Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apartemen Ambruk di Lebanon, 9 Orang Tewas!

Bangunan apartemen yang runtuh.
ilustrasi apartemen runtuh (pexels.com/samimibirfotografci)
Intinya sih...
  • Apartemen runtuh karena sudah tidak layak huni, menyebabkan 9 orang tewas dan 6 luka-luka.
  • Lebanon bakal melakukan pengecekan keamanan bangunan di seluruh wilayah untuk mencegah insiden serupa.
  • Ribuan warga Lebanon masih tinggal di bangunan tidak layak huni akibat krisis ekonomi dan kelalaian pemerintah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bangunan apartemen tua di Lebanon dilaporkan runtuh pada Minggu (8/2/2026). Insiden ini menewaskan 9 orang, sedangkan 6 lainnya mengalami luka-luka.

"Kami menyatakan bahwa Tripoli sedang dilanda bencana. Ribuan warga kami di Tripoli terancam akibat kelalaian selama bertahun-tahun. Situasi ini di luar kemampuan Pemerintah Kota Tripoli," kata Walikota Tripoli, Abdel Hamid Karimeh, kepada awak media saat meninjau lokasi kejadian, seperti dilansir France 24.

Saat ini, petugas penyelamat sedang berupaya menggali reruntuhan untuk mengevakuasi korban. Sebab, delapan orang penghuni apartemen ditengarai masih terjebak di dalam reruntuhan karena gagal melarikan diri saat bangunan mulai runtuh. 

1. Apartemen runtuh karena sudah tidak layak huni

Bangunan apartemen yang runtuh.
ilustrasi apartemen runtuh (pexels.com/Алесь Усцінаў)

Apartemen tersebut terletak di wilayah Bab al-Tabbaneh, Kota Tripoli, Lebanon bagian utara. Saat apartemen mulai ambruk, sekitar 22 orang dilaporkan masih berada di dalam bangunan. 

Menurut aliansi pengusaha properti Lebanon, runtuhnya apartemen tersebut disebabkan bangunan yang sudah tidak layak huni. Sebab, menurut mereka, banyak apartemen di Tripoli dan di kota-kota lainnya di Lebanon yang kondisinya sudah usang. Namun, pemerintah tidak menghiraukan kondisi tersebut sehingga wargalah yang jadi korbannya.

Oleh karena itu, mereka menyerukan Pemerintah Lebanon untuk segera melakukan pengecekkan kualitas dan keamanan bangunan apartemen di seluruh wilayah di Lebanon. Ini diperlukan agar insiden terlupa tidak terulang kembali di kemudian hari. 

“Ini merupakan kelalaian dan kekurangan yang terang-terangan dari negara Lebanon terhadap keselamatan warga dan keamanan tempat tinggal mereka," bunyi pernyataan aliansi tersebut dilansir PBS News.

2. Lebanon bakal melakukan pengecekan keamanan bangunan di seluruh wilayah

Bangunan di perbukitan.
ilustrasi bangunan (pexels.com/Soly Moses)

Kritik tersebut menuai respons dari Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam. Ia mengatakan pemerintah bakal segera melakukan pengecekan keamanan seluruh bangunan apartemen di Lebanon yang sudah rawan runtuh.

Selain itu, Salam berjanji akan segera memperbaiki bangunan-bangunan usang untuk menghindari insiden serupa. Salah juga berjanji akan menyiapkan bantuan hunian semetara bagi para korban.  

“Pemerintah tidak akan menghindari tanggung jawab kami. Kami akan terus memenuhi tugas kami sepenuhnya, termasuk meminta pertanggungjawaban siapa pun yang mungkin lalai dalam masalah ini," kata Salam.

3. Ribuan warga Lebanon masih tinggal di bangunan tidak layak huni

Bangunan apartemen yang runtuh.
ilustrasi bangunan tidak layak huni (pexels.com/Pixabay)

Bangunan tempat tinggal di Lebanon, terutama yang ada di Kota Tripoli, memang banyak yang tidak layak huni. Pada Januari 2026 lalu, otoritas Kota Tripoli mengatakan ada sekitar 105 bangunan di sana yang kondisinya sudah memprihatinkan dan harus segera direnovasi.

Menurut para aktivis, kondisi ini disebabkan kegagalan pemerintah dalam melakukan perencanaan kota yang baik dan merevitalisasi bangunan-bangunan tua yang ada di wilayahnya.

Warga Lebanon sebetulnya sudah menyuarakan kekhawatiran soal buruknya kondisi tempat tinggal mereka ke pemerintah sejak 2023. Namun, pemerintah kerap abai dan tidak melakukan apa pun. Oleh karena itu, warga jadi terpaksa tinggal di bangunan usang yang sudah rawan runtuh.

Menurut laporan Amnesti Internasional pada 2024, ada ribuan warga Lebanon yang terpaksa tinggal di bangunan usang. Sebab, mereka tidak mampu membeli atau menyewa tempat tinggal yang lebih layak. Terlebih, Lebanon saat ini juga sedang mengalami krisis ekonomi sehingga daya beli masyarakat menurun drastis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Elite NasDem Dukung Prabowo 2 Periode, Dinilai Masuk Akal

09 Feb 2026, 14:34 WIBNews