Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aksi Massa di Gedung Capitol Tuntut AS Setop Kirim Senjata ke Israel

3 min read
Aksi Massa di Gedung Capitol Tuntut AS Setop Kirim Senjata ke Israel
ilustrasi unjuk rasa (unsplash.com/James Eades)
  • Ratusan demonstran pro-Palestina berunjuk rasa di luar Gedung Capitol, menuntut AS menghentikan pengiriman senjata ke Israel, menerapkan embargo senjata, dan menjatuhkan sanksi komprehensif.
  • Palestinian Youth Movement dan sekutunya mendesak pembuat undang-undang bertanggung jawab atas bantuan militer miliaran dolar serta institusi publik mendivestasikan dana dari kontraktor pertahanan pemasok Israel.
  • Dalam aksi menjelang pemilu sela Kongres 3 November, orator mengaitkan konflik Gaza dengan Lebanon dan Iran, serta menolak penggunaan keselamatan Yahudi untuk membenarkan bantuan militer Israel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ratusan demonstran pro-Palestina menggelar aksi unjuk rasa di luar Gedung Capitol, Amerika Serikat. Mereka menuntut penghentian segera genosida Israel di Gaza, mendesak pemberlakuan embargo senjata mutlak oleh Amerika Serikat, serta penjatuhan sanksi komprehensif terhadap Israel.

Sambil mengibarkan bendera Palestina dan membawa spanduk di luar kantor-kantor Kongres, para pengunjuk rasa mengecam pendudukan yang terus berlangsung. Mereka secara langsung mengaitkan pengeluaran militer luar negeri dengan kenaikan biaya hidup serta rendahnya upah pekerja di dalam negeri.

  1. 1. Desakan embargo senjata dan tuntutan divestasi dana pensiun

    Gedung Capitol
    Gedung Capitol (pexels.com/Ivan Dražić)

    Pawai ini diorganisasi oleh Palestinian Youth Movement bersama kelompok-kelompok sekutu. Aksi tersebut menandai tiga tahun sejak dimulainya genosida Israel pada Oktober 2023.

    Nouhad Akkar dari Palestinian Youth Movement mengatakan kepada kantor berita Anadolu Agency bahwa para aktivis bertekad meminta pertanggungjawaban para pembuat undang-undang atas bantuan militer senilai miliaran dolar. Akkar juga menyerukan institusi-institusi publik untuk melakukan divestasi dari kontraktor pertahanan yang memasok Israel.

    "Kami tidak akan membiarkan genosida ini dinormalisasi... Kami mengirimkan pesan kepada rakyat kami di Gaza, kepada rakyat kami di kawasan tersebut, bahwa kami akan terus berjuang untuk mereka, bukan hanya untuk mengakhiri genosida, tetapi sampai pembebasan total dan kepulangan," kata Akkar sebagaimana dilansir TRT World. Dia menyoroti kampanye berkelanjutan yang menekan sistem pensiun negara bagian Virginia—tempat banyak pegawai federal tinggal—untuk menarik lebih dari 394 juta dolar AS atau setara Rp7,05 triliun yang diinvestasikan pada perusahaan-perusahaan senjata.

  2. 2. Keterkaitan agresi militer regional dan sorotan industri perang

    pesawat tempur F-35
    pesawat tempur F-35 (U.S. Air Force, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Isabella Javidan dari National Iranian American Council menyampaikan pidato di hadapan massa demonstran di luar kantor legislatif tersebut. Dia menghubungkan kehancuran di Gaza dengan agresi militer yang berlangsung di Lebanon dan Iran.

    Javidan menegaskan kepada massa demonstran, "Ini bukan tragedi yang terisolasi. Ini tidak terpisah."

    Dalam orasinya, dia melayangkan tuduhan langsung kepada para anggota Kongres. Javidan menuduh anggota Kongres memilih "kepentingan industri perang di atas nyawa jutaan orang".

  3. 3. Penolakan justifikasi keamanan dan momentum pemilu sela

    ilustrasi pemilu
    ilustrasi pemilu (unsplash.com/Element5 Digital)

    Pengunjuk rasa Yahudi-Amerika, Erik W., menolak argumen politik yang menggunakan keselamatan warga Yahudi untuk membenarkan bantuan militer ke Israel. Penolakan tersebut disampaikannya di tengah aksi di kawasan Capitol Hill.

    "Bagi saya pribadi, sebagai seorang Yahudi-Amerika, saya merasa ada banyak orang di pemerintahan yang berbicara atas nama saya dan membenarkan tindakan mempersenjatai genosida," tutur Erik W. Dia menambahkan, "Saya rasa mempersenjatai Israel tidak memberantas antisemitisme".

    Demonstrasi ini berlangsung beberapa pekan menjelang pemilihan umum sela Kongres pada 3 November. Unjuk rasa tersebut digelar di tengah meningkatnya ketidaksetujuan publik terhadap pendanaan militer tanpa syarat bagi Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More