terkena najis, tak perlu panik. "Jadi tinggal jemaah itu nanti bersuci, taharah, membersihkan najisnya, sudah kemudian berwudu dan melanjutkan ibadahnya," tambah Anis.

2. Atasi dingin pesawat, ihram boleh dirangkap sebelum niat

Jemaah haji Indonesia sudah mengenakan kain ihram di Bandara Jeddah (IDN Times/Sunariyah)
Jemaah haji Indonesia sudah mengenakan kain ihram di Bandara Jeddah (IDN Times/Sunariyah)

Memakai kain ihram dari Indonesia berarti jemaah harus menahan dinginnya AC pesawat selama kurang lebih sembilan jam. Anis menyarankan trik jitu: "Kalau kain ihram ini sendiri cukup kalau dipakai hangat. Jadi nanti kan karena kita statusnya belum niat. Jadi statusnya bisa ditangkupkan seperti ini menyerupai selimut."

Selain itu, karena belum mengucapkan niat ihram, jemaah laki-laki masih diperbolehkan memakai atribut lain di dalam pesawat untuk menghalau dingin. "Jemaah masih boleh pakai misalkan celana pendek dan sebagainya... Kalau laki-laki masih bisa pakai kaos kaki, kemudian masih bisa kemudian ditangkupkan seperti ini. Kalaupun pakai jaket lagi, insyaallah sudah enggak perlu," terang Anis. Jemaah bebas menggunakan minyak wangi sebelum melafalkan niat. Barulah setibanya di Jeddah, semua pakaian larangan ihram wajib dilepas.

Sementara itu, untuk jemaah perempuan, aturan pakaian jauh lebih longgar. "Jadi kalau perempuan relatif aman dan tidak ada masalah hanya mengingatkan untuk penutup wajah saja (yang harus dilepas setelah niat)," imbuh Anis.

3. Jemaah haid tetap wajib niat ihram

Larangan yang Tak Boleh Dilakukan Jemaah Haji Saat Ihram (IDN Times/Aditya Pratama)
Larangan yang Tak Boleh Dilakukan Jemaah Haji Saat Ihram (IDN Times/Aditya Pratama)

Bagi jemaah perempuan yang sedang haid, Erti Herlina (Pembimbing Ibadah Daker Makkah) menegaskan bahwa mereka tetap wajib melafalkan niat ihram. "Bagi jemaah haji perempuan yang ketika berangkat dalam kondisi haid masih atau tetap wajib ikut miqat niat dari dalam pesawat atau di Yalamlam ataupun ketika lupa bisa mengambil mikot di Jeddah ketika sampai di bandara Jeddah," jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan pelaksanaan umrah wajibnya? "Selanjutnya kapan bisa melaksanakan umrahnya atau umrah wajibnya menunggu haidnya selesai atau sampai suci dan bagaimana tetap berdiam di hotel dengan menjaga seluruh larangan ikhrom," imbau Erti.

4. Miqat di Yalamlam atau Jeddah?

Gerbang A di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dengan atap kanopi besar dan area luar yang luas di bawah sinar matahari.
Gate A di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah (Dok. MCH 2026)

Terkait lokasi pengambilan miqat (niat ihram), terdapat kemudahan bagi jemaah Gelombang 2. Mereka bisa melafalkan niat di pesawat saat melintasi Yalamlam, atau saat tiba di Bandara Jeddah.

Erti menjelaskan bahwa kedua opsi ini memiliki dasar hukum. "Bagi yang membolehkan karena masih bisa... batas dari Jeddah itu masih bisa untuk mengambil miqat ketika umrah. Tapi ada yang mengatakan bahwa tetap harus di Yalamlam sebagai batas atau miqat makani yang sudah disetujui oleh mayoritas ulama," urainya.

Anis menambahkan bahwa melafalkan niat di Yalamlam terkadang menyulitkan jemaah, khususnya lansia, karena pesawat melaju sangat cepat. Oleh karena itu, melafalkan niat di Bandara Jeddah usai salat sunah ihram menjadi opsi yang memudahkan. "MUI dalam hal ini pemerintah Indonesia... menghimbau bahwa jemaah semuanya sudah pakai baju ihram dari Indonesia kemudian nanti bandara di Jeddah... kami akan memandu para jemaah itu untuk berniat ihram," pungkas Anis.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Related Articles

See More