Ancaman Teroris, AS Peringatkan Warganya Tak Pergi ke Nigeria

- Pemerintah AS mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya untuk tidak ke Nigeria karena ancaman terorisme, unjuk rasa, dan penculikan yang meningkat di sejumlah wilayah.
- Kementerian Luar Negeri AS memerintahkan staf non-darurat di Kedubes Abuja pulang serta memperbarui larangan bepergian ke 23 negara bagian Nigeria akibat situasi keamanan yang tidak stabil.
- Pemerintah Nigeria menolak tuduhan ketidakamanan dari AS, sementara serangan teroris di Borno menewaskan seorang jenderal dan beberapa tentara, memicu duka nasional.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) desak warganya untuk tidak bepergian ke Nigeria. Peringatan ini mengenai ancaman terorisme, unjuk rasa, dan penculikan di sejumlah wilayah di negara Afrika Barat tersebut.
“Warga Amerika dipandang kaya dan serang menjadi target penculikan. Kasus penculikan di Nigeria semakin marak dengan menghentikan pengemudi di jalan raya dan merampok atau menculik korban," ungkapnya, dikutip dari The Guardian, Jumat (10/4/2026).
Beberapa tahun terakhir, Nigeria dihadapkan pada krisis keamanan imbas aktivitas kelompok jihadis. AS juga sudah mengirimkan 200 unit drone MQ-9 Reaper ke Nigeria untuk membantu melawan terorisme.
1. AS perintahkan sejumlah staf Kedubes AS di Nigeria pulang
AS sudah memperbarui zona larangan bagi warganya untuk bepergian ke 23 negara bagian di Nigeria. Larangan ini karena situasi di puluhan negara bagian tersebut tidak stabil dan tidak menentu.
Dilansir Africa News, Kementerian Luar Negeri AS mengotorisasi kepergian staf yang tidak darurat di Kedutaan Besar AS di Abuja. Perintah ini disampaikan menyusul kondisi keamanan di Nigeria yang semakin tidak menentu.
Sejauh ini AS masih mempertahankan peringatan level 3 untuk bepergian ke Nigeria secara keseluruhan. Sedangkan di area yang berisiko tinggi diberlakukan level 4 untuk dilarang bepergian.
2. Nigeria bantah tuduhan AS dan sebut negaranya aman
Pemerintah Federal Nigeria memastikan kepada warga Nigeria dan dunia internasional bahwa negaranya masih aman untuk kunjungan wisata. Meskipun AS telah memerintahkan evakuasi staf yang tidak mendesak di Abuja.
Dilansir Punch News, Menteri Informasi dan Orientasi Nasional Nigeria, Mohammed Idris mengatakan peringatan tersebut tidak merefleksikan situasi keamanan Nigeria secara menyeluruh. Menurutnya, peringatan AS hanya sebagai peringatan awal berdasarkan protokol internal.
3. Teroris bunuh jenderal dan tentara Nigeria di Borno
Kelompok teroris membunuh seorang jenderal dan beberapa pasukan dalam serangan di kelompok militer di Benisheikh, Nigeria bagian timur laut. Teroris tersebut sudah menyergap pangkalan dan membakar kendaraan militer di dalamnya.
Presiden Nigeria, Bola Tinubu mengungkapkan belasungkawa kepada jenderal dan personel militer yang tewas. Ia mengapresiasi keberanian dan sikap heroik dari tentara Nigeria yang berani melawan teroris dan memastikan Boko Haram tidak menyerang warga sipil.

















